Kamis, 25 JUNI 2026 • 13:00 WIB

Anak Mulai Bicara Umur Berapa? Ini yang Perlu Orang Tua Ketahui

Author

Ilustrasi Anak Mulai Bicara. (Freepik)

INDOZONE.ID - Kemampuan berbicara merupakan salah satu tanda penting dalam tumbuh kembang anak. Banyak orang tua bertanya-tanya, anak mulai bicara umur berapa?

Perlu dipahami bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda. Namun, terdapat rentang usia yang menjadi acuan umum untuk melihat perkembangan kemampuan berbicara anak.

Baca juga: Penelitian: Remaja yang Gak Punya Pacar Justru Lebih Minim Stres

Tahapan Perkembangan Bicara Anak Berdasarkan Usia

1. Usia 0-6 Bulan

Pada fase ini, bayi belum bisa mengucapkan kata yang bermakna. Namun, mereka mulai menunjukkan respons terhadap suara di sekitarnya.

Beberapa perkembangan yang umumnya terlihat antara lain:

  • Tersenyum atau tertawa saat diajak berbicara
  • Mengeluarkan suara sederhana seperti "aa", "oo", atau "ee"
  • Menoleh ke arah sumber suara
  • Terkejut saat mendengar suara keras

Tahap ini menjadi fondasi awal bagi perkembangan bahasa anak di masa berikutnya.

2. Usia 7-12 Bulan

Memasuki usia ini, bayi mulai meniru suara yang sering didengarnya dari orang tua maupun anggota keluarga lainnya. Beberapa kemampuan yang mulai muncul meliputi:

  • Mengucapkan suku kata berulang seperti "ma-ma", "pa-pa", atau "ba-ba"
  • Meniru intonasi saat orang lain berbicara
  • Memberikan respons melalui gerakan tubuh, senyuman, atau menunjuk benda tertentu
  • Mulai memahami kata-kata sederhana yang sering didengar

Baca juga: Studi: Jokes Bapak-Bapak Ternyata Baik untuk Kesehatan Otak

3. Usia 13-18 Bulan

Pada tahap ini, anak mulai mengucapkan kata-kata pertama yang memiliki makna. Contohnya Mama, Ayah, makan, minum.

Selain itu, anak juga mulai memahami instruksi sederhana seperti "ambil bola" atau "dadah". Mereka dapat menunjuk benda atau anggota tubuh ketika disebutkan namanya.

4. Usia 19-24 Bulan

Jika Anda bertanya anak mulai bicara umur berapa, banyak anak mulai menunjukkan perkembangan pesat pada rentang usia ini.

Kosakata anak biasanya bertambah menjadi sekitar 20–50 kata. Mereka juga mulai mampu menggabungkan dua kata menjadi kalimat sederhana seperti:

  • "Mau susu"
  • "Makan nasi"
  • "Mau bola"

Anak juga semakin aktif meniru kata-kata yang didengar dari orang di sekitarnya.

Baca juga: Tanda Awal ADHD pada Anak, Kapan Orang Tua Perlu Waspada?

5. Usia 2-3 Tahun

Pada usia ini, kemampuan berbahasa anak semakin berkembang. Beberapa tanda yang umum terlihat yaitu:

  • Mampu membuat kalimat sederhana berisi 2–3 kata
  • Mengenali nama berbagai benda di sekitarnya
  • Menggunakan kata ganti seperti "aku", "kamu", dan "dia"
  • Mulai aktif bertanya dan berinteraksi dengan orang lain

6. Usia 3–5 Tahun

Perkembangan bahasa anak biasanya semakin pesat pada usia prasekolah. Anak umumnya sudah mampu melakukan beberapa hal seperti:

  • Berbicara dengan kalimat yang lebih panjang
  • Menjawab pertanyaan sederhana
  • Menceritakan pengalaman yang dialami
  • Mengajukan pertanyaan seperti "kenapa" dan "bagaimana"

Baca juga: Anak dengan Alergi Susu Sapi Tetap Berpeluang Raih Prestasi, Ini Kuncinya

Faktor yang Memengaruhi Kemampuan Bicara Anak

Kemampuan berbicara anak tidak hanya dipengaruhi oleh usia. Ada beberapa faktor lain yang turut berperan, seperti:

  • Stimulasi dari orang tua
  • Kondisi kesehatan anak
  • Kemampuan pendengaran
  • Lingkungan tempat anak tumbuh
  • Frekuensi interaksi dan komunikasi sehari-hari

Semakin sering anak diajak berkomunikasi, semakin besar peluang kemampuan bahasanya berkembang dengan baik.

Itulah tahapan perkembangan bicara anak sesuai usia. Umumnya, tahapan ini bisa berbeda-beda pada setiap anak.

Baca juga: Punya Anemia? Hindari Makanan Ini Agar Zat Besi Terserap Optimal

Jika menemui atau ragu dengan hal yang tidak wajar, segera konsultasi ke dokter. Deteksi dan penanganan sejak dini dapat membantu mengoptimalkan perkembangan bahasa serta komunikasi anak di masa mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Alodokter

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU