INDOZONE.ID - Gereja Katolik Santo Yohanes Penginjil Bengkulu mengajak seluruh umat memaknai perayaan Natal 2025 dengan penuh sukacita sekaligus menumbuhkan semangat solidaritas bagi para korban bencana di wilayah Sumatera.
Perayaan Natal yang digelar di Gereja Katolik Santo Yohanes Bengkulu diikuti ribuan umat. Seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar, aman, dan penuh kekhidmatan.
Pastor Paroki Gereja Santo Yohanes Penginjil Bengkulu, Romo Paulus Sarmono, menyampaikan bahwa Natal tahun ini menjadi momentum untuk menguatkan kepedulian sosial.
“Pada perayaan Natal kali ini, umat Katolik diajak bersama-sama membangun solidaritas dengan membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera,” ujarnya seperti yang dikutip dari ANTARA.
Baca juga: Seluruh RS Pemerintah di Aceh, Sumut, dan Sumbar Kembali Beroperasi Usai Bencana
Sebagai wujud kepedulian tersebut, pihak gereja menggelar penggalangan donasi yang nantinya akan disalurkan ke sejumlah daerah terdampak bencana, seperti Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Langkah ini dilakukan agar umat Katolik yang terdampak musibah tetap bisa merasakan sukacita Natal 2025.
“Kami juga mengajak seluruh umat untuk terus mempererat tali silaturahmi serta menjaga kondusivitas di lingkungan masing-masing,” tambah Romo Paulus.
Diketahui, misa Natal di Gereja Katolik Santo Yohanes Penginjil Bengkulu dilaksanakan dalam dua sesi, yakni pukul 07.00 WIB dan 09.00 WIB.
Sementara itu, salah satu umat, Debbie Ernest, mengaku menyambut Natal tahun ini dengan penuh sukacita dan harapan baru. Menurutnya, semangat berbagi kasih dan kebaikan yang mewarnai Natal menjadi momen refleksi penting untuk mempererat persatuan di tengah keberagaman.
Baca juga: Menkes Minta Daerah Bereskan Permainan Pengadaan Obat RSUD di Bengkulu
“Natal bukan sekadar perayaan, tapi juga waktu untuk berbagi kasih Tuhan kepada sesama,” ujarnya.
Ia berharap perayaan Natal 2025 dapat semakin memperkuat persatuan antarwarga, khususnya di Kota Bengkulu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA