INDOZONE.ID - Salmon mentah menjadi salah satu makanan yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari sushi, sashimi, hingga poke bowl, hidangan berbahan dasar ikan salmon kerap menjadi pilihan karena rasanya yang lezat sekaligus dianggap lebih sehat.
Meski begitu, bukan berarti salmon mentah aman dikonsumsi oleh semua orang. Di balik cita rasanya yang menggugah selera, terdapat risiko kesehatan yang perlu diperhatikan, terutama bagi kelompok tertentu yang lebih rentan mengalami infeksi akibat makanan mentah.
Mengapa Banyak Orang Menyukai Salmon Mentah?
Popularitas salmon mentah bukan tanpa alasan. Selain memiliki tekstur lembut dan rasa yang khas, salmon juga termasuk salah satu jenis ikan yang memiliki nilai gizi tinggi.
Kandungan omega-3 dalam salmon diketahui dapat membantu menjaga kesehatan jantung, mengurangi peradangan, hingga mendukung fungsi otak. Karena itulah, banyak orang menganggap menu berbahan salmon sebagai pilihan makanan yang lebih sehat dibandingkan makanan cepat saji atau makanan tinggi lemak jenuh.
Namun, manfaat tersebut tetap harus diimbangi dengan pemahaman mengenai cara konsumsi yang aman.
Risiko yang Tersembunyi di Balik Salmon Mentah
Mengonsumsi ikan dalam kondisi mentah memang memiliki risiko yang tidak boleh dianggap sepele. Sama seperti jenis seafood mentah lainnya, salmon dapat menjadi media pembawa bakteri, virus, maupun parasit jika proses penanganan dan penyimpanannya tidak dilakukan dengan benar.
Kontaminasi bisa terjadi sejak ikan masih berada di lingkungan perairan, saat proses distribusi, hingga ketika diolah sebelum disajikan. Dalam beberapa kasus, konsumsi makanan laut mentah dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan atau foodborne illness. Gejalanya bervariasi, mulai dari yang ringan hingga serius, tergantung kondisi kesehatan masing-masing individu.
Beberapa gejala yang umum muncul antara lain:
- Mual dan muntah
- Diare
- Kram atau nyeri perut
- Demam
- Sakit kepala
- Tubuh terasa lemas
Bagi sebagian besar orang yang sehat, gejala tersebut biasanya dapat pulih dalam beberapa hari. Namun, situasinya bisa berbeda pada kelompok yang memiliki daya tahan tubuh lebih rendah.
Baca juga: Ancaman Parasit 12 Meter di Balik Kenikmatan Menyantap Salmon Mentah
Kelompok yang Sebaiknya Tidak Makan Salmon Mentah
Para ahli kesehatan menyarankan beberapa kelompok untuk menghindari konsumsi salmon mentah maupun seafood mentah lainnya karena memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi jika terkena infeksi.
1.Ibu Hamil
Selama masa kehamilan, sistem kekebalan tubuh mengalami perubahan alami. Kondisi ini membuat ibu hamil lebih rentan terhadap infeksi yang berasal dari makanan.
Infeksi tertentu dapat berdampak tidak hanya pada ibu, tetapi juga pada perkembangan janin. Karena alasan tersebut, dokter umumnya menyarankan ibu hamil untuk memilih ikan yang telah dimasak hingga matang.
2. Anak-anak
Sistem imun anak-anak belum berkembang seoptimal orang dewasa. Akibatnya, tubuh mereka lebih sulit melawan bakteri atau parasit yang mungkin terdapat dalam makanan mentah.
Karena itu, memberikan seafood yang sudah matang dianggap sebagai pilihan yang lebih aman bagi anak-anak.
3. Lansia
Seiring bertambahnya usia, kemampuan sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi cenderung menurun. Kondisi ini membuat orang lanjut usia lebih rentan mengalami komplikasi jika terpapar bakteri atau virus dari makanan yang kurang matang.
Risiko dehidrasi dan perawatan di rumah sakit juga bisa lebih tinggi pada kelompok usia ini.
4. Orang dengan Sistem Kekebalan Tubuh Lemah
Kelompok ini termasuk mereka yang mengidap kanker, memiliki penyakit hati, hidup dengan HIV/AIDS, penderita diabetes, penerima transplantasi organ, serta orang yang sedang menjalani terapi atau pengobatan yang menekan sistem imun.
Pada orang dengan kondisi tersebut, infeksi yang mungkin hanya menyebabkan gangguan ringan pada orang sehat dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang jauh lebih serius.
Apa yang Bisa Terjadi Jika Tetap Mengonsumsi Seafood Mentah?
Ketika sistem kekebalan tubuh tidak mampu melawan infeksi secara optimal, penyakit bawaan makanan dapat berkembang lebih cepat dan lebih berat.
Dalam kondisi tertentu, penderita bisa mengalami dehidrasi parah akibat diare dan muntah berkepanjangan. Beberapa kasus bahkan memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.
Para tenaga kesehatan juga mengingatkan bahwa pada individu dengan gangguan imun yang berat, infeksi akibat makanan dapat mengancam keselamatan jiwa jika tidak segera ditangani.
Karena itu, kelompok rentan dianjurkan untuk lebih berhati-hati dalam memilih makanan, terutama yang disajikan mentah atau setengah matang.
Baca juga: Waspada, Salmon Mentah Rentan Kontaminasi Organisme dan Zat Berbahaya!
Apakah Semua Salmon Mentah Berbahaya?
Jawabannya tidak selalu.
Restoran dan penyedia makanan yang terpercaya biasanya menerapkan standar keamanan pangan yang ketat. Ikan yang akan disajikan mentah umumnya melalui proses penyimpanan dan penanganan khusus untuk mengurangi risiko kontaminasi.
Meski demikian, tidak ada metode yang dapat menghilangkan risiko hingga benar-benar nol. Itulah sebabnya para ahli tetap menyarankan kelompok rentan untuk menghindari konsumsi ikan mentah meskipun berasal dari tempat yang memiliki reputasi baik.
Cara Aman Menikmati Manfaat Salmon
Jika ingin mendapatkan manfaat nutrisi salmon tanpa harus khawatir terhadap risiko makanan mentah, mengonsumsi salmon yang dimasak hingga matang bisa menjadi pilihan terbaik.
Metode seperti dipanggang, dikukus, direbus, atau dibakar tetap mampu mempertahankan sebagian besar kandungan gizinya sekaligus membantu membunuh bakteri, virus, dan parasit yang mungkin ada.
Pada akhirnya, salmon memang merupakan salah satu sumber nutrisi yang sangat baik bagi tubuh. Namun, tidak semua orang cocok mengonsumsinya dalam kondisi mentah. Bagi ibu hamil, anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, memilih salmon matang merupakan langkah yang jauh lebih aman untuk menjaga kesehatan tanpa harus kehilangan manfaat gizinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline.com