INDOZONE.ID - Buat Kamu yang baru jadi orang tua atau lagi research, pasti sering banget dengar kalimat “Bayi baru lahir harus minum ASI tiap 2 jam.”
Tapi kenapa sih? Apa itu cuma mitos? Atau ada alasan medis yang kuat? Yuk, kita bahas!
Bayi Baru Lahir Itu Perut-Nya Mini Banget
Awalnya yang perlu Kamu tahu, perut bayi baru lahir itu kecil banget, kira-kira cuma sebesar bola pingpong.
Karena ukurannya mini, isi yang bisa masuk juga sedikit, sekitar 20–30 ml ASI sekali minum di hari-hari pertama.
Jadi wajar banget kalau bayi kelihatan sering menyusu, karena perutnya cepat kosong dan dia cepat lapar lagi.
Baca juga: Bahaya Dehidrasi Tetap Mengintai walau Memasuki Musim Hujan, Ini Pentingnya Minum Air Buat Kesehatan
Selain itu, ASI dicerna sangat cepat oleh tubuh bayi. Makanya, bayi baru lahir biasanya ingin menyusu setiap 2–3 jam, bahkan kadang lebih sering.
Hal ini bukan berarti ASI Kamu kurang, justru itu tanda kalau bayi sedang butuh banyak energi untuk tumbuh dan beradaptasi dengan dunia barunya.
Kenapa Harus Sering? Ini Bukan Soal Ngurusin Jam
Nah, ini poin yang sering bikin orang tua bingung “kenapa harus setiap 2 jam?”
Jawabannya ada dua:
1. Menyusui sering bantu produksi ASI
ASI itu diproduksi berdasarkan prinsip supply and demand, alias permintaan dan penawaran.
Baca juga: Raja Charles III Cerita Pengalaman Berjuang Lawan Kanker, Deteksi Dini Jadi Pesan Penting
Jadi, kalau bayi sering menyusu, tubuh ibu akan “nangkap sinyal” bahwa ASI perlu diproduksi lebih banyak.
Hormon prolaktin, yang bertugas bikin ASI, bakal meningkat setiap kali bayi menyusu.
Artinya, semakin sering bayi menyusu, makin lancar juga produksi ASI Kamu.
2. Membantu bayi tumbuh dan menambah berat badan
Bayi baru lahir memang biasanya mengalami penurunan berat badan sedikit di beberapa hari pertama, dan itu hal yang normal.
Setelah itu, fokus utamanya adalah mendapatkan energi dari ASI, yang harus rutin dan sering.
Baca juga: 3 Obat Sariawan Paling Ampuh dari Bahan Alami, Salah Satunya Yoghurt
Makanya, menyusu setiap 2–3 jam penting banget, selain membantu bayi cepat kembali ke berat lahirnya, juga mendukung pertumbuhan yang sehat.
“Tapi Kan Bayi Bisa Tidur Lama…”
Iya, benar banget, bayi memang tidur banyak di minggu-minggu awal.
Tapi di fase newborn, dokter dan ahli biasanya menyarankan tidak membiarkan bayi tidur lebih dari 3–4 jam tanpa menyusu, terutama di minggu pertama.
Tujuannya supaya bayi tetap cukup nutrisi, tidak kelaparan, dan bisa cukup energi untuk tumbuh.
Jadi, istilah “setiap 2 jam” itu sebenarnya batas maksimum tanpa menyusu, bukan aturan yang kaku.
Kalau bayi Kamu bangun lebih sering karena lapar, biarkan dia menyusu! Ini yang disebut breastfeeding on demand, alias menyusu sesuai kebutuhan bayi.
Baca juga: Rinanda Puteri Indonesia Pendidikan 2025 Menjadi Juara 3 Miss Charm 2025
Bayi Menyusu Sering Itu Normal Kok
Jadi, kalau Kamu lagi struggle merasa kayak jadi “mesin ASI” dengan jadwal tiap 2 jam, santai, Kamu nggak sendirian kok.
Banyak bayi memang butuh menyusu sering, apalagi di minggu-minggu pertama karena perutnya masih kecil dan ASI cepat dicerna.
Kalau Kamu merasa ASI kayak nggak cukup atau si kecil masih terlihat kelaparan terus, tenang aja, hal itu sering banget terjadi dan bisa banget dibahas sama dokter atau konsultan laktasi untuk dapet solusi yang pas.
Catatan Penting buat Ibu Baru
Jangan terlalu stres soal jam menyusu, karena setiap bayi punya ritme sendiri.
Yang paling penting adalah menyusu sesuai tanda lapar bayi dan memperhatikan berat badan, jumlah popok basah, serta kepuasan bayi setelah menyusu.
Jangan ragu konsultasi ke tenaga medis kalau Kamu merasa ada yang tidak biasa, misalnya bayi tidak mau menyusu, terlalu lemas, atau berat badan tidak bertambah.
Baca juga: Urat Lutut Putus Karena Olahraga Kini Bisa Ditangani Lebih Aman dengan Ligamen Buatan
Jadi, yang penting bukan jamnya tapi mengikuti kebutuhan bayi sambil tetap memantau tumbuh kembangnya.
Kalau Kamu bisa ngejalanin ini dengan santai dan enjoy, itu malah lebih baik!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber