Rabu, 08 APRIL 2026 • 17:20 WIB

Apa Itu Golden Blood? Kenali Golongan Darah Super Langka yang Dijuluki “Emas”

Author

ilustrasi golden blood (freepik)

INDOZONE.ID - Di tengah berbagai jenis golongan darah yang umum dikenal seperti A, B, AB, dan O, ada satu jenis yang begitu langka hingga dijuluki golden blood

Istilah ini bukan sekadar kiasan, tapi benar-benar menggambarkan betapa berharganya darah tersebut di dunia medis. 

Karena kelangkaannya, setiap tetesnya bisa menjadi penentu hidup bagi pasien lain. Lalu, sebenarnya apa itu golden blood dan kenapa bisa begitu istimewa? Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Golden Blood (Rh-null)?

Golden blood adalah golongan darah yang tidak memiliki antigen rhesus (Rh) sama sekali pada sel darah merahnya.

Dalam sistem rhesus, biasanya seseorang memiliki antigen seperti Rh+ atau Rh-.

Namun, pada kondisi Rh-null, seluruh antigen tersebut tidak ada. Hal inilah yang membuatnya sangat unik.

Tanpa antigen rhesus, darah ini bisa diterima oleh siapa saja dalam sistem Rh, sehingga sering disebut sebagai “donor universal untuk sistem rhesus.”

Dalam situasi darurat, golden blood bisa menyelamatkan banyak nyawa yang sulit menemukan kecocokan darah.

Kenapa Disebut “Darah Emas”?

Julukan “emas” bukan tanpa alasan. Selain sangat langka, golden blood punya nilai medis yang luar biasa tinggi.

Darah ini bisa digunakan untuk pasien dengan kondisi langka lainnya yang kesulitan mendapatkan donor yang cocok.

Namun, di balik keistimewaannya, ada sisi lain yang cukup ironis. Jadi pemilik golden blood justru berada dalam posisi rentan.

Baca juga:  Golongan Darah yang Lebih Berisiko Terserang Stroke Dini

Mereka hanya bisa menerima transfusi dari sesama pemilik Rh-null yang jumlahnya sangat sedikit di dunia. 

Artinya, dalam kondisi darurat, akses darah yang kompatibel bisa menjadi tantangan besar.

Risiko bagi Pemilik Golden Blood

Meski terdengar istimewa, pemilik golden blood ternyata juga menghadapi sejumlah risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap sepele.

Salah satunya adalah anemia hemolitik yang umumnya sudah dialami sejak lahir, di mana sel darah merah lebih cepat rusak sehingga kadar hemoglobin menjadi rendah.

Kondisi ini bisa membuat tubuh mudah lelah, lemas, dan terlihat pucat jika tidak ditangani dengan baik. Selain itu, tantangan terbesar muncul saat pemilik golden blood membutuhkan transfusi darah.

Paparan darah dengan antigen Rh dari orang lain dapat memicu sistem imun membentuk antibodi sebagai bentuk penolakan.

Reaksi ini berisiko menyebabkan komplikasi serius, sehingga proses mencari donor yang benar-benar cocok menjadi sangat sulit dan krusial.

Baca juga: 4 Alasan Mengapa Golongan Darah O Lebih Sering Digigit Nyamuk, Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Risiko lain juga muncul saat kehamilan. Pada ibu dengan golden blood, jika janin memiliki Rh positif, tubuh bisa menganggapnya sebagai ancaman dan memproduksi antibodi yang berbahaya bagi janin.

Tanpa penanganan medis yang tepat, kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi hingga keguguran. 

Kenapa Golden Blood Penting untuk Dunia Medis?

Golden blood bukan hanya langka, tapi juga sangat berharga untuk penelitian dan pengobatan.

Para ilmuwan mempelajari golongan darah ini untuk memahami lebih dalam tentang sistem imun, transfusi, hingga potensi terapi di masa depan.

Dalam dunia medis, keberadaan pemilik golden blood sering terhubung dalam jaringan global donor langka.

Mereka bukan hanya pasien, tapi juga “penyelamat” bagi orang lain yang memiliki kondisi serupa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dinkes.acehbaratdayakab.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU