INDOZONE.ID - Protein merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk membangun otot, memperbaiki jaringan, membentuk hormon, enzim, hingga menjaga daya tahan tubuh.
Jika asupannya tidak mencukupi dalam waktu lama, berbagai gangguan kesehatan dapat muncul. Berikut beberapa akibat kekurangan protein yang perlu diwaspadai.
Baca juga: Penelitian: WFH Bisa Tingkatkan Stres, Terutama Pekerja yang Tinggal Sendiri
Gejala Akibat Kekurangan Protein
1. Rambut Rontok, Kulit Bermasalah, dan Kuku Rapuh
Kurangnya protein dapat membuat rambut mudah rontok dan patah, kulit menjadi kering serta bersisik, sementara kuku lebih tipis dan mudah pecah karena produksi keratin terganggu.
2. Sistem Imun Melemah
Protein berperan dalam pembentukan antibodi. Saat tubuh kekurangan protein, daya tahan tubuh menurun sehingga lebih mudah terserang infeksi dan proses penyembuhan menjadi lebih lama.
3. Kehilangan Massa Otot
Ketika asupan protein kurang, tubuh akan mengambil cadangan protein dari otot untuk mempertahankan fungsi organ vital. Akibatnya, massa otot menyusut, tubuh terasa lemah, dan kekuatan fisik menurun.
Baca juga: Minum Cuka Apel di Pagi Hari Ampuh Bikin Langsing? Ini Faktanya!
4. Nafsu Makan Meningkat
Kekurangan protein dapat memengaruhi rasa kenyang sehingga sebagian orang lebih mudah lapar dan cenderung mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat maupun lemak.
5. Berat Badan Turun Tidak Sehat
Penurunan berat badan akibat kekurangan protein umumnya terjadi karena berkurangnya massa otot, bukan lemak. Tubuh terlihat lebih kurus, tetapi tenaga ikut berkurang.
6. Pembengkakan Tubuh (Edema)
Kadar albumin yang rendah akibat kekurangan protein dapat menyebabkan cairan menumpuk di jaringan tubuh. Kondisi ini biasanya ditandai pembengkakan pada kaki, tangan, wajah, atau perut.
7. Pertumbuhan Anak Terhambat
Kekurangan protein dapat membuat tinggi dan berat badan anak tidak berkembang sesuai usianya.
Baca juga: Waspadai Gejala GERD pada Anak yang Sering Luput dari Perhatian Orangtua
8. Tulang Menjadi Lebih Rapuh
Asupan protein yang kurang dapat memengaruhi kekuatan tulang sehingga meningkatkan risiko retak atau patah tulang, terutama bila disertai kekurangan nutrisi lainnya.
9. Perlemakan Hati
Kurangnya protein dapat mengganggu proses metabolisme lemak sehingga lemak menumpuk di hati. Dalam kondisi berat, hal ini dapat terjadi pada kasus kwashiorkor.
10. Gangguan Fungsi Jantung
Pada kekurangan protein yang berat, tubuh dapat mengambil protein dari otot jantung untuk memenuhi kebutuhan organ vital lainnya. Akibatnya, fungsi jantung berisiko terganggu.
Baca juga: 7 Manfaat Lobster untuk Kesehatan Tubuh, Kaya Nutrisi
Kebutuhan protein setiap orang berbeda-beda, tergantung usia, berat badan, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan. Secara umum, orang dewasa memerlukan sekitar 0,8 gram protein per kilogram berat badan per hari sebagai kebutuhan minimum.
Jika muncul tanda-tanda kekurangan protein atau keluhan berlangsung terus-menerus, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ciputra Hospital