Ilustrasi salmon mentah. (freepik)
INDOZONE.ID - Sekilas, salmon mentah terlihat seperti makanan sehat tanpa cela. Warnanya segar, kandungan gizinya melimpah, dan menjadi menu favorit banyak pecinta kuliner Jepang.
Tapi jangan buru-buru merasa aman!
Di balik popularitas sashimi dan berbagai hidangan berbahan salmon mentah, ada fakta yang membuat sebagian orang mungkin akan berpikir dua kali sebelum memesannya lagi.
Pasalnya, ikan yang sering disebut superfood ini ternyata bisa membawa risiko kesehatan tertentu jika tidak ditangani dengan benar.
Jadi, apakah salmon mentah memang aman dikonsumsi, atau selama ini banyak orang hanya mengabaikan risiko yang ada?
Baca juga: Awas, Kebiasaan Makan Sushi Bisa Picu Hipertensi dan Kanker Lambung! Ini Penjelasannya!
Banyak orang mengira salmon mentah selalu aman dikonsumsi karena sering disajikan di restoran. Padahal, seperti makanan laut lainnya, salmon tetap berisiko terkontaminasi bakteri maupun virus tertentu.
Jika proses penyimpanan, pengiriman, atau pengolahannya tidak dilakukan dengan benar, ikan mentah bisa menjadi media berkembangnya berbagai mikroorganisme yang memicu gangguan kesehatan.
Beberapa jenis bakteri dan virus yang diketahui dapat ditemukan pada salmon mentah antara lain Salmonella, Listeria, E. coli, Vibrio, Hepatitis A, hingga Norovirus.
Dalam kasus tertentu, paparan mikroorganisme tersebut dapat menyebabkan gejala seperti mual, muntah, diare, sakit perut, hingga infeksi yang lebih serius.
Baca juga: Wasabi, Pasta Hijau Kecil pada Sushi yang Punya Manfaat Luar Biasa
Yang sering luput dari perhatian, risiko salmon mentah ternyata tidak hanya datang dari bakteri atau virus.
Para peneliti menemukan bahwa salmon, baik yang dibudidayakan maupun yang hidup liar di alam, dapat mengandung sejumlah kecil zat pencemar lingkungan.
Zat ini dikenal sebagai Persistent Organic Pollutants (POPs), yaitu senyawa kimia yang berasal dari pestisida, limbah industri, hingga bahan tahan api. Karena tersimpan di jaringan lemak ikan, zat tersebut bisa ikut masuk ke tubuh manusia saat dikonsumsi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline