Selasa, 07 APRIL 2026 • 16:30 WIB

Tak Sekadar Mengganggu, Bau Busuk Berdampak pada Fisik dan Mental

Author

Ilustrasi Bau (Freepik)

INDOZONE.ID - Bau tak sedap dari lingkungan sekitar bisa menjadi gangguan serius bagi kehidupan sehari-hari. Bahkan, dalam kondisi tertentu, aroma menyengat yang terus-menerus terpapar dapat memicu rasa mual, ketidaknyamanan, hingga mengganggu aktivitas di dalam rumah.

Bau Tak Sedap Picu Berbagai Keluhan Kesehatan

Sejumlah studi mengaitkan bau tak sedap di lingkungan perkotaan dengan berbagai keluhan kesehatan, mulai dari sakit kepala, mual, hingga kesulitan bernapas dan gangguan tidur. Bau juga dapat menimbulkan dampak mental dan fisiologis yang bertahan lama.

Indra penciuman manusia berevolusi sebagai sistem peringatan dini untuk membantu menghindari penyakit atau infeksi. Sesuatu yang berbau busuk biasanya mengandung bakteri berbahaya. Mekanisme ini dikenal sebagai bagian dari sistem kekebalan perilaku.

Baca juga: 7 Tips Praktis Agar Rumah Tetap Harum dan Bebas dari Bau Tidak Sedap

Respon Tubuh Terhadap Bau Terjadi Sangat Cepat

Penelitian oleh Johan Lundström, profesor ilmu penciuman di Karolinska Institute, Swedia, menunjukkan bahwa sinyal bau diproses otak dalam waktu sekitar 300 milidetik setelah dihirup.

Dalam studi tersebut, partisipan yang terpapar bau tidak sedap menunjukkan respons fisik cepat, secara naluriah menjauh dari sumber bau.

Ketika bau dikaitkan dengan ancaman, sensitivitas manusia terhadapnya juga bisa meningkat drastis. Dalam salah satu penelitian, Lundstrom menemukan bahwa bau yang dipasangkan dengan sengatan listrik dapat terdeteksi pada konsentrasi jauh lebih rendah.

Dampak Kesehatan Dipengaruhi Tingkat Kecemasan

Besarnya dampak kesehatan juga dipengaruhi oleh tingkat kekhawatiran seseorang terhadap bau tersebut.

“Dampak kesehatan dimediasi oleh rasa tidak suka atau ketakutan individu terhadap suatu bau,” ujar Pamela Dalton, psikolog kognitif di Monell Chemical Senses Center.

Semakin tinggi kecemasan terhadap bau, semakin besar pula dampaknya terhadap kesehatan dan kesejahteraan.

Mengubah Gaya Hidup Secara Tidak Sehat

Ilustrasi Wanita India Menahan Bau Tidak Sedap. (Foto: Freepik )

Paparan bau busuk yang terus-menerus dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Kondisi ini bahkan bisa memaksa seseorang mengubah gaya hidup secara tidak sehat.

Misalnya, menutup jendela saat cuaca panas, menghindari aktivitas di luar ruangan, atau mengurangi interaksi sosial demi menghindari bau.

Baca juga: Air Sumur Bau Comberan? Ini Penyebab dan Cara Cara Mengatasinya

Tidak Semua Orang Mencium Bau yang Sama

Respons terhadap bau tidak selalu sama pada setiap orang. Faktor seperti usia, jenis kelamin, alergi, hingga kebiasaan merokok memengaruhi sensitivitas penciuman.

Bau juga bisa datang dan pergi, tergantung arah angin atau lokasi tertentu di lingkungan. Selain itu, kawasan dengan ekonomi lebih rendah sering kali lebih dekat dengan sumber bau, seperti tempat pembuangan sampah atau industri.

Indra Penciuman Tetap Penting untuk Kesehatan

Meski mengganggu, indra penciuman yang berfungsi baik tetap menjadi bagian penting dari kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan penciuman tajam cenderung lebih menikmati makanan, bahkan kehidupan seksual.

Sebaliknya, sekitar 5 persen orang yang kehilangan indra penciuman berisiko mengalami dampak kesehatan lebih luas. Studi juga mengaitkan gangguan penciuman dengan peningkatan risiko kematian hingga 46 persen dalam 10 tahun pada orang dewasa lanjut usia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Bbc.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU