Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 09:15 WIB

Sering Mendengkur? Bisa Jadi Tanda Sleep Apnea yang Diam-diam Merusak Jantung

Author

ilustrasi orang mengalami sleep apnea (Freepik/DC Studio)

INDOZONE.ID - Mendengkur bukan sekadar gangguan tidur. Dalam banyak kasus, kondisi ini menjadi tanda adanya gangguan pernapasan serius yang dikenal sebagai obstructive sleep apnea (OSA) atau sleep apnea obstruktif. 

Gangguan tersebut dapat menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan, terutama sistem kardiovaskular.

Dikutip dari Medical Daily, sleep apnea terjadi ketika saluran napas tersumbat berulang kali saat tidur, menyebabkan jeda pernapasan sementara. 

Setiap kali napas terhenti, tubuh akan bereaksi dengan meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah untuk mengembalikan kadar oksigen. 

Respons stres yang terjadi berulang kali ini, jika dibiarkan, dapat merusak pembuluh darah dan mengganggu irama jantung.

Baca juga: Alami Obstructive Sleep Apnea, Berikut Ini 4 Efek Bahaya Bagi Kesehatan

Risiko Penyakit Jantung dan Gangguan Metabolik

Berdasarkan rangkuman studi yang dipublikasikan oleh American Heart Association, sleep apnea yang tidak ditangani secara signifikan, meningkatkan risiko tekanan darah tinggi (hipertensi), fibrilasi atrium, serangan jantung, hingga stroke. 

Kondisi kekurangan oksigen berulang di malam hari (hipoksia) memicu peradangan kronis, mempercepat penumpukan plak di pembuluh darah, serta mengganggu fungsi metabolisme tubuh.

Ilustrasi penyakit jantung. (Freepik)

Dampaknya tidak berhenti pada penyakit jantung. Sleep apnea juga memperburuk resistensi insulin, sehingga menyulitkan pengendalian diabetes. 

Penumpukan lemak di hati, dapat berlangsung lebih cepat, dan disfungsi ereksi menjadi lebih sering terjadi, akibat terganggunya aliran darah.

Sejumlah studi jangka panjang menunjukkan, penderita sleep apnea tingkat sedang hingga berat yang tidak menjalani pengobatan, memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan populasi umum.

Diagnosis dan Pilihan Pengobatan Sleep Apnea

Para ahli menegaskan, diagnosis sleep apnea tidak dapat ditegakkan hanya berdasarkan keluhan mendengkur. Pemeriksaan objektif sangat diperlukan untuk memastikan kondisi ini.

Salah satu metode utama adalah pemeriksaan tidur semalaman atau sleep study, yang memantau pola pernapasan, kadar oksigen, aktivitas otak, serta irama jantung selama tidur.

Hasil pemeriksaan tersebut, akan menghasilkan Apnea-Hypopnea Index (AHI), yaitu indikator yang menentukan tingkat keparahan sleep apnea dan pilihan terapi yang tepat.

Menurut American Academy of Sleep Medicine, terapi berbasis bukti ternyata efektif menurunkan gangguan pernapasan, dan risiko kesehatan terkait, antara lain:

  • Polisomnografi, sebagai standar emas diagnosis komprehensif.
  • Tes tidur di rumah untuk pasien berisiko sedang tanpa kondisi medis kompleks.
  • Terapi CPAP (Continuous Positive Airway Pressure), yang menjaga saluran napas tetap terbuka dengan tekanan udara stabil.
  • Penggunaan CPAP secara konsisten, dapat menurunkan gangguan napas hingga 95 persen.
  • Alat oral untuk kasus ringan hingga sedang, yang membantu memposisikan rahang agar saluran napas terbuka.
  • Terapi posisi tidur, terutama menghindari tidur telentang.
  • Penyesuaian masker dan tekanan udara guna meningkatkan kenyamanan dan kepatuhan pasien.
  • Penanganan dini yang membantu memulihkan siklus tidur normal dan mencegah komplikasi.

Baca juga: 7 Cara Menghilangkan Ngorok Saat Tidur agar Tidak Mendengkur

Perubahan Gaya Hidup Dapat Bantu Kurangi Keparahan Sleep Apnea

Selain terapi medis, perubahan gaya hidup berperan besar dalam mengendalikan sleep apnea. Kelebihan berat badan dapat mempersempit saluran napas.

Sehingga, penurunan berat badan, entah itu dalam jumlah kecil, dapat memberikan perbaikan signifikan.

Mengurangi konsumsi alkohol, membantu mencegah relaksasi otot berlebihan yang memperburuk sumbatan jalan napas. Tidur menyamping dapat mengurangi tekanan gravitasi pada saluran napas.

Sementara meninggikan posisi kepala, membantu meredakan hidung tersumbat dan iritasi akibat refluks asam lambung.

Aktivitas fisik rutin, meningkatkan pemanfaatan oksigen dan menurunkan peradangan. Berhenti merokok juga berperan penting dalam mengurangi pembengkakan saluran napas, dan memperbaiki kesehatan pernapasan secara keseluruhan.

Perubahan gaya hidup ini, dapat meningkatkan efektivitas pengobatan, bahkan dalam beberapa kasus mengurangi ketergantungan pada alat bantu.

Kenapa Deteksi Dini Sleep Apnea Bisa Selamatkan Nyawa?

Kesadaran dini terhadap gejala sleep apnea memungkinkan penanganan sebelum terjadi kerusakan permanen. Mendengkur yang disertai henti napas, bukanlah masalah sepele.

Tapi, merupakan sinyal bahwa tubuh kesulitan mempertahankan keseimbangan oksigen setiap malam.

Jika tidak ditangani, akumulasi stres pada tubuh dapat mempercepat penyakit jantung, penurunan fungsi kognitif, serta gangguan metabolik. 

Sebaliknya, diagnosis tepat waktu, terapi yang efektif, dan kebiasaan hidup sehat, dapat memulihkan kualitas tidur dan aliran oksigen.

Dengan penanganan yang tepat, tidur tidak lagi menjadi ancaman tersembunyi. Melainkan, kembali berfungsi sebagai proses pemulihan yang penting bagi kesehatan dan ketahanan tubuh jangka panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical Daily

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU