INDOZONE.ID - Leukemia limfoblastik akut atau acute lymphocytic leukemia (ALL), menjadi salah satu jenis kanker darah yang berkembang sangat cepat, dan paling sering ditemukan pada anak-anak.
Penyakit ini terjadi ketika sumsum tulang memproduksi sel darah putih abnormal dalam jumlah berlebihan, sehingga mengganggu fungsi sel darah sehat di dalam tubuh.
Meski lebih umum terjadi pada anak, leukemia limfoblastik akut juga dapat menyerang orang dewasa. Namun, peluang kesembuhan pada pasien dewasa umumnya lebih rendah dibandingkan anak-anak.
Apa Itu Leukemia Limfoblastik Akut?
Dikutip dari Mayo Clinic, leukemia limfoblastik akut adalah kanker yang menyerang darah dan sumsum tulang, yakni jaringan lunak di dalam tulang tempat sel darah diproduksi.
Istilah ‘akut’ menunjukkan, penyakit ini berkembang dengan cepat dan menghasilkan sel darah putih yang belum matang. Sementara itu, ‘limfoblastik’ mengacu pada limfosit, yaitu jenis sel darah putih yang terdampak.
Baca juga: Deteksi Dini Leukimia pada Anak Kurangi Risiko Kematian, Ini Gejalanya
Pada kondisi normal, sumsum tulang menghasilkan sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit secara seimbang.
Namun pada ALL, sumsum tulang memproduksi limfoblas atau sel darah putih abnormal dalam jumlah besar yang tidak dapat berfungsi dengan baik.
Akibatnya, sel-sel abnormal tersebut menumpuk dan mendesak sel darah sehat. Sehingga, tubuh lebih rentan mengalami infeksi, anemia, hingga gangguan perdarahan.
Gejala Leukemia Limfoblastik Akut
Gejala leukemia limfoblastik akut sering kali menyerupai flu atau infeksi biasa. Karena itu, banyak kasus baru terdeteksi setelah gejala semakin parah.
Beberapa tanda dan gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
- Demam berkepanjangan
- Tubuh mudah lelah dan lemas
- Kulit tampak pucat
- Nyeri tulang atau sendi
- Mimisan yang sering terjadi
- Gusi mudah berdarah
- Sering mengalami infeksi
- Sesak napas
- Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan
Jika gejala tersebut tidak membaik dalam waktu lama, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan.
Penyebab dan Faktor Risiko
Hingga kini, penyebab pasti leukemia limfoblastik akut belum diketahui secara jelas. Namun, penyakit ini diduga terjadi akibat mutasi atau perubahan genetik pada sel sumsum tulang.
Mutasi tersebut membuat sel darah putih terus tumbuh, dan membelah tanpa terkendali. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena ALL meliputi:
- Pernah menjalani kemoterapi atau radioterapi
- Paparan radiasi tingkat tinggi
- Kelainan genetik seperti down syndrome
- Riwayat gangguan sistem imun tertentu
Meski demikian, leukemia limfoblastik akut juga dapat terjadi pada individu tanpa faktor risiko yang jelas.
Bagaimana Leukemia Didiagnosis?
Untuk memastikan diagnosis leukemia limfoblastik akut, dokter biasanya melakukan sejumlah pemeriksaan, di antaranya:
- Tes Darah: Pemeriksaan darah dapat menunjukkan jumlah sel darah putih abnormal, rendahnya sel darah merah, atau trombosit.
- Biopsi Sumsum Tulang: Dokter mengambil sampel sumsum tulang untuk diperiksa di laboratorium guna mendeteksi keberadaan sel leukemia.
- Pemeriksaan Pencitraan: CT scan, rontgen, atau USG dapat dilakukan untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar ke organ lain.
- Pemeriksaan Cairan Tulang Belakang: Tes ini dilakukan untuk mengetahui apakah sel leukemia telah menyebar ke sistem saraf pusat.
Baca juga: 7 Penyebab Gusi Berdarah, Salah Satunya Kanker Darah
Pengobatan Leukemia Limfoblastik Akut
Pengobatan leukemia limfoblastik akut biasanya berlangsung cukup panjang, bahkan dapat mencapai dua hingga tiga tahun.
Terapi dilakukan dalam beberapa tahap, mulai dari menghancurkan sel kanker hingga mencegah penyakit kambuh kembali.
- Kemoterapi: Kemoterapi menjadi pengobatan utama untuk membunuh sel leukemia di dalam tubuh.
- Terapi Target: Terapi ini menggunakan obat khusus yang menargetkan kelainan tertentu pada sel kanker.
- Radioterapi: Radioterapi dilakukan jika sel kanker telah menyebar ke otak atau sumsum tulang belakang.
- Transplantasi Sumsum Tulang: Pada kasus tertentu, pasien dapat menjalani transplantasi sumsum tulang untuk mengganti sumsum yang rusak dengan sel sehat dari donor.
- Terapi CAR-T Cell: Terapi modern ini memanfaatkan sel imun tubuh yang dimodifikasi agar mampu menyerang sel kanker.
Peluang Kesembuhan
Kemajuan pengobatan membuat tingkat kesembuhan leukemia limfoblastik akut pada anak-anak, meningkat secara signifikan dalam beberapa dekade terakhir.
Meski demikian, keberhasilan terapi sangat dipengaruhi oleh usia pasien, jenis leukemia, kondisi kesehatan, serta seberapa cepat penyakit terdeteksi dan ditangani.
Oleh karena itu, mengenali gejala sejak dini menjadi langkah penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.
Pentingnya Dukungan Selama Pengobatan
Pengobatan leukemia limfoblastik akut tidak hanya berdampak pada kondisi fisik pasien, tetapi juga kesehatan mental dan emosional.
Dukungan keluarga, tenaga medis, serta lingkungan sekitar sangat membantu pasien menjalani proses terapi yang panjang.
Selain itu, pasien dianjurkan menjaga pola makan sehat, cukup istirahat, dan tetap aktif sesuai kondisi tubuh untuk membantu proses pemulihan.
Leukemia limfoblastik akut memang merupakan penyakit serius, tapi dengan diagnosis dini dan penanganan yang tepat, peluang untuk sembuh tetap terbuka lebar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayo Clinic