Sabtu, 21 MARET 2026 • 13:20 WIB

Jepang Resmi Gunakan Stem Cell untuk Sembuhkan Parkinson dan Gagal Jantung!

Author

illustrasi stem cell (edelweiss.id)

INDOZONE.ID - Dunia medis global kembali mencatat lompatan besar yang bersejarah.

Jepang secara resmi telah menyetujui penggunaan terapi stem cell Jepang untuk menangani penyakit Parkinson dan gagal jantung.

Persetujuan ini menjadi yang pertama di dunia dalam kategori terapi sel punca hasil rekayasa genetika yang siap diproduksi secara massal.

Langkah ini tidak hanya menjadi tonggak pencapaian bagi sistem kesehatan Jepang, tetapi juga menjadi acuan global bagi pengobatan regeneratif modern yang selama ini hanya menjadi wacana di laboratorium.

Banyak pihak menilai bahwa izin edar ini merupakan awal dari era pengobatan baru di mana jaringan tubuh yang rusak tidak lagi hanya "diobati" gejalanya, melainkan "diganti" dengan sel baru yang sehat.

Persetujuan Resmi Terapi Regeneratif Pertama di Dunia

Pemerintah Jepang melalui Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan (MHLW) memberikan izin untuk dua terapi inovatif yang sangat dinantikan.

Terapi pertama adalah Amchepry, sebuah produk medis yang dikembangkan oleh raksasa farmasi Sumitomo Pharma. Terapi ini dikhususkan bagi pasien yang menderita penyakit Parkinson tahap lanjut.

Sementara itu, inovasi kedua datang dari sektor startup medis, yakni ReHeart yang dikembangkan oleh Cuorips. Berbeda dengan obat-obatan konvensional, ReHeart hadir dalam bentuk lembaran sel otot jantung (cell sheets).

Baca juga: 13 Obat Kolesterol Alami dari Bahan Makanan, Cocok Dikonsumsi saat Lebaran

Terapi ini bekerja dengan cara ditempelkan langsung pada area jantung yang mengalami kerusakan, memicu pembentukan pembuluh darah baru, dan meningkatkan fungsi kontraktilitas jantung secara signifikan.

Persetujuan ini diberikan melalui skema "bersyarat dan terbatas waktu".

Sistem unik di Jepang ini memungkinkan teknologi medis yang sangat dibutuhkan untuk mencapai pasien lebih cepat, selama data keamanan awal telah terbukti kuat, sementara pengujian efektivitas jangka panjang terus dipantau secara ketat.

Teknologi iPSC: Fondasi Inovasi Medis Abad 21

Keberhasilan ini tidak lepas dari teknologi induced pluripotent stem cells (iPSC).

Teknologi iPSC memungkinkan sel dewasa manusia, seperti sel kulit atau darah, untuk diprogram ulang kembali ke kondisi awal yang fleksibel (pluripoten).

Setelah kembali ke titik nol, sel ini dapat diarahkan untuk berkembang menjadi jenis sel apa pun, mulai dari neuron otak hingga sel otot jantung.

illustrasi sel (hellosehat.com)

Penemuan fenomenal ini dipelopori oleh ilmuwan asal Jepang, Shinya Yamanaka, yang atas dedikasinya dianugerahi Hadiah Nobel Kedokteran pada tahun 2012.

Penggunaan iPSC dianggap jauh lebih etis dibandingkan stem cell embrio karena tidak melibatkan penghancuran embrio manusia.

Selain itu, iPSC memungkinkan adanya terapi yang sangat personal (personalized medicine) dengan risiko penolakan imun yang sangat minim karena sel berasal dari basis genetik yang kompatibel.

Efektivitas Amchepry bagi Pasien Penyakit Parkinson

Bagi penderita Parkinson, masalah utama terletak pada hilangnya sel saraf penghasil dopamin di otak.

Terapi Amchepry bekerja dengan cara menanamkan sel prekursor dopamin yang diturunkan dari iPSC langsung ke area otak yang terdampak.

Dalam uji klinis yang melibatkan tujuh pasien berusia 50 hingga 69 tahun, para peneliti menanamkan jutaan sel ke dalam otak mereka melalui prosedur bedah mikro.

Hasil pemantauan selama dua tahun menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan:

  • Keamanan Terjamin: Tidak ditemukan efek samping serius atau pertumbuhan tumor pada area penanaman.
  • Perbaikan Gejala: Empat dari tujuh pasien melaporkan perbaikan nyata pada fungsi motorik dan kontrol gerakan.

Baca juga: Cara Menetapkan Batasan Diri agar Tidak Terjebak Burnout

Meskipun sampel uji coba ini masih tergolong kecil, keberhasilan awal ini memberikan validasi kuat bahwa pengobatan regeneratif terbaru 2026 ini memiliki potensi besar untuk menggantikan ketergantungan pasien terhadap obat-obatan oral yang seringkali efektivitasnya menurun seiring waktu.

ReHeart dan Harapan Baru bagi Penderita Gagal Jantung

Gagal jantung seringkali dianggap sebagai "titik akhir" dari berbagai penyakit kardiovaskular.

Selama ini, transplantasi jantung menjadi satu-satunya solusi bagi kasus berat, namun ketersediaan donor sangatlah terbatas.

Di sinilah teknologi iPSC untuk gagal jantung melalui produk ReHeart berperan sebagai penyelamat.

Lembaran sel otot jantung ini tidak hanya berfungsi sebagai "tambalan", tetapi juga mengeluarkan protein dan faktor pertumbuhan yang merangsang regenerasi jaringan di sekitarnya.

Dengan membaiknya suplai oksigen dan nutrisi melalui pembuluh darah baru, jantung yang lemah dapat kembali memompa darah dengan lebih efisien.

Inovasi ini diperkirakan akan secara drastis mengurangi daftar tunggu transplantasi jantung di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Sciencealert.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU