Suka Pakai Baju Ketat? Hati-Hati, kebiasaan Ini Bisa Picu Gangguan Kesehatan hingga Mati Rasa
INDOZONE.ID - Tren fashion terus berubah, tapi satu hal yang nggak pernah benar-benar hilang adalah baju ketat yang dianggap bikin penampilan terlihat lebih kece. Mulai dari skinny jeans, legging super fit, shapewear, sampai sports bra ketat masih jadi andalan banyak orang.
Sekilas memang terlihat keren. Tubuh tampak lebih “terbentuk”, outfit terasa lebih rapi, dan sebagian orang jadi lebih percaya diri saat tampil di depan banyak orang.
Tapi masalahnya, tubuh manusia bukan adonan roti yang bisa terus ditekan tanpa protes.
Kalau terlalu sering memakai pakaian super ketat dalam waktu lama, tubuh bisa memberi sinyal bahaya yang sering diabaikan. Mulai dari gangguan pencernaan sampai saraf terjepit, dampaknya ternyata nggak sesederhana cuma rasa sesak.
Fashionable atau Malah Nyiksa Diri? Ini Tanda Bajumu Terlalu Ketat
Banyak orang baru sadar pakaiannya terlalu ketat ketika sudah merasa nggak nyaman. Padahal tubuh biasanya memberi “peringatan” lebih dulu lewat tanda-tanda seperti:
- bekas merah di kulit setelah pakaian dilepas,
- pinggang terasa tertekan,
- napas terasa pendek,
- gerakan jadi nggak bebas,
- kulit terasa gatal atau iritasi,
- kesemutan di area tertentu.
Kalau pakai celana saja rasanya seperti dibungkus plastik vacuum, itu bisa jadi tanda kamu perlu naik ukuran.
Pakaian seharusnya mengikuti tubuh, bukan malah bikin tubuh seperti sedang terjebak di ruang sempit.
Baca juga: Ini Dia Bahaya Keseringan Pakai Celana Ketat, Sirkulasi Darah dan Pencernaan Terganggu
Barang Fashion yang Paling Sering Jadi Biang Kerok
Beberapa jenis pakaian paling sering menyebabkan masalah karena desainnya memang menempel ketat di tubuh, seperti skinny jeans, legging terlalu ketat, korset, shapewear, bra atau sports bra yang terlalu ketat, stoking ketat, serta ikat pinggang terlalu kencang.
Dipakai sesekali mungkin masih aman. Tapi kalau hampir setiap hari? Tubuh bisa mulai “memberontak”.
Perut Bisa Ikut Tersiksa
Banyak orang nggak sadar kalau pakaian ketat bisa mempengaruhi sistem pencernaan.
Ahli diet, Michelle Rauch, menjelaskan bahwa tekanan berlebih di area perut dapat memperparah kondisi seperti:
- GERD,
- asam lambung naik,
- Irritable Bowel Syndrome (IBS),
- penyakit Crohn.
Bayangkan perut seperti balon yang baru diisi makanan, lalu ditekan kuat dari luar. Tentu rasanya nggak nyaman. Tekanan ini bisa membuat asam lambung naik ke kerongkongan dan memicu sensasi panas di dada. Kalau terus terjadi, kondisi tersebut bisa berkembang menjadi peradangan pada kerongkongan.
Buat orang yang gampang kembung, pakaian ketat juga bisa bikin perut terasa makin penuh dan nggak nyaman sepanjang hari.
Paha Bisa Mati Rasa Gara-Gara Celana Terlalu Ketat
Ini salah satu efek yang sering bikin orang kaget.
Celana terlalu ketat ternyata bisa menekan saraf di area paha dan memicu kondisi bernama meralgia paresthetica. Gejalanya meliputi mati rasa, sensasi terbakar, kesemutan, dan nyeri di paha bagian luar.
Kalau paha terasa aneh setelah seharian pakai celana super ketat, jangan langsung dianggap sepele.
Baca juga: Masih Suka Pakai Pakaian Ketat? Ini Bahaya yang Kamu Harus Tau
Kulit Juga Bisa Protes
Gesekan pakaian yang terlalu ketat bisa membuat kulit iritasi, ruam, bahkan memicu infeksi jamur di area lembab. Belum lagi sirkulasi darah yang bisa terganggu jika tubuh terus-terusan mendapat tekanan dari pakaian sempit.
Ibarat jalan raya yang dipersempit, aliran darah pun bisa jadi tidak lancar.
Tetap Stylish Tanpa Bikin Tubuh Sengsara
Bukan berarti kamu harus membuang semua pakaian favoritmu.
Kuncinya sederhana: pilih pakaian yang tetap nyaman dipakai dan memberi ruang untuk bernapas. Beberapa tips yang bisa dilakukan, seperti pilih ukuran yang benar-benar pas, jangan memaksakan tubuh masuk ke ukuran terlalu kecil, gunakan bahan yang elastis dan nyaman, hindari memakai pakaian ketat terlalu lama, serta ganti pakaian setelah olahraga.
Tampil menarik itu sah-sah saja. Tapi kalau demi OOTD keren kamu harus menahan sesak, sakit perut, sampai mati rasa, mungkin tubuh sedang bilang: “Tolong kasih aku ruang bernapas.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline