INDOZONE.ID - Mengetahui usia kehamilan sangat penting untuk memantau perkembangan janin dan menentukan jadwal pemeriksaan ke dokter atau bidan.
Dengan mengetahui usia kehamilan, ibu juga dapat memperkirakan waktu persalinan serta memahami perubahan yang terjadi selama masa kehamilan.
Lalu, bagaimana cara menghitung usia kehamilan dengan benar? Berikut penjelasan lengkapnya.
Baca juga: Banyak Kehamilan Usia Dini di Indonesia, Dokter: Kurangnya Edukasi Seks
Apa Itu Usia Kehamilan?
Usia kehamilan adalah lamanya waktu kehamilan yang dihitung sejak hari pertama terakhir (HPHT) hingga hari ini.
Metode ini umum digunakan oleh tenaga medis meskipun pembuahan biasanya terjadi sekitar dua minggu setelah haid terakhir.
Bagaimana Cara Menghitung Usia Kehamilan?
Untuk menghitung usia kehamilan, metode yang banyak digunakan saat ini adalah patokan pada tanggal menstruasi terakhir.
Hari pertama haid terakhir (HPHT) dianggap sebagai hari pertama usia kehamilan.
Biasanya, seorang wanita akan menjalani kehamilan sekitar 280 hari atau 40 minggu sejak HPHT.
Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghitung usia kehamilan.
1. Cara Menghitung Usia Kehamilan Berdasarkan HPHT
Cara paling umum dan mudah dilakukan adalah menggunakan metode HPHT. Berikut langkah-langkahnya:
- Tentukan tanggal hari pertama haid terakhir.
- Hitung jumlah minggu dari tanggal tersebut hingga hari ini.
- Setiap 7 hari dihitung sebagai 1 minggu kehamilan.
Contoh:
Jika HPHT jatuh pada 1 Januari dan hari ini tanggal 1 Maret, maka usia kehamilan adalah sekitar 8 minggu.
Baca juga: Berapa Kali USG yang Dianjurkan Dokter Selama Masa Kehamilan?
2. Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan Rumus Naegele
Rumus Naegele sering digunakan untuk memperkirakan hari perkiraan lahir (HPL), sekaligus mengetahui usia kehamilan.
Rumusnya:
- HPL = HPHT + 7 hari − 3 bulan + 1 tahun
Contoh:
HPHT: 10 Februari 2025
HPL: 17 November 2025
Dari perhitungan ini, usia kehamilan dapat dihitung mundur dari HPL atau dihitung langsung sejak HPHT.
3. Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan USG
Selain HPHT, usia kehamilan juga dapat dihitung melalui pemeriksaan USG, terutama pada trimester pertama.
USG dapat memperkirakan usia janin berdasarkan ukuran dan perkembangan organ tubuhnya.
Metode ini biasanya lebih akurat bagi ibu yang memiliki siklus haid tidak teratur atau lupa tanggal HPHT.
Perbedaan Usia Kehamilan dan Usia Janin
Perlu diketahui, usia kehamilan dan usia janin tidaklah sama:
- Usia kehamilan dihitung sejak HPHT.
- Usia janin dihitung sejak terjadinya pembuahan, biasanya sekitar 2 minggu lebih muda dari usia kehamilan.
Baca juga: 10 Makanan dan Minuman yang Bisa Membantu Cegah Kehamilan
Tips Agar Perhitungan Usia Kehamilan Lebih Akurat
Agar perhitungan lebih tepat, perhatikan hal berikut:
- Catat tanggal haid terakhir secara rutin
- Lakukan pemeriksaan kehamilan sejak dini
- Konsultasikan hasil perhitungan dengan dokter atau bidan
- Lakukan USG sesuai jadwal yang dianjurkan
Cara menghitung usia kehamilan dapat dilakukan dengan beberapa metode, mulai dari menghitung berdasarkan HPHT, menggunakan rumus Naegele, hingga pemeriksaan USG.
Mengetahui usia kehamilan sejak awal akan membantu ibu hamil memantau perkembangan janin dan mempersiapkan persalinan dengan lebih baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Whattoexpect.com