INDOZONE.ID - Luka bakar itu termasuk kejadian yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Bisa karena kesiram air panas, kena minyak goreng, uap panas, api, sampai menyentuh permukaan yang lagi panas.
Namun yang jadi permasalahan, masih banyak mitos yang beredar soal penanganannya. Mulai dari oleskan pasta gigi, mentega, kopi, sampai minyak. Padahal, cara-cara itu justru bisa membuat kondisi luka semakin parah.
Menurut dr. Caroline Dewi, Sp.BP-RE, pertolongan pertama yang benar itu sangat penting. Kalau ditangani dengan tepat sejak awal, risiko infeksi bisa ditekan dan proses penyembuhan jadi lebih cepat.
Baca juga: 7 Makanan yang Bikin Kenyang Tahan Lama saat Puasa, Auto Kuat Sampai Magrib!
Pertolongan Pertama Luka Bakar di Rumah
Kalau kejadian di rumah, jangan panik dan lakukan langkah berikut.
1. Jauhkan Sumber Panasnya
Langkah pertama, hentikan paparan panasnya terlebih dahulu.
- Lepaskan pakaian yang terbakar (kecuali kalau lengket di kulit, jangan dipaksa)
- Lepas perhiasan seperti cincin atau gelang
- Longgarkan benda yang ketat di area luka
Langkah ini penting agar nggak ada panas yang terus terkunci dan menempel di kulit.
2. Siram dengan Air Mengalir
Langsung alirkan air bersih yang mengalir ke area luka selama kurang lebih 20-30 menit.
Jangan gunakan sesuatu yang dingin, karena air es atau kompres es langsung ke luka justru bisa memperparah kerusakan jaringan. Tujuan air mengalir ini untuk menghentikan proses panas yang masih tersimpan di kulit.
Baca juga: Apakah Mata Juling Bisa Disembuhkan? Ini Penjelasan Lengkapnya
3. Siapkan P3K di Rumah
Idealnya memang selalu punya stok obat oles atau krim khusus luka bakar di kotak P3K rumah. Jadi kalau kejadian, nggak perlu panik berlebih dan sudah memiliki obatnya. Tapi tetap pastikan produk yang dipakai memang sesuai anjuran medis.
Kesalahan yang Paling Sering Terjadi
Kesalahan yang sering terjadi ketika menangani luka bakar adalah mengoleskan pasta gigi, mentega, minyak, kecap, atau bahan dapur lainnya ke luka bakar. Padahal, bahan-bahan itu tidak steril, bisa memerangkap panas di kulit, hingga meningkatkan risiko infeksi
Setelah didinginkan dengan air, luka sebaiknya dibiarkan bersih dan kering. Kalau perlu, tutup ringan dengan kasa steril atau kain bersih sambil menunggu penanganan lanjutan.
Kapan Harus ke Dokter?
Nggak semua luka bakar bisa ditangani sendiri di rumah, karena ada kondisi tertentu yang wajib diperiksa tenaga medis.
Baca juga: Pasien Kanker Paru di Indonesia 10 Tahun Lebih Muda, Kasus pada Perempuan Nonperokok Meningkat
Segera cari pertolongan medis jika:
- Luka terlihat luas, dalam, atau melepuh berat
- Mengenai wajah, tangan, kaki, lipatan sendi, atau area kelamin
- Terjadi pada anak-anak, lansia, atau penderita penyakit kronis
- Disebabkan oleh listrik atau bahan kimia
- Muncul tanda infeksi seperti nyeri makin parah, kemerahan meluas, keluar nanah, atau demam
Walaupun terlihat ringan, luka bakar tetap bisa menimbulkan efek lanjutan seperti infeksi, nyeri berkepanjangan, atau kontraktur.
Pertolongan pertama yang tepat itu memiliki prinsip yang sederhana, hentikan sumber panas, siram air mengalir, jaga tetap bersih, dan cari bantuan medis jika perlu. Karena dalam kasus luka bakar, langkah awal yang benar bisa membuat perbedaan besar dalam proses penyembuhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Tzu Chi Hospital