Sabtu, 16 MEI 2026 • 13:41 WIB

Apa yang Terjadi jika Kista Ovarium Pecah? Simak Penjelasannya

Author

Ilustrasi Kista Ovarium. (Freepik)

INDOZONE.ID - Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang muncul di ovarium atau indung telur. Kondisi ini cukup sering dialami wanita dengan banyak kasusnya tidak berbahaya. Bahkan, beberapa kista bisa hilang sendiri tanpa pengobatan khusus.

Namun, kondisi bisa jadi serius jika kista ovarium pecah. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gejala dan bahayanya agar bisa segera mendapatkan penanganan medis.

Baca juga: Vaksin Wajib Anak di Indonesia, Simak Daftar Lengkapnya

Apa Itu Kista Ovarium?

Setiap wanita memiliki dua ovarium yang berada di sisi kanan dan kiri rahim, yang berfungsi menghasilkan sel telur setiap siklus menstruasi.

Kista ovarium muncul ketika ada kantong berisi cairan yang tumbuh di ovarium atau permukaannya. Sebagian besar kista ukurannya kecil dan tidak menimbulkan gejala.

Tapi pada beberapa kondisi, kista bisa membesar dan menyebabkan rasa tidak nyaman.

Gejala Kista Ovarium

Kista ovarium sering kali tidak menimbulkan tanda apa pun. Akan tetapi, jika ukuran mulai besar, biasanya bisa memicu beberapa keluhan seperti:

  • Nyeri di area panggul atau perut bagian bawah;
  • Perut terasa penuh atau berat;
  • Kembung;
  • Nyeri saat beraktivitas tertentu.

Jika kista pecah, rasa sakit biasanya muncul tiba-tiba dan terasa lebih hebat.

Baca juga: Tips Mudah Atasi Bintitan di Kelopak Mata agar Cepat Kempis, Jangan Asal Pegang

Kenapa Kista Ovarium Pecah Bisa Berbahaya?

Dalam beberapa kasus, kista pecah dapat menyebabkan perdarahan di dalam tubuh. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena bisa membuat tubuh kehilangan banyak darah.

Jika perdarahan cukup parah, aliran darah ke organ tubuh lain bisa terganggu sehingga membahayakan nyawa.

Meski penyebab pasti kista pecah belum diketahui, ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risikonya, seperti:

  • Aktivitas fisik yang terlalu berat;
  • Aktivitas seksual;
  • Ukuran kista yang besar.

Jenis kista tertentu juga lebih rentan pecah, terutama kista fungsional yang sering muncul sebelum menopause.

Saat kista ovarium pecah, seseorang bisa mengalami:

  • Nyeri hebat di perut bagian bawah;
  • Perdarahan;
  • Mual atau lemas;
  • Demam pada beberapa kasus;
  • Infeksi di rongga perut.

Jika gejalanya berat, dokter biasanya akan melakukan tindakan medis lebih lanjut, termasuk operasi, untuk menghentikan perdarahan atau mengangkat kista.

Baca juga: Orang Tua Wajib Tahu, Ini Jenis dan Gejala Hernia pada Anak

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksa ke dokter jika mengalami nyeri perut mendadak dan sangat kuat, pusing atau lemas berlebihan, perut terasa makin sakit, perdarahan tidak normal, hingga demam disertai nyeri perut.

Penanganan cepat dan tepat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Oleh karena itu, jangan menunda pemeriksaan jika merasakan gejala tidak biasa pada area perut atau panggul.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Rsiabinamedika.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU