INDOZONE.ID - Sebagai orang tua atau orang dewasa di sekitar anak, penting untuk memahami bahwa anak yang belum berani ikut lomba bukan berarti tidak mampu.
Bisa jadi, ia hanya membutuhkan dukungan, rasa aman, dan pendampingan yang tepat.
Hal ini karena dalam kompetisi, anak biasanya bukan hanya takut kalah, tetapi juga ragu dengan kemampuan dirinya sendiri.
Nah, agar anak lebih berani mencoba ikut lomba tanpa merasa tertekan, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua saat mendampinginya.
Cara Anak Lebih Berani Ikut Lomba
Mengikuti lomba bukan hanya soal anak pintar menjawab pertanyaan, tetapi juga tentang keberanian, rasa percaya diri, dan kemampuan mengelola diri.
Nah dalam proses inilah peran orang tua sangat penting. Sebaiknya orang tua tidak langsung memberi banyak perintah seperti menuntut untuk menang atau menjadi orang lain, tetapi mulai dengan mendengarkan perasaan anak terlebih dahulu.
"Langkah pertama yang bisa dilakukan sebagai orang tua adalah mendengarkan anak lebih dulu, karena orang tua sering kali terlalu banyak memberi arahan seperti “kamu harus ini” atau “kamu harus itu”, tetapi lupa memahami apa yang sebenarnya anak rasakan," ungkap Saskhya Aulia, Psikolog Klinis Anak dan Keluarga dalam acara kompetisi DANCOW Indonesia Cerdas Season 2 di Jakarta Pusat (18/05/26)
Dari sinilah, anak bisa merasa lebih aman untuk mencoba hal baru, termasuk ikut kompetisi yang mungkin awalnya terasa menantang.
Baca juga: Orang Tua Wajib Tahu! Ini 10 Tips Pola Asuh Anak Biar Jadi Pede, Tangguh, dan Sukses
Orang tua juga bisa membantu anak membingkai ulang rasa takutnya dengan pertanyaan yang lebih lembut. Misalnya, saat anak merasa dirinya tidak pintar, orang tua bisa bertanya, “Apa yang membuat kamu merasa seperti itu?”
Pada intinya, anak perlu diajak melihat proses yang sudah ia jalani, seperti usaha belajar, hal baru yang dipahami, atau pengalaman seru selama dirinya belajar.
Dengan cara ini, keberanian anak tumbuh bukan karena dipaksa, tetapi karena ia merasa didukung.
Cara Menghadapi Anak Demam Panggung saat Kompetisi
Nah ketika anak sudah ada kemauan untuk kompetisi, biasanya sebagian dari mereka akan merasakan demam paggung.
Demam panggung ini disebabkan karena adanya tekanan sosial secara tidak langsung karena dilihati oleh banyak orang.
Kemudian mereka juga merasa momen ini jadi suasana yang baru hingga rasa cemas dengan mudah muncul.
Baca juga: Orang Tua Wajib Tahu, Ini 5 Tips Bantu Remaja Kelola Emosi dengan Bijak
Maka dari itu dukungan orang tua penting dalam hal ini.
"Langkah pertama yang bisa dilakukan orang tua adalah memastikan kebutuhan dasar anak terpenuhi dahulu, mulai dari tidak lapar, tidak mengantuk atau cukup tidur, hingga mendapat nutrisi yang baik. Setelah itu, orang tua bisa membantu anak menenangkan emosinya dengan cara sederhana, seperti menarik napas, minum, bergerak sebentar, atau menulis perasaan yang sedang dirasakan sebelum maju ke panggung untuk berkompetinsi," tambah Saskhya Aulia
Lebih dari itu, setelah rasa paniknya mulai turun, orang tua juga bisa mengajak anak membahas apa yang sebenarnya ia takutkan.
Misalnya, kalau anak takut tidak bisa menjawab soal saat lomba berlangsung, orang tua bisa mengingatkan pengalaman latihan sebelumnya, bahwa ia sebenarnya sudah bisa menjawab banyak dan jawabannya benar. Cara ini membantu anak sadar bahwa rasa takutnya belum tentu akan terjadi.
Dengan pendampingan yang tenang, anak bisa belajar mengelola gugup tanpa harus menghindari lomba.
Pentingnya Apresiasi, Bahkan saat Anak Belum Menang
Sebagai orang tua, penting untuk memahami bahwa anak tetap perlu diapresiasi setelah mengikuti kompetisi, meskipun hasilnya belum menang.
Hal tersebut dikarenakan apresiasi membuat anak merasa usaha, keberanian, dan proses belajarnya tetap dilihat, bukan hanya dinilai dari piala atau peringkat.
Bentuk apresiasi pun tidak harus selalu berupa hadiah besar, kamu bisa memberikan pujian yang tulus, pelukan, atau waktu berkualitas bersama keluarga bisa jauh lebih bermakna.
Dengan cara ini, anak akan belajar bahwa kompetisi bukan hanya soal menang, tetapi juga tentang berani mencoba, terus berkembang, dan tidak mudah menyerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan