INDOZONE.ID - Menjaga pola makan sehat menjadi salah satu cara penting untuk menurunkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk kanker.
Meski tidak ada satu jenis makanan yang secara langsung menyebabkan kanker, konsumsi makanan tertentu secara berlebihan dan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risikonya.
Baca juga: 7 Manfaat Gambir untuk Kesehatan yang Sayang untuk Dilewatkan
Makanan yang Bisa Meningkatkan Risiko Kanker
Berikut beberapa jenis makanan yang sebaiknya dibatasi karena dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker jika dikonsumsi secara berlebihan.
1. Daging Olahan
Daging olahan seperti sosis, nugget, kornet, dan bacon termasuk makanan yang perlu dibatasi.
Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) mengklasifikasikan daging olahan sebagai karsinogen Grup 1 karena terdapat bukti kuat yang mengaitkannya dengan peningkatan risiko kanker kolorektal.
Risiko tersebut diduga berkaitan dengan penggunaan bahan pengawet seperti nitrat dan nitrit yang dapat membentuk senyawa berbahaya di dalam tubuh.
Baca juga: Kebiasaan Kretek Leher saat Pegal, Wanita Ini Alami Stroke Akibat Pembuluh Darah Robek
2. Daging Merah dalam Jumlah Berlebihan
Daging merah, seperti daging sapi, kambing, dan domba, juga sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. IARC mengategorikannya sebagai karsinogen Grup 2A atau berpotensi meningkatkan risiko kanker.
Risikonya dapat meningkat apabila daging dimasak dengan suhu yang sangat tinggi, misalnya dibakar hingga gosong.
3. Makanan yang Dimasak Terlalu Gosong
Makanan bertepung yang digoreng atau dipanggang pada suhu sangat tinggi dapat menghasilkan senyawa akrilamida.
Berdasarkan sejumlah penelitian laboratorium, senyawa ini diketahui memiliki potensi meningkatkan risiko kanker.
Meski bukti pada manusia masih terus diteliti, memilih metode memasak seperti mengukus, merebus, atau menumis dengan sedikit minyak dapat menjadi pilihan yang lebih sehat.
4. Makanan dan Minuman Tinggi Gula
Konsumsi gula tambahan dalam jumlah berlebihan memang tidak secara langsung menyebabkan kanker.
Baca juga: 7 Manfaat Cumi-cumi untuk Kesehatan Tubuh yang Sayang Dilewatkan
Namun, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko obesitas dan resistensi insulin, yang merupakan faktor risiko beberapa jenis kanker.
Mengurangi minuman manis, makanan tinggi gula, serta mengganti karbohidrat olahan dengan sumber karbohidrat kompleks seperti gandum utuh atau nasi merah bisa bantu menjaga kesehatan metabolisme.
5. Alkohol dan Makanan Tinggi Garam
Minuman beralkohol telah dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker hati dan kanker payudara. Di dalam tubuh, alkohol akan diubah menjadi asetaldehida yang dapat merusak DNA sel.
Selain itu, konsumsi makanan tinggi garam maupun makanan awetan secara berlebihan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker lambung karena dapat merusak lapisan pelindung lambung.
Baca juga: Sariawan Bikin Susah Makan? Begini Cara Mengobatinya
Tidak harus menghindarinya sepenuhnya, tetapi menjaga porsinya tetap wajar dan menerapkan pola makan bergizi seimbang dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu menurunkan risiko kanker sekaligus menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Brawijaya Hospital