Minggu, 29 MARET 2026 • 17:15 WIB

Mulai Sekarang Hindari! 5 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Picu Kanker Paru

Author

Ilustrasi kanker paru-paru (Pexels/Anna Shvets)

INDOZONE.ID - Kanker paru masih menjadi salah satu penyebab kematian akibat kanker tertinggi di dunia.

World Health Organization (WHO) menyebutkan, penyakit ini memiliki angka kematian paling tinggi, baik pada pria maupun wanita.

Deteksi dini menjadi kunci utama. Sebab, ketika kanker paru terdiagnosis pada tahap lanjut, pilihan pengobatan menjadi semakin terbatas.

Selain pemeriksaan rutin, perubahan gaya hidup, dan pengurangan faktor risiko juga dinilai sangat penting.

Seorang ahli Dokter Onkologi dari Apollo Hospitals, Vijay Agarwal, mengungkap, sejumlah kebiasaan sehari-hari yang kerap dianggap sepele, justru dapat meningkatkan risiko kanker paru secara bertahap.

Banyak kebiasaan harian yang tampak tidak berbahaya, tetapi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker paru,” ujar Agarwal, dikutip dari Hindustan Times.

Baca juga: Batuk Gak Kunjung Sembuh? Waspada 5 Tanda Awal Kanker Paru yang Jarang Disadari

Kebiasaan Sehari-hari yang Meningkatkan Risiko Kanker Paru

Berikut, lima kebiasaan yang perlu diwaspadai:

1. Merokok, meski hanya beberapa batang per hari

Asap rokok mengandung berbagai zat karsinogenik seperti benzena, formaldehida, dan nitrosamin. Bahkan, merokok dalam jumlah sedikit tetap dapat merusak sel paru secara berulang, dan meningkatkan risiko kanker dalam jangka panjang.

Tidak ada tingkat merokok yang aman, karena setiap batang rokok memberi dampak kumulatif,” ucap Agarwal menegaskan.

2. Terpapar asap rokok orang lain (perokok pasif)

Ilustrasi pria merokok. (Pexels/Maurício Eugênio)

Orang yang tidak merokok, tetapi sering terpapar asap rokok, tetap menghirup zat beracun yang sama. 

Paparan ini sering terjadi di rumah, kendaraan, maupun lingkungan kerja. Meski hanya sesekali, efeknya dapat menumpuk seiring waktu.

3. Memasak di dapur dengan ventilasi buruk

Paparan asap dari proses memasak, terutama pada suhu tinggi atau penggunaan bahan bakar seperti kayu, arang, dan minyak tanah, menghasilkan partikel halus yang dapat mengiritasi paru-paru.

Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan paru kronis. Kelompok yang paling rentan antara lain, ibu rumah tangga dan pekerja dapur.

4. Menghirup udara tercemar setiap hari

Polusi udara, khususnya partikel halus PM2.5, dapat masuk hingga ke dalam paru-paru dan memicu peradangan. 

Paparan jangka panjang diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko kanker paru, bahkan pada orang yang tidak merokok.

Sumbernya antara lain asap kendaraan, debu konstruksi, polusi industri, hingga kabut asap musiman.

5. Terpapar zat berbahaya di tempat kerja

Beberapa pekerjaan seperti konstruksi, pertambangan, pengelasan, dan manufaktur berisiko tinggi karena paparan debu, asap, dan bahan kimia berbahaya seperti silika dan asap diesel.

Paparan asbes dari bangunan lama, juga menjadi ancaman serius karena dapat merusak paru dalam jangka panjang.

Baca juga: 5 Mitos tentang Kanker Paru-paru yang Masih Banyak Dipercaya, Apa Saja?

Cara Mengurangi Risiko

Untuk menekan risiko kanker paru, Agarwal menekankan pentingnya menghentikan kebiasaan merokok. Selain itu, beberapa langkah sederhana juga dapat dilakukan, seperti:

  • Memastikan dapur memiliki ventilasi yang baik (menggunakan exhaust fan atau membuka jendela)
  • Menggunakan bahan bakar memasak yang lebih bersih
  • Memakai masker pelindung saat berada di lingkungan berdebu atau tercemar

Langkah-langkah ini dinilai dapat membantu mengurangi paparan zat berbahaya yang berkontribusi terhadap kerusakan paru.

Pentingnya Kesadaran Dini

Kanker paru sering berkembang tanpa gejala awal yang jelas. Oleh karena itu, meningkatkan kesadaran terhadap faktor risiko, menjadi langkah penting dalam pencegahan.

Dengan mengenali kebiasaan yang berisiko dan melakukan perubahan gaya hidup sejak dini, peluang untuk menjaga kesehatan paru dan mencegah komplikasi serius, dapat ditingkatkan secara signifikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hindustan Times

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU