Rabu, 22 JULI 2026 • 15:15 WIB

Minum Cuka Apel di Pagi Hari Ampuh Bikin Langsing? Ini Faktanya!

Author

Ilustrasi Cuka Apel. (Photo/Ilustrasi/Pixabay)

INDOZONE.ID - Ya, minum cuka apel di pagi hari berpotensi memberikan manfaat kesehatan.

Namun, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan, pagi hari merupakan waktu terbaik untuk mengonsumsinya.

Jika memang memberikan efek positif, manfaat tersebut lebih dipengaruhi oleh konsumsi yang konsisten daripada waktu minumnya.

Belum Ada Bukti Pagi Hari Lebih Efektif

Cuka apel telah lama digunakan sebagai bahan makanan sekaligus pengobatan tradisional untuk berbagai keluhan.

Belakangan, kebiasaan meminum cuka apel saat bangun tidur juga semakin populer karena dipercaya dapat mempercepat metabolisme, membantu menurunkan berat badan, hingga membuang racun dari tubuh.

Sayangnya, penelitian belum mendukung anggapan tersebut.

Sebuah studi pada 2021 yang meneliti pengaruh cuka apel terhadap penggunaan energi tubuh, meminta peserta mengonsumsi minuman yang mengandung cuka apel pada pagi dan malam hari.

Baca juga: Populer Sejak Zaman Belanda, Cuka Apel Kini Disukai Gen Z, Apa Khasiatnya?

Hasilnya menunjukkan, konsumsi cuka memang berkaitan dengan penurunan berat badan, tetapi tidak memengaruhi metabolisme maupun cara tubuh menggunakan energi.

Karena peserta mengonsumsinya dua kali sehari, penelitian ini juga tidak dapat menyimpulkan apakah waktu konsumsi berpengaruh terhadap hasilnya.

Di sisi lain, beberapa penelitian yang lebih lama menunjukkan bahwa mengonsumsi cuka apel sebelum tidur mungkin lebih bermanfaat untuk membantu mengontrol kadar gula darah.

Meski begitu, bukti yang tersedia masih terbatas sehingga belum bisa dijadikan rekomendasi pasti.

Apa Saja Manfaat Cuka Apel?

Meski waktu konsumsi belum terbukti berpengaruh, sejumlah penelitian menunjukkan, cuka apel memiliki beberapa potensi manfaat bagi kesehatan.

Membantu Mengontrol Gula Darah

Beberapa penelitian pada manusia menemukan, konsumsi cuka apel setiap hari dapat sedikit menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes tipe 2.

Ilustrasi alat pengukur gula darah. (Freepik)

Efeknya memang tidak besar, tetapi menunjukkan, cuka apel berpotensi menjadi pendamping pola hidup sehat, bukan pengganti pengobatan.

Berpotensi Mendukung Penurunan Berat Badan

Dalam sebuah penelitian pada 2018, peserta yang mengombinasikan konsumsi cuka apel dengan diet rendah kalori mengalami penurunan berat badan.

Selain itu, terjadi penurunan indeks massa tubuh (BMI), lingkar pinggul, kadar trigliserida, serta berkurangnya nafsu makan. Penelitian tersebut juga menemukan peningkatan kadar kolesterol HDL atau kolesterol baik.

Temuan ini menunjukkan, manfaat cuka apel terhadap berat badan kemungkinan lebih optimal jika disertai pola makan yang terkontrol.

Memiliki Sifat Antimikroba

Penelitian di laboratorium memperlihatkan, cuka mampu menghambat pertumbuhan berbagai jenis bakteri dan mikroorganisme.

Meski hasilnya menjanjikan, penelitian ini dilakukan di luar tubuh manusia sehingga belum dapat dipastikan memberikan efek yang sama ketika cuka apel dikonsumsi.

Baca juga: Minum Campuran Cuka Apel dan Madu Setiap Hari, Beneran Sehat atau Cuma Mitos?

Berpotensi Mengurangi Plak Gigi

Sebuah penelitian pada 2022 terhadap 50 anak menemukan, penggunaan larutan cuka apel 5 persen pada gigi sekali sehari selama enam bulan lebih efektif mengurangi plak dan radang gusi dibandingkan menyikat gigi secara manual tanpa pasta gigi.

Namun, penelitian tersebut tidak membandingkannya dengan menyikat gigi menggunakan pasta gigi sehingga hasilnya tidak dapat diartikan, cuka apel lebih baik daripada kebiasaan menyikat gigi yang benar.

Jangan Mudah Percaya Klaim yang Belum Terbukti

Di internet, cuka apel sering disebut mampu menghilangkan rasa lapar secara instan, membakar lemak lebih cepat, atau mengeluarkan racun dari tubuh jika diminum saat perut kosong.

Faktanya, sebagian besar klaim tersebut belum memiliki dukungan ilmiah yang kuat.

Beberapa penelitian memang menunjukkan hasil yang positif, tetapi banyak di antaranya masih berskala kecil atau bahkan hanya dilakukan pada hewan maupun di laboratorium.

Karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaatnya pada manusia.

Ilustrasi efek samping pemutih gigi (freepik).

Adakah Risiko Mengonsumsi Cuka Apel?

Pada umumnya, cuka apel aman dikonsumsi dalam jumlah kecil selama menggunakan produk dengan tingkat keasaman sekitar 4–7 persen seperti yang banyak dijual di pasaran.

Sebaliknya, asam asetat dengan konsentrasi 20 persen atau lebih tergolong tidak aman. Meski begitu, cuka apel tetap dapat menimbulkan beberapa efek samping.

Kandungan asamnya berpotensi mengikis enamel gigi dan menyebabkan iritasi atau sensasi terbakar pada tenggorokan, terutama jika diminum tanpa diencerkan.

Cuka apel juga dapat memperlambat proses pencernaan.

Efek ini mungkin membuat seseorang merasa kenyang lebih lama, tetapi pada penderita diabetes tipe 1 justru dapat memperburuk keterlambatan pengosongan lambung atau gastroparesis.

Selain itu, sebagian orang bisa mengalami intoleransi atau alergi terhadap cuka.

Produk suplemen cuka apel dalam bentuk kapsul, tablet, gummy, maupun bubuk juga belum terbukti memberikan manfaat yang sama seperti cuka cair dan berpotensi mengandung bahan tambahan dengan efek yang belum terverifikasi.

Baca juga: Cuka Apel Bikin Glowing, Ampuh atau Cuma Mitos? Cek Faktanya Disini

Cara Minum Cuka Apel yang Lebih Aman

Jika ingin mengonsumsi cuka apel, batasi jumlahnya sekitar 1–2 sendok makan per hari dan selalu encerkan dalam segelas air.

Setelah meminumnya, berkumurlah dengan air putih untuk membantu mengurangi risiko kerusakan enamel gigi akibat paparan asam.

Jadi, Perlukah Minum Cuka Apel di Pagi Hari?

Minum cuka apel di pagi hari bukanlah kebiasaan yang terbukti memberikan manfaat lebih besar dibandingkan waktu lainnya.

Beberapa penelitian memang menunjukkan potensi manfaatnya, seperti membantu mengontrol gula darah, mendukung penurunan berat badan, dan memiliki sifat antimikroba.

Namun, bukti ilmiahnya masih terbatas dan belum menunjukkan bahwa manfaat tersebut bergantung pada waktu konsumsi.

Selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan dengan cara yang benar, cuka apel dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat, tetapi bukan solusi instan untuk berbagai masalah kesehatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthline.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU