Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 30 DESEMBER 2025 • 19:45 WIB

Bukan Cuma Infrastruktur, BRIN Tekankan Aspek Sosial dan Kependudukan Bantu Pemulihan Pasca Bencana

Bukan Cuma Infrastruktur, BRIN Tekankan Aspek Sosial dan Kependudukan Bantu Pemulihan Pasca BencanaIlustrasi bantuan sosial dan kependudukan untuk pemulihan pasca bencana. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

INDOZONE.ID - Pemulihan pascabencana kerap dipahami sebatas membangun kembali rumah, jalan, atau fasilitas umum yang rusak.

Padahal, di balik itu ada proses panjang yang menyangkut kehidupan sosial, ekonomi, serta kemampuan masyarakat untuk beradaptasi dengan lingkungan pascabencana.

Kepala Pusat Riset Kependudukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ali Yansyah Abdurrahim menekankan perlunya pemahaman bahwa proses pemulihan setelah bencana mempertimbangkan kondisi sosial dan faktor adaptasi lingkungan dalam jangka panjang.

Baca juga: Tips yang Harus Dilakukan Ketika Menghadapi Bencana Gunung Meletus: Sebelum, Saat Terjadi hingga Pasca Bencana

Ali menyebut perspektif kependudukan menjadi salah satu aspek penting yang harus dipertimbangkan dalam pemulihan pasca bencana.

"Pemulihan pasca bencana selalu beririsan dengan dinamika penduduk, seperti perubahan struktur rumah tangga, migrasi sementara maupun permanen, hilangnya mata pencaharian, meningkatnya beban kelompok rentan, serta melemahnya jejaring sosial. Jika dimensi-dimensi ini tidak menjadi dasar perencanaan, maka pemulihan berisiko bersifat parsial dan bahkan menciptakan kerentanan baru," kata Ali Yansyah seperti dilansir Antara, Selasa (30/12/2025).

Bukan cuma itu, dalam bencana hidrometeorologi seperti yang terjadi di Sumatera beberapa waktu lalu, dalam kerangka ekologi manusia dan sistem sosial ekologi maka pemulihan juga harus mempertimbangkan proses adaptasi antara manusia dan lingkungan serta sistem sosial.

"Pemulihan harus dipahami sebagai proses sosial jangka menengah dan jangka panjang, bukan sekadar tahapan administrasi setelah status darurat dicabut," jelasnya.

Dia menyoroti bahwa fase transisi dari tanggap darurat menjadi pemulihan seringkali menjadi titik lemah dalam tata kelola kebencanaan. 

Termasuk jumlah bantuan yang berkurang, padahal sistem pemulihan belum sepenuhnya siap.

Untuk itu, dia memastikan BRIN terus memperkuat basis data sosial, pemetaan kerentanan, dan melakukan analisis kapasitas adaptif masyarakat untuk menjadi rekomendasi bagi para pengambil kebijakan.

Baca juga: Kemenkes Perluas Imunisasi di Wilayah Sumatera Terdampak Banjir dan Longsor

"Dengan pendekatan ini, pemulihan diharapkan tidak hanya membangun kembali infrastruktur, tetapi juga memulihkan kehidupan sosial, ekonomi, dan martabat masyarakat terdampak," ujarnya.

Sebelumnya, curah hujan ekstrem yang dipengaruhi Siklon Tropis Senyar di wilayah di dekat Sumatera berkontribusi terhadap kejadian banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bukan Cuma Infrastruktur, BRIN Tekankan Aspek Sosial dan Kependudukan Bantu Pemulihan Pasca Bencana

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!