Minggu, 22 FEBRUARI 2026 • 17:15 WIB

Konsumsi Roti Gandum Tiap Hari, Aman atau Bikin Gula Darah Naik?

Author


Ilustrasi roti gandum. (freepik.com)

INDOZONE.ID - Roti gandum atau roti berbahan dasar tepung terigu, kerap menjadi makanan pokok harian, termasuk di Indonesia dan India.

Namun, apakah roti yang dikonsumsi setiap hari benar-benar sehat?

Menurut Dokter Spesialis Gastroenterologi, Shubham Vatsya, konsumsi roti gandum murni, dapat berdampak pada lonjakan kadar gula darah, terutama pada penderita diabetes.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam sebuah episode podcast bersama YouTuber India, Ranveer Allahbadia. Kala itu, mereka membahas berbagai persoalan kesehatan umum yang sering dihadapi masyarakat.

Baca juga: Enak dan Sehat, Ini 5 Manfaat Roti Gandum Utuh untuk Kesehatan

Roti Gandum dan Lonjakan Gula Darah

Dalam perbincangan tersebut, Vatsya menyarankan masyarakat untuk meninjau kembali kebiasaan mengonsumsi roti berbahan dasar gandum murni. 

Menurut dokter yang telah berpengalaman lebih dari 10 tahun di Fortis Hospital, India ini, jenis roti tersebut cenderung menyebabkan peningkatan gula darah secara cepat.

Ia bahkan menyarankan, agar konsumsi roti gandum murni dikurangi, bahkan dihentikan, terutama bagi individu dengan gangguan metabolik seperti diabetes.

Roti gandum utuh kaya serat. (freepik.com)

Dikutip dari Hindustan Times, secara ilmiah, gandum termasuk dalam kategori karbohidrat kompleks. Berdasarkan informasi dari MedlinePlus, karbohidrat kompleks tersusun atas rantai molekul gula yang panjang dan kompleks.

Sementara itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan, karbohidrat kompleks umumnya mengandung serat dan pati yang dicerna lebih lambat oleh tubuh.

Sehingga, kenaikan gula darah terjadi lebih bertahap dibandingkan karbohidrat sederhana.

Namun, dr. Vatsya menilai, dalam praktik sehari-hari, roti gandum murni tetap dapat memicu lonjakan insulin yang cukup signifikan, khususnya pada penderita diabetes atau individu dengan resistensi insulin.

Alternatif yang Lebih Ramah Gula Darah

Sebagai alternatif, dr. Vatsya merekomendasikan beberapa jenis biji-bijian lain yang dinilai lebih baik untuk metabolisme tubuh.

Bagi penderita diabetes, ia menyarankan konsumsi roti berbahan dasar jowar (sorgum). Menurutnya, jowar memiliki respons insulin yang lebih stabil dibandingkan gandum.

Untuk individu yang ingin meningkatkan asupan protein, ia menyarankan millet atau bajra (sejenis jewawut). 

Sementara bagi mereka yang mengalami kekurangan zat besi, roti berbahan dasar ragi (finger millet) dinilai lebih bermanfaat karena kandungan zat besinya yang lebih tinggi.

Apabila sulit untuk sepenuhnya menghentikan konsumsi gandum, dr. Vatsya menyarankan solusi kompromi, yakni mencampurkan tepung gandum dengan tepung dari biji-bijian lain. 

Cara ini dapat membantu menurunkan indeks glikemik makanan secara keseluruhan, dan mengurangi lonjakan gula darah.

Baca juga: Jadi Pengganti Gandum, Ini Manfaat Sorgum untuk Kesehatan: Cocok Buat Penderita Diabetes

Pemilihan Karbohidrat untuk Kesehatan Metabolik Penting

Penyesuaian sederhana dalam memilih jenis biji-bijian, dapat menjadi strategi praktis untuk menjaga kesehatan metabolik jangka panjang. 

Dengan memilih sumber karbohidrat yang lebih bersahabat terhadap gula darah, individu dapat membantu mengelola respons insulin sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi tertentu, seperti protein atau zat besi.

Meski demikian, para ahli tetap menekankan pentingnya konsultasi dengan tenaga medis, atau ahli gizi sebelum melakukan perubahan pola makan secara signifikan, terutama bagi penderita diabetes atau kondisi kesehatan tertentu.

Kesimpulannya, roti gandum bukanlah makanan yang sepenuhnya “buruk”, tetapi cara pengolahan, jumlah konsumsi, dan kondisi kesehatan individu sangat menentukan dampaknya terhadap tubuh. 

Pemilihan alternatif biji-bijian, dapat menjadi langkah bijak untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil, dan mendukung kesehatan secara menyeluruh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hindustan Times

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU