INDOZONE.ID - Bullying atau yang biasa disebut dengan perundungan bukan sekadar “candaan biasa” yang sering dianggap sepele. Faktanya, perilaku ini adalah tindakan agresif yang dilakukan secara sengaja untuk menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun mental dan biasanya terjadi berulang kali.
Yang bikin bullying makin serius adalah adanya ketimpangan kekuatan. Pelaku biasanya merasa lebih “berkuasa”, entah karena fisik lebih kuat, lebih populer, atau punya akses ke hal yang bisa mempermalukan korban. Kondisi ini bikin korban sulit melawan, bahkan sering memilih diam.
Kenapa Bullying Berbahaya?
Dampaknya nggak main-main. Baik korban maupun pelaku sama-sama berisiko mengalami masalah jangka panjang, mulai dari gangguan mental, kehilangan rasa percaya diri, hingga kesulitan bersosialisasi.
Makanya, penting banget buat memahami bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di sekitar kita.
Baca juga: 5 Penyebab Anak Jadi Pelaku Bullying, Benarkah Ada Peran dari Orang Tua?
3 Jenis Bullying yang Paling Sering Terjadi
1. Bullying Verbal (Lewat Kata-Kata)
Ini tipe yang paling sering dianggap “cuma bercanda”. Padahal, efeknya bisa dalam banget.
Contohnya: mengejek atau menghina, memberi julukan kasar (name-calling), komentar tidak pantas (termasuk yang berbau seksual), mengancam.
2. Bullying Sosial (Merusak Hubungan)
Jenis ini lebih “halus”, tapi dampaknya bisa bikin seseorang merasa dikucilkan.
Contohnya: sengaja mengabaikan atau mengucilkan, menghasut orang lain untuk menjauhi seseorang, menyebarkan gosip atau rumor, serta mempermalukan di depan umum.
3. Bullying Fisik (Kontak Langsung)
Ini yang paling terlihat jelas karena melibatkan tindakan fisik.
Contohnya: memukul, menendang, mendorong, meludahi, menjatuhkan atau menjegal, merusak atau mengambil barang orang lain.
Baca juga: 5 Cara Bijak Menghadapi Bullying di Tempat Kerja, Jangan Diam Saja!
Bullying Bisa Terjadi di Mana Saja
Banyak yang mengira bullying cuma terjadi di sekolah. Padahal, kenyataannya, kasus ini bisa muncul di berbagai tempat, seperti: lingkungan sekolah, perjalanan ke dan dari sekolah, lingkungan tempat tinggal, bahkan di dunia digital alias internet (cyberbullying).
Jangan Anggap Remeh!
Satu hal yang perlu diingat: bullying bukan kejadian sekali lalu selesai. Perilaku ini cenderung berulang dan bisa terus terjadi kalau tidak dihentikan.
Kalau kamu melihat atau mengalami bullying, jangan diam. Bicara ke orang yang dipercaya bisa jadi langkah awal untuk menghentikan siklus ini.
Bullying bukan sekadar bercanda, ini masalah serius yang bisa meninggalkan luka jangka panjang. Semakin cepat kita sadar dan peduli, semakin besar peluang untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat buat semua orang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Stopbullying.gov