Kamis, 08 JANUARI 2026 • 13:40 WIB

Kemenkes Gencarkan Imunisasi Campak di Wilayah Bencana Sumatera

Author

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta. (ANTARA/Mecca Yumna)

INDOZONE.ID - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar imunisasi khusus campak sejak Senin (5/1/2026) di sejumlah lokasi pengungsian terdampak bencana Sumatera, untuk mencegah penyebaran penyakit menular pada anak-anak.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemantauan lapangan menemukan kasus ISPA, penyakit kulit, dan diare, paling dominan. Obat-obatan sudah dikirim untuk penanganan ketiga penyakit tersebut.

"Nah, penyakit menular yang kita amati dengan sangat dekat, itu yang kita paling takut campak. Karena, campak itu penularannya, kalau teman-teman ingat waktu COVID-19, reproduction rate, satu orang bisa nularin berapa, itu paling banyak di campak," katanya.

Baca juga: Bukan Cuma Infrastruktur, BRIN Tekankan Aspek Sosial dan Kependudukan Bantu Pemulihan Pasca Bencana

Menkes menyebut, dari pemantauan lapangan yang dilakukan, risiko campak terdeteksi di lima kabupaten bencana. 

"Di situ kita sudah lakukan imunisasi program khusus. Jalan sejak minggu ini. Jadi, hari Senin (6/1/2026) itu juga jalan. Program imunisasi anak-anak di daerah-daerah yang sudah kita identifikasi ada campaknya," ujarnya.

Baca juga: Seluruh RS Pemerintah di Aceh, Sumut, dan Sumbar Kembali Beroperasi Usai Bencana

Kemenkes juga memantau TBC dan leptospirosis di lokasi pengungsian. Imunisasi campak dianggap krusial untuk melindungi anak-anak dari penyakit paling menular ini.

4.000 Relawan Kesehatan Jiwa dan Fisik

Kemenkes juga mengerahkan 4.000 relawan ke Sumatera, tidak hanya untuk menangani kesehatan fisik, tapi juga kesehatan jiwa pengungsi. 

"Setiap kali batch kita kirim 30-35 psikolog klinis yang tugasnya bercerita, menghibur, membuat ketawa, karena nggak semuanya kan masalahnya itu di fisik," jelas Budi.

Tenaga kesehatan mengajak anak pengungsi bermain bersama untuk memulihkan kondisi mental pasca-bencana.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU