Rabu, 22 JULI 2026 • 19:20 WIB

Rambut Rontok dan Otot Menyusut? Ini Tanda Tubuh Kekurangan Protein

Author

Ilustrasi Tanda Tubuh Kekurangan Protein. (Freepik)

INDOZONE.ID - Protein merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk membangun otot, memperbaiki jaringan, membentuk hormon, enzim, hingga menjaga daya tahan tubuh.

Jika asupannya tidak mencukupi dalam waktu lama, berbagai gangguan kesehatan dapat muncul. Berikut beberapa akibat kekurangan protein yang perlu diwaspadai.

Baca juga: Penelitian: WFH Bisa Tingkatkan Stres, Terutama Pekerja yang Tinggal Sendiri

Gejala Akibat Kekurangan Protein

1. Rambut Rontok, Kulit Bermasalah, dan Kuku Rapuh

Kurangnya protein dapat membuat rambut mudah rontok dan patah, kulit menjadi kering serta bersisik, sementara kuku lebih tipis dan mudah pecah karena produksi keratin terganggu.

2. Sistem Imun Melemah

Protein berperan dalam pembentukan antibodi. Saat tubuh kekurangan protein, daya tahan tubuh menurun sehingga lebih mudah terserang infeksi dan proses penyembuhan menjadi lebih lama.

3. Kehilangan Massa Otot

Ketika asupan protein kurang, tubuh akan mengambil cadangan protein dari otot untuk mempertahankan fungsi organ vital. Akibatnya, massa otot menyusut, tubuh terasa lemah, dan kekuatan fisik menurun.

Baca juga: Minum Cuka Apel di Pagi Hari Ampuh Bikin Langsing? Ini Faktanya!

4. Nafsu Makan Meningkat

Kekurangan protein dapat memengaruhi rasa kenyang sehingga sebagian orang lebih mudah lapar dan cenderung mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat maupun lemak.

5. Berat Badan Turun Tidak Sehat

Penurunan berat badan akibat kekurangan protein umumnya terjadi karena berkurangnya massa otot, bukan lemak. Tubuh terlihat lebih kurus, tetapi tenaga ikut berkurang.

6. Pembengkakan Tubuh (Edema)

Kadar albumin yang rendah akibat kekurangan protein dapat menyebabkan cairan menumpuk di jaringan tubuh. Kondisi ini biasanya ditandai pembengkakan pada kaki, tangan, wajah, atau perut.

7. Pertumbuhan Anak Terhambat

Kekurangan protein dapat membuat tinggi dan berat badan anak tidak berkembang sesuai usianya.

Baca juga: Waspadai Gejala GERD pada Anak yang Sering Luput dari Perhatian Orangtua

8. Tulang Menjadi Lebih Rapuh

Asupan protein yang kurang dapat memengaruhi kekuatan tulang sehingga meningkatkan risiko retak atau patah tulang, terutama bila disertai kekurangan nutrisi lainnya.

9. Perlemakan Hati

Kurangnya protein dapat mengganggu proses metabolisme lemak sehingga lemak menumpuk di hati. Dalam kondisi berat, hal ini dapat terjadi pada kasus kwashiorkor.

10. Gangguan Fungsi Jantung

Pada kekurangan protein yang berat, tubuh dapat mengambil protein dari otot jantung untuk memenuhi kebutuhan organ vital lainnya. Akibatnya, fungsi jantung berisiko terganggu.

Baca juga: 7 Manfaat Lobster untuk Kesehatan Tubuh, Kaya Nutrisi

Kebutuhan protein setiap orang berbeda-beda, tergantung usia, berat badan, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan. Secara umum, orang dewasa memerlukan sekitar 0,8 gram protein per kilogram berat badan per hari sebagai kebutuhan minimum.

Jika muncul tanda-tanda kekurangan protein atau keluhan berlangsung terus-menerus, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ciputra Hospital

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU