INDOZONE.ID - Transformasi digital ternyata nggak cuma soal aplikasi belanja atau ojek online. Di sektor pangan, teknologi juga mulai dimanfaatkan untuk mendorong pola makan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Salah satu contohnya adalah riset kolaboratif Indonesia–Australia bertajuk MyINDAH Diet.
Riset ini didukung oleh KONEKSI, kemitraan pengetahuan Australia–Indonesia, dan hasilnya dipaparkan dalam diskusi Connect! #10 bertema "Powering Healthy and Sustainable Diets Through Inclusive Digital Transformation" yang digelar di Hotel Mercure Gatsu.
Baca juga: Protein atau Serat Saat Sarapan? Ini yang Lebih Ampuh Buat Diet!
MyINDAH Diet (Solusi Digital yang Inklusif untuk Pola Makan Sehat dan Berkelanjutan serta Ketahanan Pangan dalam Sistem Pangan Perkotaan dan Peri-Perkotaan di Pulau Jawa) bukan sekadar aplikasi biasa. Platform ini berbasis komunitas dan dirancang untuk:
Platform ini memanfaatkan data, cerita dari masyarakat, hingga pemodelan untuk memastikan solusi yang dihasilkan benar-benar relevan dengan kondisi di lapangan.
Dalam sambutannya, perwakilan dari Kementerian PPN/Bappenas menegaskan bahwa transformasi sistem pangan harus dilakukan secara menyeluruh dan inklusif.
Indonesia saat ini menghadapi tantangan ganda, yakni masih tingginya angka malnutrisi dan stunting serta meningkatnya obesitas dan konsumsi pangan olahan berlebih.
"Kegiatan Connect! #10 ini menjadi contoh nyata dari model kemitraan pengetahuan yang diharapkan dapat memperkuat siklus knowledge-to-policy dan knowledge-to-innovation, agar hasil riset tidak berhenti di laporan, tetapi benar-benar berkontribusi pada kebijakan publik dan kesejahteraan masyarakat," ujar Perencana Ahli Pertama Direktorat Pendidikan Tinggi dan IPTEK Wening Aulia Zulkarnain.
Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan bahwa 1 dari 5 balita masih mengalami stunting, sementara 37,8 persen orang dewasa mengalami kelebihan berat badan. Artinya, masalah gizi kita bukan cuma kekurangan makan, tapi juga salah pola makan.
Sejak dimulai pada 2024, MyINDAH Diet berkembang menjadi gerakan kolaboratif lintas bidang, mulai dari nutrisi, pertanian, teknologi, kebijakan, hingga ilmu sosial. Inisiatif ini melibatkan sembilan lembaga ternama, yaitu:
Program ini sudah dijalankan di berbagai wilayah perkotaan dan peri-perkotaan di Pulau Jawa, seperti Jabodetabek, Bandung Raya, D.I. Yogyakarta, hingga kawasan Gerbangkertosusilo.
Baca juga: 5 Minuman Pagi yang Bikin Badan Langsing, Siap Dukung Diet Kamu!
Menurut A/Prof Risti Permani dari The University of Queensland, MyINDAH Diet lahir bukan cuma untuk menghadirkan teknologi canggih, tapi juga membangun ekosistem pangan yang adil dan partisipatif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release