INDOZONE.ID - Kanker usus merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai karena terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal di usus besar hingga membentuk jaringan kanker. Gejalanya dapat berupa perubahan pola buang air besar, adanya darah pada tinja, hingga rasa tidak nyaman atau nyeri di perut.
Meski terdengar serius, peluang kesembuhan kanker usus sebenarnya cukup besar jika terdeteksi sejak dini. Penanganan seperti operasi sering dilakukan dan, dalam banyak kasus, dapat meningkatkan peluang kesembuhan hingga sekitar 50 persen. Walau penyebab pastinya belum diketahui, para ahli telah mengidentifikasi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker usus.
Berikut beberapa faktor yang patut diperhatikan:
1. Usia di Atas 50 Tahun
Risiko kanker usus cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah memasuki usia 50 tahun. Meski begitu, bukan berarti orang yang lebih muda sepenuhnya bebas dari risiko.
Dalam beberapa tahun terakhir, kasus kanker usus pada usia yang lebih muda juga mulai ditemukan. Selain itu, penyakit ini dilaporkan lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita.
2. Faktor Genetik
Sebagian kecil kasus kanker usus berkaitan dengan kondisi genetik yang diturunkan dalam keluarga. Diperkirakan sekitar lima persen kasus terjadi karena mutasi gen tertentu.
Beberapa sindrom turunan yang dapat meningkatkan risiko antara lain Lynch syndrome, Gardner syndrome, fibrosis kistik, dan Peutz-Jeghers syndrome. Kondisi ini dapat memicu perubahan jaringan di usus yang berpotensi berkembang menjadi kanker.
Baca juga: Tanda-tanda Kanker Usus Besar, Jangan Anggap Remeh karena Bisa Muncul di Usia Muda!
3. Obesitas
Kelebihan berat badan tidak hanya berdampak pada kesehatan jantung, tetapi juga berhubungan dengan meningkatnya risiko kanker usus.
Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan obesitas memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kanker usus, bahkan sebelum usia 50 tahun. Hal ini diduga berkaitan dengan tingginya kadar insulin yang dapat memicu pertumbuhan sel abnormal.
4. Diabetes
Penderita diabetes juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker usus. Tingginya kadar gula dan insulin dalam darah dapat memicu peradangan yang mempengaruhi pertumbuhan sel dalam tubuh. Kondisi tersebut membuat penderita diabetes perlu lebih memperhatikan kesehatan sistem pencernaan mereka.
5. Polip di Usus
Polip merupakan jaringan yang tumbuh secara tidak normal pada dinding usus. Meski sebagian besar bersifat jinak, beberapa jenis polip dapat berkembang menjadi kanker jika tidak ditangani.
Salah satu jenis yang sering menjadi awal kanker usus adalah polip adenoma. Semakin banyak polip yang muncul, semakin besar pula peluang berkembang menjadi kanker.
6. Penyakit Radang Usus
Gangguan pencernaan kronis seperti kolitis ulseratif dan penyakit Crohn juga dapat meningkatkan risiko kanker usus. Peradangan yang berlangsung lama pada lapisan usus dapat memicu perubahan sel yang akhirnya berkembang menjadi kanker. Karena itu, penderita penyakit ini dianjurkan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
7. Riwayat Keluarga
Memiliki anggota keluarga yang pernah didiagnosis kanker usus atau polip usus juga dapat meningkatkan risiko. Sekitar 5–10 persen kasus kanker usus berkaitan dengan faktor keturunan. Meski demikian, tidak semua orang dengan riwayat keluarga pasti mengalami kondisi yang sama. Pemeriksaan genetik bisa membantu mengetahui tingkat risikonya.
8. Pola Makan Tidak Seimbang
Kebiasaan makan rendah serat tetapi tinggi lemak dan kalori dapat meningkatkan risiko kanker usus. Konsumsi berlebihan daging merah dan daging olahan juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit ini. Sebaliknya, memperbanyak sayur, buah, dan makanan berserat dapat membantu menjaga kesehatan usus.
Baca juga: Jangan Abaikan, Ini 5 Gejala Kanker Usus Besar yang Perlu Diwaspadai
9. Jarang Bergerak
Gaya hidup yang terlalu sedentari atau minim aktivitas fisik juga berperan dalam meningkatkan risiko kanker usus. Orang yang jarang berolahraga cenderung memiliki peluang lebih tinggi terkena penyakit ini. Aktivitas sederhana seperti jogging, bersepeda, atau berenang secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan.
10. Merokok dan Konsumsi Alkohol
Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol dalam jangka panjang diketahui dapat memicu berbagai jenis kanker, termasuk kanker usus. Zat karsinogen dalam rokok dapat merusak sel tubuh, sementara alkohol yang dikonsumsi berlebihan juga berpotensi merusak jaringan tubuh.
Karena itu, menghindari rokok dan membatasi konsumsi alkohol menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan.
Pentingnya Gaya Hidup Sehat
Menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk menurunkan risiko kanker usus.
Selain itu, deteksi dini juga memiliki peran besar dalam meningkatkan peluang kesembuhan jika penyakit ini ditemukan sejak tahap awal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ciputrahospital.com