INDOZONE.ID - Penyakit sakit jantung menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi secara global, dan di Indonesia, angkanya terus meningkat.
Selain faktor gaya hidup klasik, kini dunia medis menyoroti peradangan kronis sebagai ancaman senyap. Lalu, benarkah pertanyaan bahwa sakit gigi bisa sebabkan sakit jantung?
Infeksi kronis pada gigi dan mulut telah terbukti berkontribusi terhadap risiko sakit jantung melalui mekanisme inflamasi sistemik.
Ancaman Senyap Infeksi Gigi terhadap Sakit Jantung
Infeksi kronis yang terjadi pada gigi, seperti abses atau radang gusi, dapat memicu reaksi peradangan menyeluruh dalam tubuh.
Reaksi inflamasi ini kemudian berdampak buruk pada pembuluh darah dan jaringan jantung.
Baca juga: Kenapa Bau Mulut Tetap Muncul Setelah Sikat Gigi? Kenali 7 Penyebab Bau Mulut yang Sering Terabaikan
Bakteri penyebab sakit gigi dapat dengan mudah masuk ke aliran darah (bakteremia). Kondisi inilah yang membuka peluang terjadinya penyakit sakit jantung koroner serta peradangan pada katup jantung.
Peran Peradangan Kronis sebagai Jembatan Risiko Sakit Jantung
Peradangan sistemik yang dipicu oleh infeksi gigi dapat mempercepat proses aterosklerosis (penumpukan plak di pembuluh darah), yang merupakan akar dari banyak kasus sakit jantung. Dengan mengendalikan infeksi gigi, risiko peradangan ini dapat ditekan.
Mengenal Endokarditis: Infeksi Serius Lapisan Jantung
Endokarditis adalah infeksi serius yang menyerang lapisan dalam jantung atau endokardium, seringkali menargetkan katup jantung yang sudah rusak.
Mikroorganisme utama penyebab endokarditis adalah bakteri, meski jamur dan virus juga dapat menjadi pemicu pada kondisi tertentu.
Ini adalah kondisi serius yang menjadi alasan mengapa sakit gigi bisa sebabkan sakit jantung.
Mekanisme Penyebaran Bakteri dari Sakit Gigi ke Aliran Darah
Endokarditis menyebabkan terbentuknya vegetasi pada katup jantung. Vegetasi ini adalah gumpalan yang berisi bakteri dan sisa pembekuan darah.
Kerusakan katup jantung akibat vegetasi dapat mengganggu aliran darah normal, dan yang lebih berbahaya, vegetasi dapat terlepas menjadi emboli ke organ lain.
Baca juga: Kenapa Ibu Hamil Tidak Dianjurkan Cabut Gigi? Ternyata Ini Risikonya
Mikroorganisme dari rongga mulut dapat masuk ke aliran darah melalui kegiatan sehari-hari, seperti menyikat gigi yang terlalu keras, atau prosedur gigi tertentu.
Risiko penyakit sakit jantung akibat infeksi gigi ini meningkat drastis pada individu yang sudah memiliki kelainan jantung bawaan atau katup buatan.
Teori Fokal Infeksi: Hubungan Sakit Gigi dan Organ Tubuh Lain
Teori fokal infeksi menjelaskan bagaimana penyebaran penyakit dapat terjadi dari satu lokasi utama (fokus) ke organ lain yang jauh.
Rongga mulut, terutama yang mengalami infeksi kronis (seperti abses gigi atau penyakit gusi), sering menjadi sumber infeksi (fokus).
Bakteri dari abses gigi atau radang gusi dapat menyebar secara sistemik. Oleh karena itu, infeksi gigi berpotensi kuat memengaruhi kesehatan jantung dan organ vital lainnya.
Gejala Peringatan Endokarditis yang Wajib Diwaspadai
Karena Endokarditis adalah komplikasi serius dari infeksi, termasuk infeksi gigi, penting untuk mengenali gejalanya.
- Demam berkepanjangan yang tidak jelas penyebabnya.
- Menggigil dan keringat malam yang intens.
- Kelelahan ekstrem dan malaise.
- Sesak napas.
- Nyeri sendi dan otot.
- Munculnya bintik merah (petechiae) pada kulit atau kuku.
Baca juga: Enakan Mana Pakai Sikat Gigi Manual atau Elektrik Ya? Simak Jawabannya di Sini
Pencegahan Terbaik: Perawatan Gigi Optimal untuk Lindungi Sakit Jantung
Menjaga kebersihan gigi adalah langkah pencegahan paling sederhana dan efektif untuk menghindari infeksi kronis. Menyikat gigi minimal dua kali sehari dapat secara signifikan menekan pertumbuhan bakteri.
Bagi pasien yang memiliki riwayat kelainan jantung atau yang berisiko tinggi terkena sakit jantung, konsultasi sebelum menjalani tindakan gigi (misalnya pencabutan) sangat dianjurkan.
Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik profilaksis untuk mencegah bakteri dari mulut masuk ke aliran darah dan memicu Endokarditis.
Tindakan proaktif ini penting untuk mencegah komplikasi serius seperti sakit jantung akibat infeksi gigi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline