INDOZONE.ID - Puasa Ramadhan memang sering membuat jam tidur agak berantakan. Baru juga pejam mata, eh sudah harus bangun lagi untuk sahur.
Kalau pola tidur kamu nggak diatur dengan benar, kurang tidur bisa membuat badan lemas, kepala pusing, sampai kerja jadi nggak fokus. Makanya, penting banget mengatur pola tidur agar tetap fit selama puasa dan aktivitas tetap jalan.
Tips Mengatur Pola Tidur Selama Puasa
Nah, ini dia tipsnya agar tidur tetap aman dan energi nggak drop seharian.
Baca juga: Batas Waktu Sahur yang Benar! Penting Banget Biar Puasa Tetap Sah
1. Tidur Lebih Awal
Setelah berbuka dan salat tarawih, usahakan jangan kebablasan begadang. Scroll media sosial, menonton film, tahu-tahu sudah jam 12 malam.
Biasakan langsung bersiap tidur lebih cepat agar tubuh punya waktu istirahat cukup sebelum sahur.
Contoh: selesai tarawih jam 20.30, santai sebentar, lalu sudah di kasur maksimal jam 21.30–22.00.
2. Manfaatkan Tidur Siang
Kalau malamnya kurang, kamu bisa menyicil energi lewat power nap 20–30 menit. Singkat tapi lumayan banget untuk ningkatin fokus dan stamina.
Contoh: istirahat siang jam 12.30, tidur sebentar sampai jam 13.00, lalu lanjut kerja dengan kepala lebih fresh.
Tapi ingat, jangan kebablasan sampai satu jam lebih karena malah akan membuat pusing dan susah tidur malam.
3. Ciptakan Lingkungan Tidur yang Nyaman
Kamar yang sejuk, gelap, dan tenang itu membantu untuk meningkatkan kualitas tidur. Pakai bantal dan kasur yang nyaman, biar badan benar-benar bisa istirahat.
Contoh: matikan lampu utama, pakai lampu tidur redup, nyalakan kipas atau AC secukupnya, dan jauhkan suara notifikasi HP. Kalau mau, bisa juga coba aromaterapi atau dengar suara alam biar makin cepat terlelap.
4. Kurangi Konsumsi Kafein dan Gula
Minum kopi atau teh manis berlebihan di malam hari bisa membuat mata melek terus, karena kafein itu efeknya tahan lama di tubuh.
Contoh: hindari minum kopi setelah berbuka. Kalau mau minuman hangat, pilih air putih hangat atau susu.
5. Tetapkan Jadwal Tidur yang Konsisten
Coba biasakan tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari. Walaupun puasa, tubuh tetap butuh ritme yang stabil.
Contoh: kalau sudah terbiasa tidur jam 22.00 dan bangun jam 03.30 buat sahur, pertahankan jadwal itu, bahkan di akhir pekan. Dengan cara seperti ini, tubuh jadi lebih cepat adaptasi dan rasa lemas di siang hari bisa berkurang.
Baca juga: Jarang Diketahui, Selain “Allahumma Laka Sumtu” Ternyata Ada 4 Doa Berbuka Puasa Lainnya
6. Hindari Makan Berat Sebelum Tidur
Makan berat tepat sebelum tidur akan membuat sistem pencernaan masih kerja keras saat tubuh harusnya istirahat.
Contoh: setelah tarawih, hindari makan besar lagi. Kalau lapar, cukup camilan ringan seperti buah atau yogurt. Untuk energi, fokus penuhi kebutuhan nutrisi saat sahur dan berbuka dengan menu seimbang.
7. Kurangi Gadget Sebelum Tidur
Cahaya biru dari layar ponsel atau laptop bisa menghambat produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang bantu kita mengantuk.
Contoh: 30–60 menit sebelum tidur, matikan HP atau aktifkan mode silent, lalu ganti dengan baca buku ringan atau dzikir santai. Mata akan lebih rileks, tidur pun jadi lebih cepat.
8. Lakukan Aktivitas Fisik yang Teratur
Olahraga ringan tetap penting walaupun lagi puasa, karena gerak sedikit bisa bantu tubuh lebih rileks dan tidur lebih nyenyak.
Contoh: jalan kaki 15–20 menit setelah berbuka atau stretching ringan sebelum tidur. Tapi jangan olahraga berat menjelang tidur, karena detak jantung yang masih tinggi justru bikin susah merem.
Baca juga: Tips Ampuh Hilangkan Cegukan Saat Puasa Secara Alami
9. Hindari Stres Berlebihan
Stres akan membuat pikiran muter terus dan akhirnya susah tidur. Kalau dibiarkan, badan akan jadi semakin capek keesokan harinya.
Contoh: sebelum tidur, coba tarik napas dalam-dalam beberapa kali, atau tulis hal-hal positif yang kamu syukuri hari itu.
Puasa bukan alasan untuk jadi loyo seharian. Dengan pola tidur yang lebih teratur dan kebiasaan kecil yang konsisten, badan tetap bisa fit dan produktif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Klinik Utama CITO