INDOZONE.ID - Gejala stenosis aorta sering kali terlihat pada saat penyakit sudah dalam stadium lanjut. Terutama pada wanita, banyak gejala yang tidak spesifik dan sering diabaikan.
Seorang ahli jantung memberikan saran agar wanita lanjut usia dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan memperhatikan gejalanya.
Jantung memiliki beberapa bagian vital yang mempunyai fungsinya masing-masing. Salah satunya adalah katup aorta yang mengalirkan darah dari bilik (ventrikel) kiri ke pembuluh darah aorta.
Baca Juga: Duduk Terlalu Lama? Hati-hati Reisiko Gagal Jantung!
Saat bagian ini tidak bisa membuka dengan maksimal atau terjadi penyempitan, maka kondisi inilah yang disebut sebagai stenosis aorta.
Stenosis Aorta merupakan salah satu jenis penyakit katup jantung (valvular heart disease). Simak di bawah ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai stenosis aorta.
Mengenal Stenosis Aorta. (freepik.com)
Aortic stenosis atau biasa dikenal dengan stenosis aorta merupakan kondisi di mana katup aorta yang menghubungkan bilik jantung bagian kiri (ventrikel kiri) dengan pembuluh darah arteri utama tubuh (aorta) menyempit atau tidak bisa membuka dengan maksimal.
Setiap katup di dalam jantung mempunyai tutup yang bisa membuka dan menutup setiap kali jantung berdetak. Biasanya, katup ini tidak bisa berfungsi dengan baik seperti tidak bisa membuka sepenuhnya atau tidak menutup dengan rapat.
Ketika hal ini sudah terjadi, aliran darah kamu akan terganggu dan menjadi tidak lancar.
Penderita aortic stenosis akan dibiasakan bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh melalui katup yang menyempit ini. Seiring berjalannya waktu, kondisi jantung akan mengalami pembengkakan karena beban kerja yang semakin memberat.
Diagnosis sejak dini sangatlah penting, karena memungkinkan dokter bisa membantu pasien mengelola kondisi apa pun yang bisa menyebabkan endapan kalsium, mengendalikan kadar kolesterol, dan menyarankan perubahan gaya hidup seperti berhenti merokok, untuk memperlambat perkembangan penyakit.
Pengobatan stenosis aorta melibatkan penggunaan diuretik untuk mengurangi retensi cairan tubuh, serta obat-obatan lain untuk mengontrol detak jantung, menurunkan tekanan darah, dan memperlebar pembuluh darah.
Tujuan utama pengobatan ini adalah mengelola gejala dan mencegah komplikasi, namun tidak dapat menghentikan progres penyakit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Cnalifestyle.channelnewsasia.com