INDOZONE.ID - Aneurisma aorta abdominal adalah, kondisi medis berupa pelebaran abnormal pada bagian bawah aorta, yakni arteri utama terbesar dalam tubuh manusia.
Aorta berfungsi mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh, melewati rongga dada hingga ke perut (abdomen).
Kondisi ini berbahaya karena jika pembesaran pembuluh darah tersebut pecah (ruptur), dapat menyebabkan perdarahan hebat yang mengancam jiwa.
Penanganan aneurisma aorta abdominal bergantung pada ukuran, dan kecepatan pertumbuhannya. Mulai dari pemantauan rutin hingga tindakan operasi darurat.
Baca juga: 4 Penyakit yang Dapat Terjadi Saat Kamu Mengalami Nyeri Perut
Apa Itu Aneurisma Aorta Abdominal?
Abdominal aortic aneurysm adalah pelebaran pada dinding aorta di area perut. Sebagian besar aneurisma berkembang secara perlahan, dan kerap tidak menimbulkan gejala, sehingga sering kali sulit terdeteksi sejak dini.
Sebagian aneurisma tetap berukuran kecil dan tidak pernah pecah, tetapi sebagian lainnya, dapat membesar seiring waktu, bahkan dalam tempo cepat.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Karena sering tidak menimbulkan tanda awal, aneurisma aorta abdominal kerap ditemukan secara tidak sengaja melalui pemeriksaan pencitraan medis.
Namun, jika aneurisma membesar, gejala yang mungkin muncul meliputi:
- Nyeri dalam dan menetap di area perut atau sisi perut
- Nyeri punggung
- Sensasi berdenyut atau bergetar di dekat pusar
Jika muncul nyeri mendadak yang sangat hebat, terutama di perut atau punggung, segera cari pertolongan medis. Sebab, hal tersebut dapat menandakan aneurisma pecah.
Penyebab dan Faktor Risiko
Aneurisma dapat terjadi di bagian mana pun dari aorta, tetapi paling sering muncul di area perut.
Beberapa penyebab dan kondisi yang berkontribusi antara lain:
- Aterosklerosis (pengerasan arteri), yaitu penumpukan lemak dan zat lain pada dinding arteri
- Tekanan darah tinggi, yang dapat melemahkan dinding aorta
- Penyakit pembuluh darah, yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan
- Infeksi pada aorta (kasus jarang)
- Cedera fisik, seperti akibat kecelakaan kendaraan bermotor
Siapa yang Berisiko?
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami aneurisma aorta abdominal:
1. Merokok
Merokok merupakan faktor risiko terkuat. Zat dalam tembakau dapat melemahkan dinding pembuluh darah dan meningkatkan risiko pecahnya aneurisma.
Pria berusia 65–75 tahun yang pernah merokok dianjurkan menjalani skrining ultrasonografi satu kali untuk mendeteksi kondisi ini.
2. Usia
Kondisi ini paling sering terjadi pada individu berusia 65 tahun ke atas.
3. Jenis Kelamin
Pria lebih sering mengalami aneurisma aorta abdominal dibandingkan perempuan.
4. Riwayat Keluarga
Memiliki anggota keluarga dengan riwayat aneurisma meningkatkan risiko.
5. Riwayat Aneurisma Lain
Penderita aneurisma di bagian aorta dada (thoracic aortic aneurysm) atau pembuluh darah besar lainnya memiliki risiko lebih tinggi.
Baca juga: Kenali Gejala Diseksi Aorta Sejak Dini untuk Cegah Komplikasi yang Berbahaya
Komplikasi Berbahaya
Komplikasi utama aneurisma aorta abdominal adalah:
- Diseksi aorta, yaitu robekan pada lapisan dinding aorta
- Ruptur (pecahnya aneurisma)
Ruptur dapat menyebabkan perdarahan internal hebat, yang mengancam jiwa. Gejalanya meliputi:
- Nyeri mendadak dan sangat hebat di perut atau punggung, terasa seperti robekan
- Tekanan darah rendah
- Denyut nadi cepat
Selain itu, aneurisma juga meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah. Jika bekuan terlepas, dapat menyumbat pembuluh darah di bagian tubuh lain seperti kaki, ginjal, atau organ perut.
Pencegahan dan Pengelolaan
Untuk mencegah aneurisma aorta abdominal atau mencegahnya memburuk, beberapa langkah berikut dianjurkan:
- Berhenti Merokok: Menghentikan konsumsi tembakau merupakan langkah paling penting. Hindari pula paparan asap rokok.
- Pola Makan Sehat: Konsumsi buah dan sayuran beragam, biji-bijian utuh, ikan, ayam tanpa lemak, serta produk susu rendah lemak. Batasi lemak jenuh, lemak trans, dan asupan garam.
- Kontrol Tekanan Darah dan Kolesterol: Gunakan obat sesuai anjuran dokter untuk menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol tetap stabil.
- Rutin Berolahraga: Lakukan aktivitas fisik aerobik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu. Bagi yang belum aktif, mulai secara bertahap dan konsultasikan dengan tenaga medis.
Oleh karena itu, aneurisma aorta abdominal merupakan kondisi serius yang sering berkembang tanpa gejala. Deteksi dini melalui skrining, terutama pada kelompok berisiko, sangat penting untuk mencegah komplikasi fatal.
Perubahan gaya hidup sehat seperti berhenti merokok, menjaga tekanan darah, serta rutin berolahraga dapat membantu menurunkan risiko.
Jika kamu memiliki faktor risiko, konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayo Clinic