Rabu, 03 JUNI 2026 • 16:30 WIB

Kenapa Makin Umur Bertambah Berat Badan Susah Turun? Ternyata Ini Alasannya

Author

Ilustrasi wanita menopause (Medical News Today)

INDOZONE.ID - Pernah merasa badan makin gampang naik, padahal porsi makan rasanya masih sama seperti beberapa tahun lalu?

Kalau iya, kamu nggak sendirian. Banyak perempuan mengalami hal serupa, terutama saat memasuki usia 40 tahun. Yang sering disalahkan biasanya hormon atau menopause. Padahal ceritanya nggak sesederhana itu.

Menurut para ahli, perubahan yang bikin berat badan lebih susah dikontrol sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum menopause datang.

Salah satu penyebabnya adalah massa otot yang pelan-pelan berkurang seiring bertambahnya usia.

Proses ini biasanya mulai terjadi sejak usia 30-an. Karena berlangsung perlahan, kebanyakan orang nggak sadar. Baru beberapa tahun kemudian efeknya mulai terasa.

Dulu mungkin habis makan nasi padang atau minum es kopi susu beberapa kali seminggu nggak terlalu berpengaruh. Sekarang, baru beberapa minggu pola makan berantakan, celana sudah mulai terasa sempit.

Baca juga: Terapi Hormon Usai Menopause, Bisa Bantu Jaga Daya Ingat?

Kenapa bisa begitu?

Sederhananya, otot membantu tubuh membakar kalori. Saat jumlah otot berkurang, kebutuhan energi harian juga ikut turun. Kalau pola makan tetap sama, kelebihan kalori akan lebih mudah disimpan menjadi lemak.

Belum lagi gaya hidup sekarang yang bikin orang makin jarang bergerak.

Berangkat kerja naik kendaraan, duduk berjam-jam di depan komputer, pulang sudah capek, lalu lanjut rebahan sambil scrolling media sosial. Aktivitas fisik yang dulu terjadi secara alami sekarang makin sedikit.

Di Indonesia, kondisi ini makin lengkap dengan kebiasaan konsumsi minuman manis, gorengan, camilan, dan makanan cepat saji yang gampang ditemukan hampir di mana-mana.

Makanya nggak heran kalau banyak orang merasa berat badannya naik perlahan tanpa sadar.

Menopause memang ikut berperan, tapi bukan satu-satunya penyebab.

Saat memasuki usia 40-an hingga 50-an, perubahan hormon membuat tubuh semakin mudah menyimpan lemak, terutama di area perut. Namun fondasinya biasanya sudah terbentuk sejak bertahun-tahun sebelumnya.

Karena itu, banyak dokter menyarankan agar menjaga berat badan tidak menunggu menopause datang.

Ilustrasi berat badan naik saat puasa (freepik)

Hal sederhana seperti rutin jalan kaki, lebih sering bergerak, mengurangi minuman manis, dan memperbanyak asupan protein bisa membantu menjaga massa otot tetap baik.

Nggak harus langsung olahraga berat atau diet ekstrem.

Bahkan jalan kaki 30 menit setiap hari sudah jauh lebih baik dibanding tidak bergerak sama sekali.

Yang sering dilupakan, saat orang diet terlalu ketat, tubuh bukan cuma kehilangan lemak. Massa otot juga bisa ikut berkurang.

Akibatnya, berat badan memang turun di awal, tetapi kemudian sulit bergerak lagi. Banyak orang menyebutnya sebagai fase "mandek" atau plateau.

Baca juga: Studi Ungkap Strategi Paling Efektif Turunkan Berat Badan Setelah Menopause

Karena itulah menjaga otot sama pentingnya dengan mengurangi lemak.

Pada akhirnya, kenaikan berat badan saat usia bertambah bukan sesuatu yang terjadi dalam semalam. Prosesnya berlangsung pelan, bahkan sejak puluhan tahun sebelumnya.

Jadi kalau akhir-akhir ini timbangan mulai bergerak ke kanan, mungkin bukan karena kamu mendadak makan lebih banyak. Bisa jadi tubuh memang sedang mengalami perubahan alami yang selama ini berjalan diam-diam tanpa disadari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mayo Clinic

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU