INDOZONE.ID - Siapa sih yang gak suka minum segelas minuman manis dengan topping kenyal yang bikin nagih ini? Minuman boba kekinian ini memang jadi favorit banyak orang, apalagi saat cuaca panas atau butuh mood booster cepat.
Namun di balik rasanya yang lezat, boba menyimpan kandungan gula, kalori, dan kafein yang tidak bisa dianggap sepele. Jika dikonsumsi terlalu sering, minuman ini bisa memberi dampak serius bagi kesehatan tubuh kamu lho.
Oleh karena itu, penting untuk memahami apa saja efek yang bisa terjadi, agar kamu tetap bisa menikmati boba dengan lebih bijak. Berikut pejelasannya.
1. Obesitas
Boba memang manis dan menyenangkan, tapi di balik itu semua gula dan kalori yang ada di dalamnya sangat tinggi. Satu gelas boba bahkan bisa melampaui batas konsumsi gula harian yang dianjurkan, sehingga tubuh perlahan menyimpan lemak berlebih.
Jadi jika kamu terus konsumsi minuman ini, maka akan memicu kenaikan berat badan yang drastis atau obesitas. Tak hanya itu saja, kadar gula tinggi juga dapat merusak gigi dan memicu gigi berlubang.
2. Diabetes
Perlu kamu tahu, kalau boba terbuat dari pati singkong dengan indeks glikemik tinggi yang cepat menaikkan gula darah. Saat dikonsumsi terlalu sering, maka tubuhmu dipaksa bekerja keras mengatur kadar gula, hingga akhirnya berisiko mengalami resistensi insulin.
Baca juga: Remaja Ini Baru Sadar Menderita Diabetes Tipe 1, Usai Sering Minum Boba Tubuh Terasa Aneh
Kondisi ini merupakan pintu awal menuju diabetes tipe 2, yang sering muncul tanpa disadari. Lonjakan gula darah yang berulang juga bisa membuat tubuh cepat lelah dan mudah lapar.
Jika terus terjadi, kontrol gula darah akan terganggu dan kesehatan metabolik ikut menurun.
3. Metabolisme Terganggu
Di balik teksturnya yang kenyal, mutiara boba hampir tidak mengandung serat, vitamin, maupun protein yang dibutuhkan tubuh. Artinya, tubuh kamu akan menerima banyak kalori, tetapi miskin nutrisi penting untuk menjaga energi dan daya tahan.
Jika terlalu sering dikonsumsi, tubuh kamu bisa menjadi lebih mudah lelah dan metabolisme tidak bekerja optimal. Kekurangan serat juga dapat berdampak pada kesehatan pencernaan dan keseimbangan gula darah.
Dalam jangka panjang, pola konsumsi seperti ini bisa memicu gangguan metabolik.
4. Gangguan Pencernaan
Mengonsumsi boba berlebihan bisa membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat. Kandungan pati tapioka yang tinggi ini dapat memicu sembelit, perut kembung, hingga rasa tidak nyaman pada perut.
Baca juga: Benarkah Boba Lebih Berbahaya Dibandingkan Minuman Pemanisnya?
Pada beberapa orang, minuman yang terlalu manis juga bisa menyebabkan mual dan gangguan pencernaan lainnya. Jika sering terjadi, kondisi ini bisa mengganggu kesehatan usus dan pola buang air besar.
Penting untuk memperhatikan reaksi tubuh agar masalah pencernaan tidak berkembang menjadi lebih serius.
5. Jantung Berdebar dan Gangguan tidur
Sebagian besar minuman boba dibuat dari teh atau kopi yang mengandung kafein, sehingga efeknya tidak bisa dianggap sepele. Jika dikonsumsi berlebihan, kafein dapat memicu jantung berdebar, gelisah, sakit kepala, hingga sulit tidur.
Kurang tidur yang berlangsung lama ini dapat berdampak pada kesehatan jantung, konsentrasi, dan keseimbangan hormon. Selain itu, kafein juga bisa menyebabkan dehidrasi ringan jika diminum terlalu sering.
Bagi yang sensitif terhadap kafein, konsumsi boba terutama di sore atau malam hari sebaiknya dibatasi, agar tubuh tetap stabil dan sehat.
Jadi boba memang enak dan sesekali menikmatinya bukanlah masalah, selama dikonsumsi dengan batas yang wajar ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline