INDOZONE.ID - Ceri selama ini dikenal sebagai salah satu buah yang kaya antioksidan. Kini, penelitian terbaru menunjukkan, konsumsi buah ceri juga berpotensi membantu menurunkan risiko asam urat.
Meski begitu, para peneliti menegaskan, buah ceri tidak dapat menggantikan pengobatan medis yang diresepkan dokter.
Hasil penelitian menunjukkan, konsumsi buah ceri mampu menurunkan risiko serangan asam urat hingga 35 persen. Bahkan, jika dikombinasikan dengan terapi standar untuk asam urat, penurunan risiko serangan dapat mencapai 75 persen.
Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Arthritis & Rheumatism, dan menjadi salah satu bukti bahwa, pola makan sehat dapat berperan sebagai pendukung dalam pengelolaan penyakit asam urat.
Baca juga: 7 Ikan yang Boleh Dimakan Penderita Asam Urat dan Kolesterol
Apa Itu Asam Urat?
DIkutip dari Medical Daily, asam urat atau gout merupakan salah satu jenis radang sendi yang terjadi akibat penumpukan kristal asam urat di dalam persendian.
Kondisi tersebut biasanya menyebabkan nyeri hebat yang datang secara tiba-tiba, disertai pembengkakan, kemerahan, rasa panas, dan kaku pada sendi.
Sendi yang paling sering terdampak adalah jempol kaki, lutut, pergelangan kaki, hingga siku juga dapat mengalami kondisi serupa.
Kenapa Buah Ceri Baik untuk Penderita Asam Urat?
Para peneliti menjelaskan, buah ceri mengandung senyawa yang memiliki sifat antiinflamasi (antiradang), serta berpotensi membantu menurunkan kadar asam urat dalam tubuh.
Kombinasi kedua efek tersebut diduga berkontribusi dalam mengurangi risiko kambuhnya serangan asam urat.
Untuk menguji manfaat tersebut, peneliti melibatkan sekitar 633 orang yang telah didiagnosis menderita asam urat.
Seluruh peserta diminta memberikan informasi mengenai riwayat serangan asam urat, obat-obatan yang dikonsumsi, pola hidup, serta kebiasaan mengonsumsi buah ceri.
Dari seluruh peserta penelitian, sekitar 35 persen mengaku rutin mengonsumsi buah ceri segar, 2 persen menggunakan ekstrak ceri, sedangkan 5 persen mengonsumsi kombinasi buah ceri segar dan ekstraknya.
Hasil analisis menunjukkan, risiko serangan asam urat terus menurun seiring meningkatnya konsumsi buah ceri, hingga batas sekitar tiga porsi dalam dua hari.
Menurut peneliti utama, Profesor Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat dari Boston University, Dr. Yuqing Zhang, satu porsi buah ceri dalam penelitian tersebut, setara dengan sekitar setengah cangkir atau 10–12 buah ceri.
Faktor Risiko Asam Urat Tetap Harus Dikendalikan
Selain pola makan, terdapat sejumlah faktor lain yang meningkatkan risiko seseorang mengalami asam urat. Pria diketahui memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan wanita.
Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol, serta makanan tinggi purin seperti hati sapi, ikan sarden, ikan haring, makarel, hingga kacang-kacangan kering juga dapat memicu peningkatan kadar asam urat.
Menariknya, para peneliti menemukan, efek perlindungan dari konsumsi buah ceri tetap terlihat, meskipun berbagai faktor risiko tersebut telah diperhitungkan dalam analisis penelitian.
Baca juga: Mengapa Pria Lebih Mudah Terkena Asam Urat Tinggi? Ini Penjelasan Medisnya
Bukan Pengganti Obat
Meskipun hasil penelitian menunjukkan manfaat yang menjanjikan, para peneliti mengingatkan, konsumsi buah ceri tidak boleh dijadikan pengganti pengobatan utama bagi bagi penderita asam urat.
Mereka menilai, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan hubungan sebab-akibat, antara konsumsi buah ceri dengan penurunan risiko asam urat.
Cara Kendalikan Asam Urat
Selain mengikuti pengobatan yang diberikan dokter, penderita asam urat juga dianjurkan menerapkan pola hidup sehat.
Beberapa langkah yang direkomendasikan antara lain:
- Memperbanyak konsumsi air putih dan minuman nonalkohol untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
- Olahraga secara teratur, guna menjaga berat badan ideal.
- Menghindari diet rendah karbohidrat secara ekstrem, karena dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah.
- Membatasi makanan tinggi purin seperti jeroan, otak sapi, ikan teri, sarden, makarel, jamur, serta kacang-kacangan kering.
- Selalu berkonsultasi dengan dokter mengenai obat-obatan, suplemen, maupun vitamin yang sedang dikonsumsi.
Oleh karena itu, temuan terbaru ini memperkuat bukti bahwa, konsumsi buah ceri berpotensi menjadi bagian dari pola makan sehat, untuk membantu menurunkan risiko serangan asam urat.
Namun, manfaat tersebut sebaiknya dinilai sebagai terapi pendamping, bukan pengganti pengobatan utama dari dokter.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical Daily