INDOZONE.ID - Selama ini, menjaga pola makan, kerap dikaitkan dalam upaya menjaga berat badan dan kesehatan tubuh secara umum.
Namun, tahukah kamu, apa yang dikonsumsi sehari-hari rupanya sangat berpengaruh terhadap kesehatan gigi, khususnya enamel gigi atau lapisan terluar gigi?
Untuk memahami jenis makanan dan minuman yang dapat mempercepat pengikisan enamel, Konsultan Senior Bidang Prostodonsia di Indraprastha Apollo Hospital, New Delhi, Dr Ashish Kakar, memberikan pemaparannya.
Enamel, ‘Zirah’ Pelindung Gigi
Dikutip dari Hindustan Times, Kakar menjelaskan, enamel berperan sebagai lapisan pelindung utama gigi. Ia mengibaratkannya sebagai ‘zirah’ yang bekerja tanpa henti setiap hari.
“Enamel melindungi gigi dari asam dan bakteri agar tidak menembus lapisan gigi yang lebih dalam. Selain itu, enamel membantu mengisolasi gigi dari perubahan suhu serta menyerap tekanan saat mengunyah dan menggertakkan gigi,” ujarnya.
Baca juga: 7 Makanan yang Bisa Bikin Gigi Lebih Putih Alami, Say Goodbye To Bleaching!
Namun, berbagai kebiasaan yang tampak sepele, mulai dari minum air lemon di pagi hari, mengonsumsi smoothie buah beri, hingga menikmati teh di sore hari, dapat secara perlahan mengikis lapisan enamel.
Mengapa Enamel Gigi Harus Dijaga?
Menurut Dr Kakar, kerusakan enamel bukan perkara sepele. Namun, sesuatu yang perlu mendapatkan perhatian serius.
“Enamel tidak memiliki sel hidup. Ketika lapisan ini terkikis, ia tidak bisa tumbuh kembali. Inilah masalah utamanya,” jelasnya.
Artinya, sekali enamel rusak, kondisi tersebut bersifat permanen. Karena itu, pencegahan menjadi satu-satunya cara untuk menjaga kekuatan enamel dalam jangka panjang.
Makanan dan Minuman yang Perlu Dibatasi
Dr Kakar mengungkapkan, makanan asam tidak hanya berasal dari minuman bersoda atau produk kemasan. Banyak bahan alami yang sering dikonsumsi sehari-hari juga bersifat asam.
“Makanan asam tidak terbatas pada cola atau minuman kemasan. Jeruk, tomat, cuka, buah beri, bahkan beberapa jenis sambal dan chutney juga termasuk makanan asam,” katanya.
Ia menjelaskan, tingkat keasaman diukur berdasarkan pH, di mana nilai di bawah 7 tergolong asam. Semakin rendah nilai pH, semakin kuat sifat asamnya.
“Air lemon memiliki pH sekitar 2. Jus jeruk berada di kisaran pH 3–4. Bahkan hidangan berbasis tomat seperti sambhar atau chaat bisa masuk kategori asam,” ucapnya.
Proses Enamel Menipis yang Sering Tak Disadari
Paparan asam yang berulang, membuat enamel menjadi lunak sementara. Masalah muncul ketika seseorang langsung menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan asam.
“Banyak orang mengira, menyikat gigi segera setelah makan adalah kebiasaan yang baik. Padahal, pada kondisi enamel yang sedang lunak, menyikat gigi justru bisa mengikis lapisan tersebut secara permanen,” jelas Dr Kakar.
Dalam jangka panjang, enamel akan menipis, gigi tampak lebih kuning karena lapisan dentin terlihat, sensitivitas meningkat, dan kilau alami gigi pun memudar.
Baca juga: Jangan Abai! Ini 3 Kesalahan Umum Saat Sikat Gigi yang Bisa Merusak Kesehatan Mulut
Lima Tanda Awal Enamel Mulai Terkikis
Kerusakan enamel tidak selalu terlihat jelas di tahap awal. Namun, ada beberapa tanda yang patut diwaspadai, antara lain:
- Gigi tampak kusam atau kehilangan kilau alaminya.
- Warna gigi menguning karena dentin mulai terlihat.
- Ujung gigi, terutama gigi depan, tampak membulat atau transparan.
- Gigi lebih mudah terkelupas atau retak kecil.
- Muncul sensitivitas terhadap makanan atau minuman panas, dingin, maupun manis.
Cara Melindungi Enamel: Pola Makan, Kebersihan, dan Teknik Menyikat Gigi
Menurut Kakar, pencegahan adalah kunci utama menjaga enamel tetap sehat. Berikut, beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan:
1. Pola makan
- Kombinasikan makanan asam dengan makanan rendah asam seperti keju, susu, atau mentimun untuk membantu
- menyeimbangkan pH mulut.
- Konsumsi makanan kaya kalsium seperti yoghurt, paneer, dan sayuran hijau untuk memperkuat enamel.
- Gunakan sedotan saat minum minuman asam agar kontak langsung dengan gigi berkurang.
- Perbanyak minum air putih, untuk membantu membersihkan sisa asam dan mendukung produksi air liur.
2. Kebersihan mulut
- Kebersihan mulut bukan sekadar soal napas segar, tetapi juga melindungi lapisan gigi yang tidak bisa tumbuh kembali.
- Lakukan pemeriksaan gigi secara rutin untuk mendeteksi tanda awal kerusakan enamel.
- Hindari kebiasaan ngemil terlalu sering agar enamel memiliki waktu untuk pulih.
- Biasakan berkumur setelah makan, tanpa langsung menyikat gigi.
3. Teknik menyikat gigi
- Tunda menyikat gigi setidaknya 30 menit setelah mengonsumsi makanan asam.
- Gunakan sikat gigi berbulu lembut.
- Sikat gigi dengan gerakan memutar secara perlahan, bukan menyamping.
- Pilih pasta gigi berfluoride atau yang diformulasikan untuk memperkuat enamel.
- Sikat gigi dua kali sehari, pagi dan sebelum tidur.
- Ganti sikat gigi setiap tiga bulan atau lebih cepat jika bulu sikat sudah rusak.
Dengan memahami peran enamel dan kebiasaan yang memengaruhinya, menjaga kesehatan gigi bukan lagi soal estetika semata, tetapi investasi penting untuk kesehatan jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times