Selasa, 16 DESEMBER 2025 • 15:25 WIB

Gak Perlu ke Luar Negeri! RS di Jakarta Punya Pusat Operasi Robotik Canggih untuk Berbagai Penyakit

Author

Dokter resmi perkenalkan perawatan dan operasi robotik yang minim risiko. (Indozone/Dewi)

INDOZONE.ID - Operasi robotik untuk mengatasi berbagai macam penyakit sudah bisa dilakukan di Indonesia. Pasien enggak perlu jauh-jauh lagi ke luar negeri untuk mendapat perawatan dan operasi robotik yang minim risiko.

Berbagai studi global menyatakan teknologi operasi robotik memberikan sejumlah keuntungan, yaitu tingkat akurasi yang lebih tinggi, pengendalian instrumen yang lebih stabil, penglihatan tiga dimensi berkualitas tinggi, serta kemampuan menjangkau area yang sulit dicapai oleh tangan manusia.

Kombinasi semua keunggulan itu membuat prosedur robotik mampu meningkatkan kenyamanan pasien melalui minimalisasi rasa nyeri pasca-operasi, percepatan proses pemulihan, serta peningkatkan hasil klinis jangka panjang.

Melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/927/2025, CEO Siloam International Hospitals Caroline Riady telah ditunjuk sebagai anggota Komite Nasional Teknologi Robotik Bidang Kesehatan di bagian manajemen. Dibantu juga dengan beberapa dokter dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk, yaitu dr. Marto Sugiono, SpU(K), FRCS (Urology, UK) dan dr. Wifanto Saditya Jeo, SpB, Subsp.BD(K).

Dari SK tersebut, Caroline bersama para dokter komite berkomitmen menghadirkan teknologi terbaik tersebut kepada masyarakat Indonesia, melalui keberadaan pusat layanan terpadu dan tim dokter spesialis yang kompeten bersertifikasi internasional dalam teknologi robotik. 

Kini, Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).

Mengenal Sistem Robotik Da Vinci Xi

Pada Selasa (16/12/2025), The First Center for Robotic and Minimally Invasive Surgery, Siloam Hospitals Kebon Jeruk pun resmi diperkenalkan. Teknologi robotik ini bahkan telah digunakan oleh beberapa dokter spesialis berpengalaman. Ada dr. Marto Sugiono, SpU (K), FRCS-Urology (UK) - bidang urologi, dr. Ferdhy Suryadi Suwandinata, SpOG-KFER - bidang obstetri dan ginekologi, Dr. dr. Wifanto Saditya Jeo, Sp.B-KBD - bidang Bedah Digestif; serta Dr. dr. Franky Hartono, Sp.OT (K) - bidang Ortopedi.

Dalam Press Conference, dr. Marto Sugiono, SpU (K), FRCS-Urology (UK) menjelaskan bahwa fungsi Da Vinci Xi ini sangat membantu pasien untuk mengatasi berbagai penyakit dari kasus urologi, ginekologi, bedah digestif dan bedah umum.

"Teknologi ini sengaja kami adakan agar pasien gak usah ke rumah sakit di luar negeri jika mau robotik dan kita sangat berjuang dan untuk memasukkan ini bukan cuma punya uang dan bisa masuk, keunggulannya bukan cuma presisi tapi bisa menangani pasien Indonesia di rumah kita sendiri," ujar dr Marto.

Baca juga: Terobosan Baru! Indonesia Punya Teknologi Robotik Neurosains Jadi Gak Perlu Berobat ke Luar Negeri

Mengenal Sistem Robotik Biobot MonaLisa

Kemudian dr Marto juga memperkenalkan Biobot MonaLisa, pendukung operasi Da Vinci Xi yang pengoperasiannya menggunakan AI. Fungsinya adalah untuk biopsi prostat dan mendeteksi tumor.

"Biobot ini semacam ai untuk mendeteksi tumor ukuran 5 mm aja itu 95 persen dibanding zaman dulu periksa dubur yang berisiko infeksi, jadi biopsi untuk tumor prostat ini bikin pasien terdeteksi dengan Da Vinci XI, karena dalam waktu 3-4 tahun terakhir dan sebelumnya rujuk ke Singapura dan Malaysia," paparnya. 

Dari segi alat, tambah dr Marto, kegunaan robotik ini sangat memudahkan dokter. Terlebih dokter juga sudah di-training agar ilmunya semakin mumpuni.

"Kalau SDM sudah fully training itu seperti operasi di jarak 20 cm di wajah kita, sangat dekat sekali dan tangannya kecil dan muter 360 derajat dan tempat yang sulit di rongga kecil itu sangat memungkinkan," ungkapnya.

Baca juga: Kemenkes Dorong Penerapan Teknologi Genetik dan Robotik dalam Perawatan Kulit

Mengenal Sistem Robotik ROSA Ortopedi

Satu lagi, sistem robotik yang diunggulkan rumah sakit ini adalah penanganan masalah ortopedi: total knee replacement dengan ROSA robotic. Dijelaskan Dr. dr. Franky Hartono, Sp.OT (K), dengan robotik ini pemulihan pasien akan lebih cepat. Serta dokter pun bisa lebih detail untuk mengatasi masalah ortopedi ini.

"Dengan robotik ini sama seperti asisten yang langsung bergerak melihat lutut pasien dan gak cuma tulang dan posisi berubah-ubah, misal posisi nekuk, lurus semua bisa pas, mirip dengan GPS," kata dr Franky.

Satu lagi yang perlu di-higlight penggunaan robotik ini juga lebih praktis dilakukan di Indonesia. 


"Pasien akan lebih nyaman, bisa mandiri, kuat dan gak ngerepotin anak cucu dan butuh pertolongan juga. Kalau di luar negeri butuh biaya banyak, kalau pakai robot itu rata-rata patokan 4 hari dirawat di rumah sakit, baru boleh pulang. Tapi kondisi pasien harus sadar betul saat pasca operasi harus melakukan apa," tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU