Sering Begadang Demi Scroll TikTok atau Netflix? Hati-Hati, Dampaknya Bisa Picu Risiko Kanker!
INDOZONE.ID - Begadang sudah seperti bagian dari gaya hidup banyak orang saat ini. Ada yang rela tidur larut demi mengejar deadline pekerjaan, mengerjakan tugas sekolah yang menumpuk, maraton drama favorit, main game, sampai scrolling media sosial tanpa sadar waktu sudah menunjukkan tengah malam.
Sekilas terlihat sepele. Toh, besok tinggal minum kopi lalu lanjut aktivitas seperti biasa.
Tapi jangan salah, kebiasaan kurang tidur ternyata bisa membawa dampak serius bagi kesehatan tubuh, bahkan dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker.
Baca juga: Sering Begadang dan Susah Bangun Pagi? Coba 8 Cara Ini Biar Pola Tidur Kembali Normal
Tidur Sering Jadi Hal yang Dikorbankan
Di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh tuntutan, waktu tidur sering dianggap tidak terlalu penting. Banyak orang merasa 24 jam sehari masih kurang untuk menyelesaikan semua urusan.
Akibatnya, tidur menjadi “korban” yang paling mudah dipotong.
Belum lagi paparan gadget yang nyaris tidak pernah lepas dari tangan. Cahaya dari layar ponsel, laptop, atau tablet bisa mengganggu produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk.
Hasilnya? Mata lelah, tubuh capek, tapi otak justru sulit diajak istirahat.
Stres dan Overthinking Bikin Susah Tidur
Masalah lain yang juga sering dialami banyak orang adalah stres dan kecemasan berlebihan.
Ketika tubuh akhirnya punya waktu untuk beristirahat, pikiran justru sibuk memutar berbagai masalah. Mulai dari pekerjaan, hubungan asmara, kondisi finansial, hingga tekanan hidup lainnya.
Situasi ini bisa memicu insomnia, yang menjadi salah satu gangguan tidur paling umum dialami banyak orang saat ini.
Kurang tidur sekali dua kali mungkin terasa biasa. Namun, jika terjadi terus-menerus, dampaknya bisa menumpuk dan mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan.
Baca juga: Jangan Anggap Remeh! Ini 7 Efek Begadang Terhadap Masalah Kesehatan
Tubuh Punya Waktu “Memperbaiki Diri” Saat Tidur
Saat tidur, tubuh sebenarnya sedang bekerja keras.
Sistem imun melakukan proses pemulihan, sel-sel tubuh memperbaiki kerusakan, hormon kembali diseimbangkan, dan otak memproses informasi yang diterima sepanjang hari.
Kalau waktu tidur terus berkurang, tubuh kehilangan kesempatan penting untuk melakukan “servis rutin” tersebut.
Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa melemahkan daya tahan tubuh, memicu peradangan, meningkatkan stres, dan membuat tubuh lebih rentan terhadap berbagai penyakit serius.
Berapa Jam Tidur yang Ideal?
Para ahli umumnya merekomendasikan orang dewasa untuk tidur sekitar 7 hingga 9 jam setiap malam agar tubuh bisa berfungsi optimal.
Kalau kamu sering tidur di bawah waktu tersebut, mungkin sekarang saatnya mulai memperbaiki pola istirahat. Coba kurangi kebiasaan scrolling sebelum tidur, batasi konsumsi kopi di malam hari, dan buat suasana kamar lebih nyaman agar tubuh lebih mudah rileks.
Sesibuk apa pun aktivitasmu, jangan bangga karena sering begadang demi menuntaskan pekerjaan. Karena kebiasaan yang terlihat sepele hari ini bisa jadi ancaman besar untuk kesehatanmu di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com