Minggu, 22 FEBRUARI 2026 • 15:15 WIB

Terapi Sauna untuk Kesehatan Jantung, Beneran Ampuh atau Cuma Tren?

Author

ruangan sauna/pixabay.com

INDOZONE.ID - Terapi sauna selama ini dikenal sebagai cara relaksasi untuk melepas penat. Namun, penelitian terbaru menunjukkan, manfaatnya bisa melampaui sekadar membantu tubuh rileks. 

Sejumlah studi menyebutkan, terapi sauna secara rutin, berpotensi mendukung kesehatan kardiovaskular, menurunkan risiko kematian secara keseluruhan.

Bahkan, rutin sauna juga dinilai dapat mengurangi kemungkinan terjadinya penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Meski terlihat sederhana, para ahli menegaskan, terapi sauna sebaiknya dilakukan dengan cara yang tepat agar manfaatnya optimal dan tetap aman.

Dokter spesialis bedah kardiotoraks, Jeremy London, membagikan pengetahuannya terkait menjalani terapi sauna, di akun Instagram pribadinya.

Ia menyoroti berbagai potensi manfaat bagi kesehatan jantung, dan kesehatan secara umum.

Baca juga: Apakah Sauna Efektif untuk Menurunkan Berat Badan? Ini Penjelasannya

Dalam sebuah video yang dibagikan melalui akun media sosial pribadinya, London menjelaskan, terapi sauna secara rutin terbukti berkaitan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular, dan angka kematian akibat berbagai penyebab.

Jika kamu tertarik mencoba terapi sauna, mulailah secara bertahap. Tingkatkan durasi atau suhu secara perlahan sesuai toleransi tubuh,” ujar London, dikutip dari Hindustan Times.

Pentingnya Topi Sauna untuk Toleransi Panas

Langkah pertama dalam protokol yang diterapkan London adalah, menggunakan topi sauna. Menurutnya, topi ini membantu meningkatkan toleransi terhadap panas, dengan melindungi rambut dan kulit kepala dari suhu berlebih.

Perlindungan tersebut membantu menjaga suhu kepala tetap stabil, sehingga seseorang dapat bertahan lebih lama di dalam sauna, tanpa merasa tidak nyaman.

Ilustrasi sauna. (freepik.com)

Hidrasi dan Elektrolit: Kunci Mencegah Dehidrasi

Sama seperti saat berolahraga intens, sesi sauna memicu keringat dalam jumlah besar. London menyebutkan, seseorang bisa kehilangan hingga sekitar satu kilogram berat badan, akibat hilangnya cairan selama sesi sauna.

Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga hidrasi dengan mengonsumsi sekitar 700 hingga 950 mililiter air setelah sesi sauna.

Selain itu, tubuh juga perlu mengganti elektrolit penting seperti natrium, kalium, dan magnesium yang hilang melalui keringat.

Menurutnya, kekurangan elektrolit dapat menyebabkan kram otot, termasuk kram kaki pada malam hari. Oleh sebab itu, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, menjadi langkah penting dalam terapi sauna yang aman.

Suhu, Durasi, dan Frekuensi yang Dianjurkan

Tiga pertanyaan utama terkait terapi sauna adalah: seberapa panas, berapa lama, dan seberapa sering?

Dr. London merekomendasikan suhu antara 80 hingga 90 derajat Celsius. Durasi yang disarankan adalah 10 hingga 20 menit per sesi, dengan frekuensi tiga hingga empat kali per minggu.

Menurutnya, pola tersebut dapat memicu pelepasan protein kejut panas (heat shock proteins) secara konsisten.

Baca juga: Wanita Hamil Trimester Awal Disarankan Hindari Sauna, Ini Sebabnya

Protein ini diyakini, berperan dalam menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, serta penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan demensia.

Ia juga menambahkan, sejumlah bukti ilmiah menunjukkan, sauna tradisional Finlandia kemungkinan memberikan manfaat lebih besar, dibandingkan sauna inframerah, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Manfaat Tambahan: Waktu untuk Diri Sendiri

Selain manfaat fisiologis, terapi sauna juga memberikan efek psikologis positif. Bagi London, sesi sauna menjadi waktu berharga untuk menyendiri dan beristirahat dari rutinitas sehari-hari.

Ia menyimpulkan, terapi sauna merupakan rutinitas yang relatif sederhana, didukung oleh data ilmiah yang terus berkembang, serta memberikan efek menyegarkan bagi tubuh dan pikiran.

Catatan

Meski memiliki potensi manfaat, terapi sauna tidak cocok untuk semua orang. Individu dengan kondisi medis tertentu, seperti gangguan jantung berat atau tekanan darah tidak stabil, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum memulai terapi ini.

Pendekatan yang bertahap, menjaga hidrasi, serta memperhatikan respons tubuh, menjadi kunci agar terapi sauna dapat memberikan manfaat maksimal tanpa risiko kesehatan.

Secara keseluruhan, terapi sauna rutin berpotensi menjadi bagian dari gaya hidup sehat, khususnya dalam mendukung kesehatan jantung.

Namun, penerapannya tetap perlu dilakukan dengan bijak dan sesuai anjuran ahli.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hindustan Times

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU