Senin, 26 JANUARI 2026 • 13:30 WIB

Mengenal Benjolan di Ketiak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Author

Mengenal Benjolan di Ketiak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya (freepik)

INDOZONE.ID - Menemukan benjolan asing di tubuh, terutama di area ketiak, sering membuat cemas yang luar biasa. Namun, tidak semua benjolan di ketiak menandakan kondisi serius.

Ketiak adalah area yang kompleks karena mengandung banyak kelenjar getah bening, kelenjar keringat, dan jaringan lemak, sehingga benjolan kecil bisa muncul sebagai reaksi alami tubuh terhadap infeksi ringan atau iritasi kulit.

Di artikel ini, Indozone akan membahas penyebab, gejala, dan cara aman mengobati benjolan di ketiak, sehingga kamu bisa memahami kondisi ini dan mengambil langkah tepat untuk menjaga kesehatan kulit.

Penyebab Umum Benjolan di Ketiak

Benjolan di ketiak dapat disebabkan oleh faktor ringan hingga kondisi medis yang memerlukan perhatian khusus:

1. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening (Limfadenopati)

Sering terjadi saat tubuh sedang melawan infeksi (seperti flu atau infeksi luka di tangan). Kelenjar ini bertindak sebagai penyaring bakteri dan virus. 

2. Hidradenitis Suppurativa

Kondisi kronis di mana terjadi penyumbatan dan peradangan pada kelenjar keringat yang menyebabkan benjolan menyerupai jerawat atau bisul yang sering kambuh.

3. Lipoma (Benjolan Lemak)

Lipoma adalah benjolan lunak yang terbentuk dari sel lemak. Lipoma biasanya bergerak jika ditekan, tidak nyeri, dan bersifat jinak.

4. Kista

Kista adalah kantong berisi cairan atau material setengah padat yang terbentuk di bawah kulit. Kista di ketiak biasanya tidak berbahaya tetapi bisa membesar dan terasa nyeri jika teriritasi.

5. Reaksi Alergi 

Penggunaan deodoran, sabun, atau deterjen tertentu dapat memicu iritasi dan pembengkakan kelenjar di ketiak.

6. Kanker atau Limfoma

Meskipun jarang, benjolan di ketiak bisa menjadi tanda kondisi serius seperti kanker payudara atau limfoma. Benjolan yang keras, tumbuh cepat, atau disertai gejala lain harus segera diperiksakan ke dokter.

7. Infeksi Bakteri atau Jamur

Penggunaan alat cukur yang tidak steril atau kondisi ketiak yang lembap dapat memicu infeksi pada pori-pori kulit.

Baca juga: Banyak yang Enggak Sadar, Begini Ciri-ciri Benjolan pada Kanker Limfoma Hodgkin

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Mengenali karakteristik benjolan dapat membantu dokter mendiagnosis penyebabnya. Gejala yang umum ditemukan yaitu:

1. Benjolan Keras dan Tidak Bergerak

Benjolan yang keras dan tetap di tempatnya, tidak bisa digerakkan, bisa menandakan pertumbuhan abnormal atau kanker.

2. Pertumbuhan Cepat

Benjolan yang muncul tiba-tiba dan bertambah besar dalam beberapa minggu bisa menjadi pertanda infeksi serius atau tumor ganas.

3. Rasa Nyeri atau Sensasi Tertekan

Benjolan yang terasa sakit atau nyeri, ketika disentuh bisa menandakan adanya infeksi atau peradangan. Infeksi kulit, folikulitis, atau abses ketiak biasanya disertai nyeri, kemerahan, dan terkadang keluarnya nanah.

4. Perubahan Warna Kulit di Sekitar Benjolan

Kulit di sekitar benjolan yang berubah warna menjadi kemerahan atau muncul luka terbuka dapat menunjukkan adanya peradangan atau infeksi.

Jika muncul nanah, lecet, atau kulit terkelupas, ini menandakan benjolan kamu perlu ke dokter.

5. Perubahan Tekstur atau Bentuk Benjolan

Benjolan yang awalnya kecil, lunak, atau halus tapi kemudian menjadi keras, tidak rata, atau berbentuk tidak normal perlu diperhatikan.

Perubahan tekstur atau bentuk ini bisa menjadi tanda benjolan jinak berubah menjadi lebih serius.

6. Gejala Sistemik

Beberapa kondisi serius tidak hanya terlihat di benjolan, tetapi juga memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan. Waspadai gejala tambahan seperti:

  • Demam yang berkepanjangan tanpa sebab jelas.
  • Keringat malam berlebihan.
  • Penurunan berat badan drastis.
  • Rasa lelah atau lemah yang terus-menerus.

Baca juga: 7 Penyebab Benjolan di Leher, Apakah Bisa Menjadi Tumor?

Cara Mengobati Benjolan di Ketiak

Pengobatan benjolan di ketiak tergantung penyebabnya. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Perawatan Mandiri di Rumah (Untuk Kasus Ringan)

Jika benjolan disebabkan oleh iritasi, kista kecil, atau infeksi ringan (seperti bisul awal), Anda bisa melakukan:

  • Kompres Hangat: Tempelkan kain yang telah direndam air hangat ke area ketiak selama 10–15 menit, sebanyak 3–4 kali sehari. Ini membantu melancarkan sirkulasi darah dan mempercepat penyusutan benjolan.

  • Menjaga Kebersihan Ketiak: Pastikan area ketiak tetap kering dan bersih. Hindari mencukur bulu ketiak atau menggunakan deodoran yang mengandung parfum tajam untuk sementara waktu agar iritasi tidak semakin parah.

  • Obat Pereda Nyeri: Jika benjolan terasa senut-senut atau nyeri, Anda bisa meminum obat bebas seperti Paracetamol atau Ibuprofen.

2. Pengobatan Medis oleh Dokter

Jika perawatan rumahan tidak membuahkan hasil, dokter akan menyarankan tindakan berikut sesuai penyebabnya:

  • Antibiotik: Jika benjolan disebabkan oleh infeksi bakteri (seperti abses atau kelenjar getah bening yang terinfeksi), dokter akan memberikan antibiotik minum atau salep.

  • Prosedur Drainase (Insisi): Untuk benjolan yang berisi nanah (abses) yang besar dan nyeri, dokter akan melakukan sayatan kecil untuk mengeluarkan nanah secara steril agar luka bisa sembuh.

  • Suntikan Kortikosteroid: Digunakan untuk meredakan peradangan pada kasus Hidradenitis Suppurativa atau kista yang meradang hebat.

  • Operasi Pengangkatan: Dilakukan jika benjolan adalah Lipoma (benjolan lemak) atau Kista yang terus membesar dan mengganggu ruang gerak lengan.

  • Kemoterapi atau Radioterapi: Langkah ini diambil jika hasil biopsi menunjukkan bahwa benjolan tersebut bersifat ganas (kanker).

Baca juga: 7 Penyakit Menular yang hingga Kini Belum Ada Obatnya, Apa Saja?

Cara terbaik mengatasi benjolan di ketiak adalah memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapat penanganan tepat.

Dengan pencegahan dan pemeriksaan rutin, benjolan bisa dideteksi lebih awal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthline

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU