Rabu, 29 APRIL 2026 • 16:15 WIB

Leptospirosis: Penyakit Infeksi dari Tikus yang Mengancam Saat Banjir

Author

Leptospirosis: Penyakit Infeksi dari Tikus yang Mengancam Saat Banjir (pestcontrol-us.com)

INDOZONE.ID - Saat musim hujan tiba, banjir sering menjadi masalah yang terjadi di berbagai daerah. Selain menyebabkan genangan air dan aktivitas terganggu, banjir juga bisa membawa risiko kesehatan yang tidak boleh diabaikan.

Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah leptospirosis, yaitu infeksi bakteri yang menular melalui air atau lumpur tercemar urine tikus.

Risiko penularan meningkat saat banji,r karena bakteri mudah menyebar di genangan air kotor.

Banyak orang belum menyadari bahaya leptospirosis karena gejalanya sering mirip flu biasa, seperti demam dan nyeri tubuh.

Padahal, jika terlambat ditangani, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi serius pada ginjal, hati, hingga pernapasan.

Apa Itu Leptospirosis? 

Leptospirosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans. Bakteri ini hidup di ginjal hewan yang terinfeksi.

Terutama tikus, tapi juga bisa ditemukan pada hewan lain seperti sapi, anjing, dan babi.

Hewan yang terinfeksi, akan mengeluarkan bakteri melalui urine. Urine ini kemudian mencemari air, tanah, lumpur, atau genangan banjir.

Bakteri dapat bertahan hidup di lingkungan lembap selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Penyakit ini bisa menular ke manusia ketika kulit yang terluka, mata, hidung, atau mulut terkena air atau tanah yang sudah terkontaminasi.

Leptospirosis sering muncul saat banjir karena air kotor lebih mudah menyebarkan bakteri.

Baca juga: 8 Cara Membasmi Kutu Kasur Sampai Tuntas, Dijamin Hilang dan Nggak Balik Lagi!

Mengapa Leptospirosis Sering Terjadi Saat Banjir?

Banjir menciptakan kondisi yang sangat ideal bagi penyebaran leptospirosis. Saat air meluap, saluran pembuangan, got, dan tempat sampah sering tercampur menjadi satu. Di tempat-tempat tersebut, tikus sangat mudah berkembang biak.

Ketika banjir terjadi, urine tikus yang sebelumnya berada di tanah atau selokan akan terbawa ke mana-mana. Orang yang harus berjalan di air banjir tanpa perlindungan, menjadi lebih mudah terpapar bakteri ini.

Selain itu, orang yang berjalan tanpa alas kaki atau memiliki luka di kaki, lebih berisiko tertular leptospirosis. Sebab, bakteri Leptospira dapat masuk melalui kulit yang terbuka, bahkan dari luka kecil yang tidak disadari.

Gejala Leptospirosis yang Perlu Diwaspadai

Gejala leptospirosis biasanya muncul antara 2–14 hari setelah terpapar bakteri. Pada tahap awal, gejalanya sering mirip penyakit flu biasa, sehingga banyak orang tidak menyadarinya.

Gejala awal yang umum meliputi:

  1. Demam tinggi mendadak
  2. Sakit kepala hebat
  3. Nyeri otot (terutama di betis dan punggung bawah)
  4. Lemas dan tidak bertenaga
  5. Menggigil
  6. Mata merah
  7. Mual, muntah, atau diare

Jika tidak segera ditangani, penyakit bisa berkembang ke tahap lebih serius, seperti:

  1. Gangguan fungsi ginjal
  2. Kerusakan hati (kulit dan mata menguning)
  3. Kesulitan bernapas
  4. Perdarahan di kulit atau organ dalam
  5. Penurunan kesadaran

Pada tahap berat, leptospirosis dapat menyebabkan komplikasi yang dikenal sebagai Weil’s disease, yang berpotensi fatal.

Baca juga: Mitos atau Fakta: Minum Kopi Bisa Bikin Tubuh Dehidrasi? Ini Jawabannya!

Bahaya Leptospirosis

Bahaya leptospirosis sering kali tidak disadari karena gejalanya mirip flu biasa di awal. Namun, jika dibiarkan, infeksi ini bisa menyebabkan kerusakan organ dan komplikasi berat.

1. Kerusakan Ginjal

Salah satu bahaya utama leptospirosis adalah gangguan pada ginjal. Bakteri dapat menyebabkan peradangan yang membuat fungsi ginjal menurun drastis.

2. Gangguan Hati

Leptospirosis juga dapat menyerang hati dan menyebabkan penyakit kuning (jaundice). Kulit dan mata penderita bisa berubah menjadi kekuningan akibat gangguan fungsi hati.

3. Meningitis (Radang Selaput Otak)

Infeksi leptospirosis yang tidak tertangani dapat menyebar ke sistem saraf dan menyebabkan meningitis. Kondisi ini ditandai dengan sakit kepala hebat, leher kaku, dan demam tinggi.

4. Gangguan Pernapasan

Pada beberapa kasus, leptospirosis bisa menyebabkan gangguan pada paru-paru. Penderita dapat mengalami batuk darah dan kesulitan bernapas.

5. Risiko Kematian

Jika tidak segera mendapatkan pengobatan, leptospirosis dapat menyebabkan kegagalan organ secara bersamaan. Hal ini meningkatkan risiko kematian, terutama pada kasus yang berat.

Cara Mencegah Leptospirosis

Pencegahan adalah langkah paling penting karena penyakit ini bisa dicegah dengan kebiasaan sederhana.

1. Menghindari Air Banjir

Leptospirosis sering menyebar melalui air banjir yang sudah terkontaminasi urine tikus. Karena itu, usahakan untuk tidak beraktivitas atau bermain di genangan air saat banjir.

Jika terpaksa harus melewati air banjir, gunakan pelindung seperti sepatu bot agar kulit tidak langsung terkena air yang berisiko membawa bakteri.

2. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Lingkungan yang kotor dapat menjadi tempat berkembang biaknya tikus sebagai sumber utama penyebaran leptospirosis. Karena itu, kebersihan rumah dan sekitar harus selalu dijaga.

3. Menggunakan Alat Pelindung Diri

Saat berada di area yang berisiko seperti sawah, selokan, atau wilayah banjir, penggunaan alat pelindung diri sangat dianjurkan untuk menghindari kontak langsung dengan air kotor.

4. Menutup Makanan dan Minuman

Makanan dan minuman harus selalu disimpan dalam wadah tertutup rapat, agar tidak terjangkau tikus atau terkontaminasi kotoran hewan.

5. Menjaga Kebersihan Luka

Luka pada kulit harus segera dibersihkan dengan benar, karena dapat menjadi pintu masuk bakteri leptospirosis, terutama saat terkena air banjir atau tanah kotor.

6. Mengendalikan Populasi Tikus

Tikus adalah sumber utama penyebaran leptospirosis, sehingga jumlahnya perlu dikendalikan di lingkungan rumah maupun sekitar tempat tinggal.

7. Segera Periksa ke Dokter Jika Sakit

Jika setelah terpapar air banjir muncul gejala seperti demam, nyeri otot, atau mata memerah, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Baca juga: 7 Manfaat Kunyit Putih untuk Kesehatan Tubuh yang Perlu Diketahui

Dengan menjaga kebersihan lingkungan dan segera memeriksakan diri saat muncul gejala, risiko bahaya leptospirosis dapat dicegah sejak awal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ayosehat.kemkes.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU