INDOZONE.ID - Belakangan ini, tren kopi susu gula aren bukan hanya ramai di media sosial, tapi juga ikut diseret ke isu kesehatan.
Ada yang mengungkap minuman favorit ini bisa memicu diabetes sampai penyakit ginjal. Lalu, apakah benar kopi gula aren seberbahaya itu?
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal-Hipertensi lulusan Universitas Hassanudin, dr. Dina Nilasari, Ph.D, Sp.PD, K-GH, menjelaskan bahwa yang perlu diluruskan adalah bukan semata-mata karena gula aren atau kopinya, tapi karena konsumsi gula berlebihan dalam jangka panjang.
Baca juga: Jangan Salah Langkah, Ini Pertolongan Pertama Luka Bakar Sesuai Anjuran Medis
“Kalau kita mengkonsumsi terlalu banyak gula, maka gula yang tidak sesuai dengan kebutuhan harian, itu akan menyebabkan gangguan di kemudian hari, diabetes, kemudian mengalami perusahaan ginjal. Untuk gula aren sendiri, dia tidak secara spesifik langsung merusak ginjal, tapi ini adalah sesuatu yang jangka panjang,” ujarnya.
Artinya, anggapan bahwa satu gelas kopi gula aren langsung memicu kerusakan ginjal itu tidak tepat. Namun jika minuman manis ini dikonsumsi terus-menerus dengan kadar gula tinggi, risikonya bisa meningkat seiring waktu.
Masalahnya Ada di Kelebihan Gula
Jika gula aren ini dikonsumsi melebihi kebutuhan tubuh, dampaknya risiko diabetes meningkat, dan dalam jangka panjang bisa berdampak pada fungsi ginjal. Menurut dr. Dina, konsumsi sesekali sebenarnya tidak masalah.
“Kalau dikonsumsi sesekali juga itu gak masalah, kecuali dikonsumsinya berlebihan setiap hari, itu baru akan memberikan masalah,” jelasnya.
Batas Aman Konsumsi Gula
Soal batas konsumsi, dr. Dina mengingatkan ada rekomendasi yang sebaiknya jadi acuan untuk konsumsi gula harian.
“Jadi untuk gula, bukan hanya kopi gula aren, tapi untuk gula itu allowance setiap hari 50 gram, 50 gram gula yang boleh kita konsumsi setiap harinya, itu berdasarkan WHO,” tegas dr. Dina.
Baca juga: MyINDAH Diet: Solusi Digital untuk Pola Makan Sehat dan Berkelanjutan Kolaborasi Indonesia-Australia
Lima puluh gram gula per hari itu kurang lebih setara dengan 4 sampai 5 sendok makan gula. Angka ini juga bukan hanya dari kopi saja, tapi total dari semua makanan dan minuman manis yang dikonsumsi dalam sehari.
Kalau satu gelas kopi susu gula aren sudah mengandung gula dalam jumlah besar, sementara di hari yang sama masih memakan dessert atau minum minuman manis lain, total asupannya bisa dengan mudah melewati batas.
Jadi, Benarkah Bisa Picu Diabetes dan Sakit Ginjal?
Jawabannya bisa, kalau dikonsumsi berlebihan dan terus-menerus. Kelebihan gula dalam jangka panjang dapat memicu diabetes.
Sementara diabetes adalah salah satu penyebab utama penyakit ginjal kronis. Jadi kaitannya memang ada, tapi bukan karena gula aren secara spesifik, melainkan karena pola konsumsi gula yang tidak terkontrol.
Baca juga: Kenapa Ambeien Bisa Terjadi di Usia Muda? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
“Kalau doyan kopi, yang paling baik adalah gak pakai gula,” saran dr. Dina.
Tren kopi susu gula aren tidak otomatis berbahaya, namun yang perlu diwaspadai adalah kebiasaan minum manis setiap hari tanpa memperhitungkan total asupan gula.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung