Jumat, 24 APRIL 2026 • 12:47 WIB

Chemical atau Physical Sunscreen, Banyak yang Salah Pilih! Apa Sunscreen Kamu Sudah Benar?

Author

Ilustrasi sunscreen (Freepik)

INDOZONE.ID - Masih pakai sunscreen cuma karena “lagi viral” atau ikut-ikutan teman? Hati-hati — bisa jadi selama ini kamu pakai jenis yang nggak cocok buat kulitmu.

Padahal, sunscreen itu bukan sekadar pelengkap skincare. Salah pilih bisa bikin kulit kusam, gampang iritasi, bahkan tetap muncul flek hitam meski kamu merasa sudah “terlindungi”.

Faktanya, ada dua jenis sunscreen dengan cara kerja yang beda total: physical (mineral) dan chemical. Nah, ini yang sering banget disalahpahami.

Baca juga: Amankah Pakai Pomade Tiap Hari? Simak Faktanya

Physical Sunscreen: Pelindung di Permukaan Kulit

Kalau kamu bayangin sunscreen sebagai “tameng”, itu gambaran paling pas buat sunscreen fisik (physical sunscreen). 

Jenis ini bekerja dengan cara “duduk diatas kulit” dan memantulkan sinar UV, jadi sinarnya nggak sempat masuk dan merusak lapisan kulit.

Bukan cuma sinar UV-B yang bikin kulit terbakar, tapi juga UV-A — biang kerok penuaan dini, kerutan, dan flek hitam — ikut ditahan. 

Parahnya lagi, sinar UV-A tetap bisa masuk lewat jendela. Jadi meskipun kamu cuma kerja di depan laptop atau di rumah seharian, kulit tetap terpapar.

Baca juga: 7 Manfaat Biji Pala untuk Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui

Makanya, sunscreen tetap wajib dipakai tiap hari!

Biasanya, sunscreen fisik mengandung zinc oxide dan titanium dioxide. Keduanya dikenal aman dan efektif melindungi kulit.

Tapi ada “harga” yang harus dibayar: Beberapa produk masih terasa agak berat, susah diratakan, dan sering meninggalkan white cast — efek putih keabu-abuan di wajah, terutama di kulit medium sampai gelap.

Chemical Sunscreen: Ringan, Tapi Kerjanya “Diam-Diam”

Kalau physical sunscreen bekerja di luar, sunscreen kimia (chemical sunscreen) justru bekerja dari dalam.

Baca juga: Apakah Keju Berjamur Masih Aman Dimakan? Cek Dulu, Bisa Jadi Masih Aman!

Jenis ini menyerap ke dalam kulit lalu menangkap sinar UV, sebelum akhirnya diubah jadi energi panas yang dilepaskan dari kulit.

Karena teksturnya menyerap, sunscreen ini biasanya lebih ringan, mudah diratakan dan nggak meninggalkan white cast.

Makanya banyak orang yang suka dan lebih memilih sunscreen jenis iin, apalagi buat dipakai sehari-hari atau sebagai base makeup.

Baca juga: 7 Makanan Pengganti Nasi yang Bantu Turunkan Berat Badan Lebih Cepat

Jadi, Mana yang Lebih Bagus?

Jawabannya bukan “yang mana lebih bagus”, tapi mana yang lebih cocok buat kamu.

  • Kulit sensitif atau gampang merah? Pilih physical sunscreen bisa jadi pilihan lebih aman
  • Nggak suka rasa berat dan mau hasil invisible? Pilih chemical sunscreen lebih nyaman
  • Sering di dalam ruangan? Tetap wajib pakai, karena UV-A tetap masuk ke dalam ruangan.

Fakta yang Sering Diabaikan

Banyak orang merasa sudah pakai sunscreen, tapi masih muncul flek, kulit kusam, atau tanda penuaan dini. 

Kok bisa? Karena bisa jadi mereka nggak pernah aplikasi ulang setiap 2-3 jam sekali, bisa jadi karena pakainya terlalu sedikit — kurang dari 2 jari penuh, atau malah salah pilih jenis sesuai yang dibutuhkan kulit mereka.

Baca juga: 1 dari 3 Orang Dewasa Berisiko Cacar Api, Kenali Faktor Penyebabnya

Physical dan chemical sunscreen punya cara kerja yang berbeda, tapi tujuannya sama: melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV.

Nggak ada yang 100% lebih unggul, yang ada adalah lebih cocok atau tidak untuk kulitmu. Satu hal yang pasti adalah sunscreen bukan pilihan, tapi kebutuhan. 

Dan kalau mau kulit tetap sehat, cerah, dan awet muda? Jangan cuma sekali aplikasi, tapi pakai dengan cara yang benar!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthline

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU