INDOZONE.ID - Setelah hari yang melelahkan, tekanan pekerjaan menumpuk, atau pikiran sedang kacau, sebagian orang memilih minum alkohol untuk “menenangkan diri”.
Ada yang menganggap segelas minuman bisa membantu tidur lebih cepat, membuat pikiran lebih santai, atau sekadar menghilangkan stres sementara.
Tidak heran kalau kebiasaan ini sering dianggap normal. Bahkan, banyak orang menjadikan alkohol sebagai bagian dari gaya hidup untuk refreshing atau pelarian saat suasana hati sedang buruk.
Namun di balik efek rileks sesaat itu, ternyata ada dampak lain yang sering tidak disadari: kesehatan mental bisa ikut terganggu.
Baca juga: Hari Kebangkitan Nasional 2026, ILUNI FKUI Dorong Kesehatan Nasional yang Lebih Manusiawi
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi alkohol yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko depresi dan gangguan emosional lainnya.
Sebaliknya, mengurangi konsumsi alkohol justru dikaitkan dengan kondisi mental yang lebih stabil dan risiko depresi yang lebih rendah.
Konsumsi Berlebihan Bisa Mengubah Cara Kerja Otak
Banyak orang berpikir alkohol hanya mempengaruhi tubuh. Padahal, efeknya juga bisa menyerang otak dan suasana hati.
Saat mengkonsumsi alkohol, tubuh memang bisa terasa lebih santai untuk sementara waktu. Namun setelah efek itu hilang, kondisi emosional sering kali berubah drastis.
Baca juga: Dinkes Mataram Tegaskan Tak Ada Instruksi Swab Massal Hantavirus
Beberapa orang menjadi lebih sensitif, mudah cemas, overthinking, bahkan merasa lebih sedih dibanding sebelumnya.
Hal ini terjadi karena alkohol dapat mempengaruhi zat kimia di otak yang berhubungan dengan emosi, stres, dan rasa bahagia.
Kalau dikonsumsi terlalu sering atau dalam jumlah berlebihan, keseimbangan tersebut bisa terganggu.
Akibatnya, seseorang lebih rentan mengalami perubahan mood, kehilangan motivasi, sulit fokus, hingga mengalami gejala depresi secara perlahan.
Baca juga: Dada Tiba-Tiba Sesak? Simak Penyebab dan Penanganannya
Yang membuat kondisi ini berbahaya adalah efeknya sering datang diam-diam. Banyak orang tidak sadar kondisi mentalnya mulai menurun karena menganggap rasa lelah emosional yang dialami hanyalah stres biasa.
Banyak Orang Tanpa Sadar Menjadikan Alkohol Sebagai Pelarian Emosi
Salah satu hal yang paling sering terjadi adalah menjadikan alkohol sebagai “obat” untuk masalah hidup.
Saat sedang patah hati, stres kerja, konflik keluarga, atau merasa kesepian, minuman beralkohol sering dipilih karena dianggap bisa membuat pikiran lebih tenang.
Padahal, rasa nyaman tersebut biasanya hanya bertahan sementara. Dan begitu efek alkohol hilang, masalah yang sama tetap ada. Bahkan, kondisi emosional bisa terasa lebih berat dibanding sebelumnya.
Baca juga: Demam di Malam Hari Bikin Tidak Nyaman? Coba Cara Ini
Inilah yang akhirnya membuat sebagian orang masuk ke dalam siklus yang tidak sehat: stres, minum alkohol, merasa lebih tenang sesaat, lalu kembali stres lagi.
Jika hal ini terus berlangsung, kebiasaan ini bisa memicu ketergantungan emosional dan memperburuk kesehatan mental tanpa disadari.
Dampaknya Tidak Cuma ke Mental, Tapi Juga Kehidupan Sehari-hari
Konsumsi alkohol berlebihan juga dapat mempengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan, misalnya tidur menjadi tidak nyenyak, tubuh lebih mudah lelah, emosi tidak stabil, produktivitas menurun, hingga hubungan dengan orang sekitar ikut terganggu.
Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa membuat seseorang merasa kehilangan semangat menjalani aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Tips yang Bisa Dilakukan Sebelum Medical Check Up, Bikin Hasilnya Tetap Optimal
Tak sedikit pula orang yang akhirnya merasa sulit menikmati hal-hal kecil dalam hidup karena kondisi emosinya terus naik turun.
Karena itu, mulai mengurangi konsumsi alkohol bisa menjadi langkah sederhana yang berdampak besar.
Tidak harus langsung berhenti total, tetapi membatasi jumlah konsumsi dan tidak menjadikannya sebagai pelarian emosional bisa membantu menjaga kondisi mental tetap lebih sehat.
Menjaga Mental Sehat Ternyata Dimulai dari Kebiasaan Kecil
Kesehatan mental bukan hanya soal pergi healing, liburan, atau mencari hiburan sesaat. Kebiasaan kecil sehari-hari ternyata punya pengaruh besar terhadap kondisi emosi dan pikiran.
Baca juga: Multigrain Biru, Nutrisi Pendamping Penderita Diabetes yang Teruji Bantu Kontrol Gula Darah
Mengatur pola tidur, menjaga pola makan, rutin bergerak, hingga membatasi konsumsi alkohol bisa membantu tubuh dan pikiran bekerja lebih seimbang.
Kadang, perubahan sederhana yang sering dianggap sepele justru menjadi langkah penting untuk mencegah masalah mental datang di kemudian hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com