Ilustrasi menopause dini (freepik).
INDOZONE.ID - Menopause biasanya identik dengan usia 50-an.
Tapi faktanya, ada juga perempuan yang mengalami fase ini jauh lebih cepat, bahkan sebelum umur 40 tahun.
Kondisi ini dikenal sebagai menopause dini, atau dalam istilah medis sering disebut premature menopause atau primary ovarian insufficiency (POI).
Buat sebagian orang, kabar ini bisa terasa mengejutkan, bikin sedih, bahkan membingungkan, apalagi kalau masih punya rencana untuk punya anak ke depannya.
Karena itu, penting banget buat ngerti apa saja penyebab menopause dini yang sering kali gak disadari, tapi nyata terjadi.
Baca juga: Waspada! Ini Risiko Akibat Sering Panasin Makanan Berulang Kali
Lewat artikel ini, Kamu diajak buat lebih paham soal kondisi ini supaya bisa ambil langkah yang tepat, entah itu untuk pencegahan atau konsultasi lebih lanjut dengan dokter.
Pada dasarnya, menopause terjadi saat ovarium berhenti memproduksi hormon estrogen dan progesteron, sehingga siklus menstruasi pun berhenti sepenuhnya.
Umumnya, kondisi ini dialami perempuan di usia akhir 40-an hingga awal 50-an.
Tapi kalau menopause datang sebelum usia 40 tahun, kondisi ini disebut menopause prematur atau premature menopause.
Sementara itu, jika terjadi di rentang usia 40 sampai 45 tahun, biasanya disebut menopause dini atau early menopause.
Baca juga: Jangan Langsung Menyikat Gigi Setelah Makan Kalau Gak Mau Hal Ini Terjadi!
Penting buat dipahami, menopause dini bukan cuma soal telat haid atau efek stres sementara.
Ini adalah perubahan biologis yang nyata di dalam tubuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber