Rabu, 31 DESEMBER 2025 • 18:00 WIB

Terobosan Dunia Medis, Bionic Eye Pertama Siap Kembalikan Penglihatan Tunanetra

Author

Sistem Gennaris Bionic Eye yang dapat pulihkan penglihatan bagi penderita kebutaan. (Sumber: Monash University)

INDOZONE.ID - Para peneliti dari Monash University, Australia, berhasil mengembangkan bionic eye pertama di dunia sebagai terobosan besar dalam pengobatan kebutaan. Inovasi ini dinamakan Gennaris Bionic Vision System, sebuah teknologi yang dirancang untuk mengembalikan penglihatan bagi mereka yang kehilangan kemampuan melihat, serta berpotensi merevolusi penanganan kebutaan yang sebelumnya tidak dapat diobati.

Sistem Gennaris telah dikembangkan dan diteliti selama hampir satu dekade. Cara kerjanya berbeda dari teknologi sebelumnya, yakni dengan melewati saraf optik yang rusak, yang biasanya bertugas mengirimkan informasi visual dari mata ke otak. Sebagai gantinya, sistem ini mengirimkan sinyal visual langsung ke korteks visual otak, sehingga memungkinkan pengguna melihat gambar.

Baca juga: Revolusi Teknologi Wearable, Inovasi Terkini dalam Pelacakan Kesehatan dan Kesejahteraan

Setelah berhasil diuji pada hewan, bionic eye ini kini tengah dipersiapkan untuk uji klinis pertama pada manusia di Melbourne. Dalam pengujian terhadap domba, teknologi ini berhasil ditanamkan ke otak dengan efek samping yang sangat minimal. Uji coba pada manusia menjadi langkah krusial untuk menilai potensi penerapan teknologi ini secara lebih luas.

Inti dari teknologi yang dikembangkan Monash Vision Group (MVG) ini adalah implan nirkabel yang memberikan stimulasi listrik berpola ke otak. Hingga 11 implan berukuran seukuran kuku ditempatkan di permukaan otak dan diprogram secara nirkabel untuk merangsang sel-sel otak melalui denyut listrik kecil. Ketika dipasang di korteks visual, denyut ini diterjemahkan otak sebagai informasi visual, sehingga penerima dapat melihat bentuk dasar dan garis luar yang membantu navigasi serta pengenalan objek.

Baca juga: Pentingnya Teknologi dan Kesehatan Pada Sepatu, Termasuk Pillow Concept Technology

Sistem Gennaris juga dilengkapi kamera mini yang dikenakan pengguna pada perangkat kepala khusus. Kamera tersebut menangkap gambar beresolusi tinggi yang kemudian diproses oleh unit pemrosesan visual. Sinyal hasil pemrosesan lalu dikirimkan secara nirkabel ke perangkat implan di korteks visual utama otak. Setiap implan memiliki mikroelektroda yang berfungsi merangsang neuron di area tersebut.

Keunggulan utama sistem ini terletak pada kemampuannya meniru struktur alami mata manusia. Teknologi bionic eye sebelumnya kesulitan mereplikasi bentuk cekung retina yang penting untuk menghasilkan bidang pandang luas. Sistem Gennaris mampu menghadirkan bidang pandang hingga 100 derajat, sedikit di bawah mata manusia yang mencapai 130 derajat, namun jauh lebih unggul dibanding teknologi terdahulu yang hanya mampu mencapai 70 derajat. Selain itu, penggunaan nanowire yang lebih responsif juga mempercepat proses pengolahan gambar secara signifikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: NDTV.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU