Jumat, 19 DESEMBER 2025 • 16:05 WIB

Kenapa Ibu Hamil Tidak Dianjurkan Cabut Gigi? Ternyata Ini Risikonya

Author

Ilustrasi ibu hamil (freepik)

INDOZONE.ID - Kehamilan itu memang masa penuh aturan dan daftar do and don’t, ya, Bun, mulai dari makanan, skincare, sampai perawatan tubuh dan gigi. 

Salah satu yang sering bikin bingung adalah, “bolehkah ibu hamil cabut gigi?” 

Banyak yang bilang “jangan dulu deh”, tapi sebenernya kenapa ya? Apakah benar berbahaya? Yuk, kita kulik bareng-bareng biar jelas!

Sebelum Bahas Risiko, Kenapa Perawatan Gigi Itu Penting Selama Hamil?

Pertama-tama, penting banget disadarai, selama hamil perubahan hormon bikin kondisi mulut ikut berubah. 

Hormon ini bikin gusi lebih gampang bengkak, mudah berdarah, dan lebih rentan infeksi. 

Baca juga: Bahaya Dehidrasi Tetap Mengintai walau Memasuki Musim Hujan, Ini Pentingnya Minum Air Buat Kesehatan

Makanya, banyak ibu hamil yang mengalami gingivitis atau radang gusi yang lumayan mengganggu. 

Kalau dibiarkan, bakteri bisa masuk ke aliran darah dan berdampak ke tubuh, bahkan ada penelitian yang mengaitkan radang gusi dengan preeklamsia dan kelahiran prematur.

Makanya, konsultasi ke dokter gigi bukan cuma aman, tapi justru dianjurkan. 

Pemeriksaan rutin bisa bantu mencegah masalah kecil jadi besar dan menjaga kesehatan mulut tetap optimal selama kehamilan.

Kenapa Cabut Gigi Saat Hamil Sering Tidak Dianjurkan?

Kalau kamu cari keyword seperti “risiko cabut gigi saat hamil”, banyak artikel kesehatan bilang kalau tindakan ini lebih baik ditunda kecuali memang darurat. 

Baca juga: Raja Charles III Cerita Pengalaman Berjuang Lawan Kanker, Deteksi Dini Jadi Pesan Penting

Ada beberapa alasan penting di balik itu:

1. Posisi dan kenyamanan ibu

Saat cabut gigi, pasien biasanya harus berbaring agak ke belakang. 

Nah, kalau usia kehamilan makin tua, posisi ini bisa bikin tidak nyaman bahkan mengganggu aliran darah, terutama di trimester ketiga. 

Karena alasan ini, dokter biasanya menunda tindakan non-darurat.

2. Obat-obatan yang perlu diperhatikan

Prosedur cabut gigi sering pakai anestesi atau obat pengurang nyeri, dan harus dipilih hati-hati supaya tidak memengaruhi janin atau memicu efek samping yang tidak diinginkan.

Baca juga: 3 Obat Sariawan Paling Ampuh dari Bahan Alami, Salah Satunya Yoghurt

Selain itu, obat-obatan pasca-cabut seperti antibiotik atau anti-inflamasi juga perlu diperhatikan, karena beberapa jenis obat tidak dianjurkan untuk ibu hamil.

3. Risiko psikologis dan stres

Tidak cuma fisik, stres dan kecemasan juga bisa memengaruhi kondisi ibu hamil. 

Dokter bilang kalau kecemasan pas mau cabut gigi bisa berdampak ke kandungan. 

Makanya, kalau bukan kasus darurat, dokter biasanya menyarankan menunda dulu.

Terus, Kapan Waktu Aman Kalau Betul-betul Terpaksa?

Kalau sakit gigi udah nggak tertahankan, dokter biasanya bakal mempertimbangkan waktu paling aman untuk tindakan.

Baca juga: Lansia Modern Bisa Lawan Demensia Dibantu Terapi Otak TPS, Apa Itu?

Trimester kedua (bulan 4–6) sering dianggap paling ideal buat perawatan gigi yang perlu tindakan, karena:

  • Pertumbuhan organ utama janin sudah selesai di trimester pertama,
  • Ibu biasanya lebih nyaman dibanding trimester ketiga.

Bahkan banyak sumber medis menyebut kalau cabut gigi boleh dilakukan kalau memang kondisi medis menuntut, misalnya ada infeksi atau nyeri hebat yang nggak kunjung reda.

Jangan Malas ke Dokter Gigi, Justru Itu Lebih Berbahaya!

Kadang karena takut, banyak ibu hamil yang justru menghindari perawatan gigi sama sekali. 

Padahal, infeksi gigi atau abses bisa menyebar dan bikin kondisi ibu makin buruk. 

Baca juga: Enakan Mana Pakai Sikat Gigi Manual atau Elektrik Ya? Simak Jawabannya di Sini

Kalau sampai terjadi infeksi serius, itu bisa memberi tekanan lebih pada tubuh ibu dan berpotensi berdampak pada kehamilan juga. 

Makanya perawatan gigi rutin tetap penting, dan jika ada keluhan serius, konsultasikan sama dokter kandungan dan dokter gigi supaya bisa diputuskan langkah terbaiknya.

Tips Singkat Buat Ibu Hamil yang Khawatir soal Gigi

  • Sikat gigi minimal dua kali sehari
  • Pakai dental floss secara rutin
  • Hindari makanan super manis atau asam
  • Datang ke dokter gigi sebelum hamil kalau bisa
  • Kalau sakit gigi parah, jangan tunda berkonsultasi

Baca juga: Urat Lutut Putus Karena Olahraga Kini Bisa Ditangani Lebih Aman dengan Ligamen Buatan

Selain itu, jangan langsung percaya mitos di internet soal “ibu hamil harus menunggu sampai melahirkan baru boleh cabut gigi”. 

Faktanya, dokter profesional bakal melihat kondisi medis kamu dulu dan menentukan yang paling aman buat kamu dan si kecil. 

Walaupun tidak semua ibu hamil harus menghindari cabut gigi sama sekali, banyak dokter lebih menyarankan menunda dulu tindakan ini kalau tidak darurat, terutama di trimester pertama atau ketiga. 

Ini bukan karena prosedurnya otomatis berbahaya, tapi karena ada faktor fisik, obat-obatan, dan perkembangan janin yang mesti diperhatikan banget. 

Baca juga: Tak Perlu ke Luar Negeri, Eka Hospital Sukses Lakukan 100 Operasi Penggantian Lutut Pakai Robotik

Yang penting adalah selalu konsultasi dengan tenaga medis profesional supaya kamu tetap sehat dan kehamilan tetap aman sampai hari H!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU