INDOZONE.ID - Menjaga kesehatan dan penampilan estetika wajah merupakan hal yang sangat penting bagi sebagian besar orang dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, area sensitif seperti bibir sering kali menjadi bagian yang paling rentan mengalami masalah kulit akibat paparan lingkungan sekitar yang kurang bersahabat.
Bagi kamu yang sering beraktivitas di dalam maupun luar ruangan, memahami karakteristik kulit wajah sangat membantu dalam menghindari gangguan kenyamanan penampilan.
Struktur kulit pada bagian bibir sejatinya memiliki perbedaan yang cukup mencolok dibandingkan dengan area kulit tubuh lainnya yang cenderung lebih tebal.
Baca juga: Misteri di Balik Tanda Tangan, Alasan Artis Hindari Tinta Biru
Kelemahan alami ini membuat bagian tersebut sangat mudah kehilangan kelembapan alami dan rentan mengalami iritasi parah jika tidak dirawat dengan benar.
Melalui pemahaman yang mendalam mengenai faktor risikonya, kamu bisa melakukan langkah pencegahan yang tepat sebelum kondisi bibir menjadi semakin memburuk.
Oleh karena itu, mari kita bahas mengenai penyebab bibir kamu sering kering dan pecah-pecah.
Cuaca Dingin
Faktor eksternal pertama yang sering kali memicu kondisi bibir menjadi kering dan pecah-pecah secara instan.
Baca juga: Bukan Cuma Daging! Studi Temukan Minuman Manis Bisa Picu Asam Urat pada Wanita
Suhu yang sangat rendah dapat mengeraskan dan menguras kelembapan keratin, yaitu protein pelindung yang jumlahnya sangat sedikit pada jaringan kulit bibir kamu.
Akibatnya, area ini akan langsung terdampak dan mengalami keretakan meskipun bagian kulit wajah lainnya masih terlihat normal dan sehat.
Udara Kering dan Angin
Hal ini menjadi kombinasi lingkungan berikutnya yang mampu merusak lapisan protein pelindung kulit secara masif.
Embusan angin kencang saat kamu melakukan aktivitas luar ruangan seperti bermain ski atau olahraga air akan mempercepat proses pengelupasan lapisan terluar bibir.
Baca juga: Usai Videonya Acungkan Jari Tengah Viral, Anggota Satpol PP Bireuen Akhirnya Minta Maaf
Dampak dari paparan konstan ini membuat jaringan kulit mati terpisah dari permukaan dan menimbulkan rasa perih yang mengganggu.
Kebiasaan Menjilat Bibir
Tindakan spontan yang refleks kamu lakukan saat merasakan permukaan bibir mulai terasa gersang.
Sayangnya, aktivitas ini justru memicu siklus basah-kering secara terus-menerus yang merusak benteng pertahanan kulit dan memicu peradangan yang lebih parah.
Dalam jangka panjang, kebiasaan buruk ini bisa memicu terjadinya infeksi kulit serta meninggalkan bekas kehitaman atau hiperpigmentasi.
Reaksi Alergi
Alasan tersembunyi mengapa bibir kamu tetap terasa gersang meskipun sudah berulang kali dioleskan produk pelembap.
Beberapa produk perawatan ternyata mengandung zat pemicu iritasi seperti colophony, shellac, minyak wijen, pewarna, hingga perisa mint dan kosmetik lainnya.
Kamu harus lebih cermat memeriksa kandungan bahan tersebut agar tidak memperparah kondisi peradangan pada jaringan kulit.
Logam dan Bahan yang Membuat iritasi
adalah benda-benda di sekitar lingkungan harian yang tanpa kamu sadari sering bersentuhan langsung dengan area mulut.
Barang-barang berbahan metal seperti klip kertas, jepitan pena, peniti, hingga perhiasan tertentu umumnya memiliki kandungan nikel di dalamnya.
Jika kamu memiliki sensitivitas tinggi terhadap jenis logam ini, maka interaksi tersebut akan langsung memicu gejala gatal dan ruam.
Paparan Sinar Matahari Berlebih
Sengatan matahari yang mengenai area bibir tanpa proteksi tabir surya akan mempercepat kerusakan sel dan menurunkan tingkat elastisitasnya secara drastis.
Kondisi ini membuat bibir kamu kehilangan tameng alaminya dan menjadi sangat rentan terhadap luka robek.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Goodrx.com