INDOZONE.ID - Menjaga kesehatan jantung tidak selalu harus rumit. Salah satu cara sederhana yang kini menarik perhatian peneliti adalah, dengan rutin mengonsumsi jus jeruk.
Minuman populer ini ternyata menyimpan beragam manfaat bagi jantung, jika dilihat dari sudut pandang molekuler.
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Molecular Nutrition & Food Research menemukan, jus jeruk memengaruhi ekspresi gen yang berkaitan dengan kesehatan jantung.
Penelitian ini menunjukkan, jus jeruk mampu menekan proses-proses yang merugikan, sekaligus mendorong aktivitas biologis yang bermanfaat bagi sistem kardiovaskular.
Menekan Gen Pemicu Hipertensi dan Peradangan
Dalam studi tersebut yang dikutip dari Medical News Today, jus jeruk terbukti menurunkan aktivitas gen yang berhubungan dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Kondisi ini diketahui meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, dan gagal jantung.
Baca juga: 4 Manfaat Jus Jeruk untuk Sistem Imun
Tidak hanya itu, jus jeruk juga menekan ekspresi gen inflamasi. Peradangan kronis dapat memicu kejadian kardiovaskular.
Cara kerjanya, dengan menyempitkan dan merusak pembuluh darah, serta mempercepat pembentukan plak berbahaya.
Di sisi lain, jus jeruk justru meningkatkan aktivitas gen yang berperan dalam metabolisme lemak. Artinya, tubuh menjadi lebih efisien dalam memproses dan menyimpan lemak.
Efek Berbeda Berdasarkan Tipe Tubuh
Penelitian ini juga menemukan, manfaat jus jeruk dapat berbeda tergantung tipe tubuh. Pada individu dengan kelebihan berat badan, jus jeruk lebih optimal dalam meningkatkan metabolisme lemak.
Sementara itu, pada individu dengan berat badan normal, efek penurunan peradangan sistemik terlihat lebih signifikan.
Penulis utama studi, Layanne Nascimento Fraga, PhD, dari Food Research Center dan School of Pharmaceutical Sciences, University of Sao Paulo, Brasil, menjelaskan, keunikan penelitian ini terletak pada pendekatan transkriptomik.
“Kami mengevaluasi dampak jus jeruk terhadap seluruh sistem metabolisme, sehingga dapat melihat bagaimana berbagai jalur biologis dimodulasi secara bersamaan,” ujar Fraga.
Menurutnya, jus jeruk terbukti memperbaiki penanda kardiometabolik penting, seperti peradangan, stres oksidatif, tekanan darah, dan metabolisme lipid.
Dari total 1.705 gen yang terpengaruh dalam penelitian ini, sekitar 98 persen mengalami penurunan aktivitas.
Pandangan Ahli Gizi dan Dokter Jantung
Ahli gizi kardiologi preventif, Michelle Routhenstein, MS, RD, CDCES, CDN, menyebutkan, temuan ini sejalan dengan hasil uji klinis sebelumnya.
Sejumlah studi terdahulu menunjukkan, jus jeruk dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Terlebih pada orang dengan pra-hipertensi atau hipertensi tahap awal.
Baca juga: 7 Manfaat Jus Semangka dan Jeruk Nipis untuk Kesehatan, Kaya Nutrisi!
Menurut Routhenstein, jus jeruk meningkatkan kadar hesperetin dalam plasma, yakni flavonoid. Senyawa ini berperan memperbaiki fungsi endotel dan reaktivitas mikrovaskular, terutama jika dikonsumsi setelah makan.
Sementara itu, Jayne Morgan, MD, seorang ahli jantung, menilai, makanan lain seperti kunyit, bawang putih, biji chia, bit, dan jus bit juga berpotensi memberikan manfaat serupa bagi kesehatan jantung dan layak diteliti lebih lanjut dari sisi molekuler.
Namun, Cheng-Han Chen, MD, ahli jantung intervensi, menekankan pentingnya mengaitkan temuan molekuler dengan hasil klinis nyata.
Menurutnya, dalam praktik klinis, tekanan darah dan profil lipid sudah cukup mudah diukur untuk menilai manfaat kesehatan jantung.
Perlu Tetap Moderat
Para ahli sepakat, konsumsi jus jeruk sebaiknya tetap dalam batas wajar.
“Segala sesuatu harus dalam jumlah sedang, termasuk jus jeruk,” ujar Morgan.
Ia menjelaskan, jus jeruk kemungkinan memiliki kurva manfaat berbentuk U. Yang mana, konsumsi kecil hingga sedang, dapat membantu fungsi pembuluh darah, menurunkan kekakuan arteri, serta memberikan efek antiinflamasi dan antioksidan ringan.
Kandungan kalium dalam jus jeruk juga mendukung kesehatan tekanan darah. Terutama, karena banyak orang mengalami kekurangan mineral ini.
Namun, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan asupan gula, yang berisiko memicu lonjakan insulin, kenaikan berat badan, dan penumpukan lemak viseral, terutama pada perempuan menjelang dan setelah menopause.
Chen juga mengingatkan, mengonsumsi buah utuh lebih disarankan dibandingkan jus. Sebab, proses pembuatan jus menghilangkan serat.
Padahal, serat berperan penting dalam memperlambat penyerapan gula ke dalam darah.
Buah Utuh dan Pola Makan Seimbang Tetap Kunci
Routhenstein menyarankan, agar penelitian ke depan juga mengeksplorasi manfaat buah jeruk utuh, termasuk bagian putih berserat (albedo) yang kaya serat dan flavonoid.
Hal ini penting untuk memahami perbedaan respons tubuh terhadap buah utuh dibandingkan jus.
Selain jeruk, berbagai makanan nabati lain juga mendukung kesehatan jantung. Misal, sayuran hijau, kacang-kacangan, buah beri, dan kacang-kacangan kering.
Lalu, minyak zaitun ekstra virgin, serta makanan kaya omega-3 diketahui memberikan perlindungan kardiovaskular melalui berbagai mekanisme.
Meski demikian, Routhenstein mengingatkan, beberapa buah sitrus seperti grapefruit dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, termasuk statin dan pengencer darah.
Oleh karena itu, jus jeruk berpotensi menjadi bagian dari pola makan sehat untuk jantung. Terutama, jika dikonsumsi dalam jumlah sedang dan sebagai pelengkap, bukan pengganti buah utuh.
Seperti strategi kesehatan lainnya, keseimbangan dan variasi tetap menjadi kunci utama dalam menjaga jantung tetap sehat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today