Ilustrasi Cacar Air. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Masih banyak yang bingung, apakah cacar air boleh mandi atau malah harus dihindari? Apalagi saat lihat bintil di kulit, rasanya takut semakin parah kalau kena air.
Faktanya, mandi justru penting untuk jaga kebersihan dan bantu proses penyembuhan, lho.
Jawabannya, boleh. Penderita cacar air tetap dianjurkan untuk mandi, asalkan dilakukan dengan cara yang benar. Mandi bisa bantu mengurangi rasa gatal, menjaga kulit tetap bersih, dan mencegah infeksi tambahan.
Nah, agar tetap aman, ini dia beberapa tips mandi saat cacar air yang wajib kamu tahu.
Air hangat bisa bantu menenangkan kulit dan mengurangi rasa gatal. Tapi ingat, jangan terlalu panas atau terlalu dingin karena bisa membuat kulit semakin iritasi.
Gunakan sabun yang gentle, tanpa alkohol atau bahan keras. Sabun bayi atau sabun khusus kulit sensitif jadi pilihan aman agar kulit nggak tambah kering atau perih.
Baca juga: 10 Pandemi Terburuk yang Pernah Terjadi di Dunia, Apa Saja?
Jangan digosok, meskipun gatal. Cukup bersihkan dengan cara pelan-pelan agar bintil nggak pecah dan risiko infeksi bisa diminimalkan.
Setelah mandi, jangan langsung digosok pakai handuk. Cukup ditepuk-tepuk lembut agar kulit tetap aman dan nggak iritasi.
Jika gatal semakin parah, bisa gunakan losion calamine untuk bantu meredakan. Tapi, hindari asal pakai obat atau salep tanpa rekomendasi dokter.
Selain mandi yang benar, ada beberapa hal penting yang juga perlu kamu perhatikan biar proses penyembuhan semakin cepat.
Baca juga: Minim Risiko Masalah Kesehatan, Simak Efek Samping Vasektomi pada Pria dan Cara Mengatasinya
Mandi saat cacar air bukan hanya boleh, tapi juga penting untuk bantu proses penyembuhan. Karena yang terpenting, caranya harus lembut dan tepat agar kulit tetap aman.
Jadi, nggak perlu takut lagi. Selama dilakukan dengan benar, mandi justru membuat kondisi lebih nyaman dan membantu pemulihan jadi lebih cepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Alodokter