Selasa, 21 JULI 2026 • 12:35 WIB

Manfaat Dry Brushing untuk Kulit: Risiko dan Cara Mencobanya

Author

dry brushing (pexels @RDNE Stock project)

INDOZONE.ID - Dry brushing merupakan teknik menggosok kulit dalam keadaan kering menggunakan sikat berbulu alami untuk membantu mengangkat sel kulit mati.

Meski telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan Ayurveda, sebagian besar manfaat yang sering dikaitkan dengan dry brushing masih memerlukan bukti ilmiah yang lebih kuat.

Apa Itu Dry Brushing?

Dry brushing, atau gharshana, adalah teknik perawatan tubuh yang dilakukan dengan menyikat kulit menggunakan sikat berbulu alami dalam pola tertentu.

Pendukung metode ini meyakini bahwa gesekan dari bulu sikat dapat membantu mengeksfoliasi kulit sekaligus meningkatkan kemampuan kulit dalam mengeluarkan racun melalui pori-pori.

Walaupun banyak klaim beredar mengenai manfaatnya, penelitian yang mendukung efektivitas dry brushing masih terbatas.

Bagi kebanyakan orang, teknik ini umumnya tidak menimbulkan risiko serius jika dilakukan dengan benar.

Manfaat Dry Brushing yang Banyak Dibahas

Baca juga: Jangan Tunggu Burnout, Self-Care Perlu Dilakukan Mulai Sekarang

Membantu mengangkat sel kulit mati

Manfaat yang paling jelas dari dry brushing adalah membantu proses eksfoliasi. Bulu sikat yang bertekstur kasar dapat mengangkat sel kulit mati di permukaan kulit sehingga kulit terasa lebih halus dan lembut.

Proses eksfoliasi ini juga disebut dapat mendukung produksi kolagen, meski hubungan tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Diduga mendukung sistem limfatik

Dry brushing juga sering dikaitkan dengan kesehatan sistem limfatik, yaitu jaringan yang membantu tubuh melawan infeksi.

Menurut teori yang berkembang, gesekan sikat dapat merangsang pori-pori sehingga tubuh lebih mudah berkeringat.

Keringat tersebut diyakini membantu mengurangi jumlah racun yang mengalir melalui sistem limfatik.

Namun, hingga kini belum ada penelitian yang cukup untuk membuktikan, dry brushing benar-benar membantu proses detoksifikasi atau meningkatkan fungsi sistem limfatik.

Dry brushing (Pexels/Cottonbro)

Memberikan efek relaksasi

Banyak orang merasa lebih rileks setelah melakukan dry brushing. Sensasi yang dihasilkan sering dibandingkan dengan pijatan ringan sehingga dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan diri.

Untuk mendapatkan pengalaman yang lebih nyaman, teknik ini sebaiknya dilakukan di tempat yang tenang dan minim gangguan.

Diklaim membantu menyamarkan selulit

Dry brushing juga kerap disebut mampu mengurangi tampilan selulit. Klaim tersebut muncul karena efeknya dianggap menyerupai pijatan pada kulit.

Meski begitu, bukti ilmiah yang mendukung manfaat ini belum tersedia.

Penelitian memang menunjukkan beberapa jenis pijatan dapat memberikan perubahan sementara pada tampilan selulit, tetapi penelitian tersebut tidak dilakukan pada teknik dry brushing.

Karena itu, sebagian besar dokter belum menganggap dry brushing sebagai terapi untuk mengatasi selulit.

Baca juga: 5 Hair Care yang Wajib Dipunya Biar Rambut Lebih Cantik dan Sehat!

Risiko Dry Brushing

Dry brushing tidak selalu cocok untuk semua orang. Jika kulit sedang mengalami peradangan, sebaiknya hindari menyikat area tersebut. Hal ini berlaku bagi orang yang memiliki kondisi seperti eksim maupun psoriasis.

Teknik ini juga tidak boleh dilakukan pada kulit yang mengalami luka terbuka, goresan, ruam, infeksi, atau sayatan.

Menyikat area yang terluka dapat memasukkan bakteri ke dalam kulit sehingga meningkatkan risiko infeksi.

Orang dengan kulit sensitif atau memiliki penyakit kulit sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba dry brushing.

Cara Melakukan Dry Brushing

Dry brushing dilakukan menggunakan sikat berbulu alami yang memiliki gagang panjang agar seluruh tubuh mudah dijangkau.

Mulailah dari telapak kaki, kemudian sikat kulit dengan gerakan melingkar searah jarum jam sambil bergerak ke arah atas tubuh.

dry brushing (oseamalibu.com)

Berikan tekanan ringan pada area berkulit tipis, sedangkan bagian yang lebih tebal, seperti telapak kaki, dapat disikat dengan tekanan sedikit lebih kuat.

Setelah menyikat kaki, lanjutkan ke lengan dengan gerakan ke arah ketiak. Bagi pemula, gunakan tekanan yang lembut terlebih dahulu. Setelah kulit mulai terbiasa, tekanan dapat ditingkatkan secara bertahap.

Hindari area sensitif, ruam, luka, infeksi, sayatan, serta kulit yang terkena poison ivy, poison oak, atau psoriasis.

Wajah juga tidak disarankan disikat menggunakan sikat tubuh biasa karena memerlukan sikat yang lebih lembut dan dirancang khusus.

Sesudah selesai, mandi dengan air dingin untuk membantu membersihkan sel kulit mati yang telah terangkat.

Setelah tubuh dikeringkan, Kamu dapat mengoleskan pelembap berbahan minyak alami, seperti minyak zaitun atau minyak kelapa, agar kulit tetap lembap.

Peralatan yang Dibutuhkan

Dry brushing tidak memerlukan banyak perlengkapan. Kamu hanya membutuhkan sikat berbulu alami, sebaiknya yang memiliki gagang panjang agar lebih mudah menjangkau seluruh bagian tubuh.

Baca juga: 6 Lip Care yang Harus Kamu Miliki, Biar Bibir Nggak Kering dan Tetap Pink!

Banyak orang memilih melakukannya sebelum mandi sehingga sisa sel kulit mati dapat langsung dibersihkan. Pelembap berbahan minyak alami juga dapat disiapkan untuk digunakan setelah mandi.

Bagi yang tidak ingin melakukannya sendiri, beberapa spa juga menyediakan layanan dry brushing.

Jika memilih perawatan di spa, pastikan kamu menanyakan bagaimana sikat dibersihkan dan beri tahu terapis apabila ada area tubuh yang harus dihindari.

Cara Merawat Sikat Dry Brushing

Sikat perlu dibilas setiap selesai digunakan, kemudian dikeringkan di tempat yang terbuka dan terkena sinar matahari agar tidak berjamur.

Bersihkan sikat menggunakan sabun dan air setidaknya seminggu sekali.

Hindari berbagi sikat dengan orang lain karena dapat meningkatkan risiko perpindahan bakteri maupun infeksi.

Apakah Dry Brushing Layak Dicoba?

Dry brushing dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin mengeksfoliasi kulit dan menikmati sensasi relaksasi selama perawatan tubuh.

Meski demikian, manfaat seperti membantu detoksifikasi, meningkatkan fungsi sistem limfatik, atau mengurangi selulit masih belum didukung bukti ilmiah yang memadai.

Jika memiliki kondisi kulit tertentu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter dan selalu hindari menyikat area yang sedang mengalami luka atau infeksi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthline.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU