INDOZONE.ID - Masalah jantung, terutama penyakit jantung koroner, jadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Kondisi ini biasanya terjadi karena adanya penyumbatan di pembuluh darah akibat penumpukan plak atau kolesterol.
Untuk mengatasinya, ada dua tindakan medis yang cukup umum dilakukan, yaitu bypass jantung dan pasang ring jantung. Meski tujuannya sama, ternyata cara kerja dan prosesnya beda jauh, lho.
Baca juga: Bolehkah Mandi saat Cacar Air? Ini Tips Aman dan Penjelasan Lengkapnya
Beda Bypass dan Pasang Ring Jantung
Agar kamu nggak bingung, berikut adalah perbedaan keduanya dari beberapa aspek penting.
1. Kondisi yang Ditangani
Pasang ring jantung biasanya digunakan untuk kasus penyumbatan yang masih ringan sampai sedang. Bahkan, prosedur ini sering jadi solusi cepat saat kondisi darurat seperti serangan jantung.
Selain itu, tindakan ini juga dilakukan jika nyeri dada nggak membaik meski sudah minum obat atau ubah gaya hidup.
Sementara itu, bypass jantung dilakukan untuk kondisi yang lebih serius. Misalnya, saat penyumbatan terjadi di banyak pembuluh darah atau di pembuluh utama, dokter biasanya akan menyarankan operasi bypass.
Baca juga: Apakah Vitiligo Bisa Sembuh atau Hanya Dikontrol? Ini Faktanya
2. Teknik yang Digunakan
Pasang ring jantung termasuk tindakan minim invasif. Dokter akan memasukkan kateter ke pembuluh darah, lalu memasang stent (ring) untuk membuka sumbatan. Prosesnya relatif lebih simpel tanpa harus operasi besar.
Berbeda dengan bypass jantung yang termasuk operasi besar. Dokter akan membuat jalan baru untuk aliran darah dengan mengambil pembuluh darah dari bagian tubuh lain, biasanya dari kaki, agar aliran darah bisa melewati jalur alternatif.
3. Durasi Prosedur
Dari segi waktu, pasang ring jauh lebih cepat. Biasanya hanya butuh sekitar 30 menit hingga 2 jam, tergantung kondisi pasien.
Sedangkan, bypass jantung butuh waktu lebih lama karena termasuk operasi terbuka. Prosesnya bisa memakan waktu sekitar 3 sampai 6 jam.
4. Waktu Pemulihan
Pasang ring memiiki waktu pemulihan yang lebih singkat, dengan pasien biasanya hanya perlu dirawat beberapa hari sebelum boleh pulang.
Sementara bypass jantung butuh recovery yang lebih lama. Rawat inap bisa lebih dari seminggu, dan pemulihan total biasanya butuh waktu sekitar 4 hingga 6 minggu.
5. Risiko Komplikasi
Karena prosedurnya minim invasif, pasang ring cenderung memiliki risiko komplikasi yang lebih rendah.
Meski begitu, tetap ada kemungkinan seperti perdarahan, penggumpalan darah, atau gangguan irama jantung.
Sedangkan bypass jantung memiliki risiko lebih tinggi karena operasi besar. Risiko yang bisa terjadi antara lain infeksi, perdarahan, hingga komplikasi lain seperti pneumonia atau gangguan organ.
Baca juga: Jangan Makan Berlebih, Ini Bahaya Kol Goreng bagi Kesehatan
6. Efektivitas Jangka Panjang
Dari segi ketahanan, bypass jantung biasanya lebih tahan lama untuk mencegah penyumbatan ulang.
Sementara pasang ring umumnya efektif dalam beberapa tahun, tergantung kondisi pasien dan gaya hidup setelah tindakan.
Prosedur bypass jantung dan pasang ring jantung ini memiliki fungsi yang sama tapi digunakan untuk kondisi yang berbeda. Makanya, penting untuk konsultasi ke dokter agar tahu mana yang paling sesuai dengan kondisi kamu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: RS Pondok Indah