Jumat, 24 JULI 2026 • 09:50 WIB

Waspada Lutut Bunyi Pop, Ini Penyebab dan Gejala Cedera ACL

Author

Ilustrasi cedera ACL (armandovidalmd.com)

INDOZONE.ID - Anterior Cruciate Ligament (ACL) merupakan ligamen vital yang menempel di sendi lutut untuk menstabilkan gerakan tubuh saat berlari, melompat, maupun berputar.

Ligamen ini bekerja menghubungkan tulang paha dan tulang kering agar lutut tetap kokoh saat menahan beban fisik harian.

Ketika ACL mengalami trauma atau cedera, kemampuan lutut dalam menjaga keseimbangan dan kontrol gerakan akan langsung terganggu secara signifikan.

Pemahaman mengenai kesehatan sendi ini sangat penting agar kamu semakin sigap menjaga keselamatan saat berolahraga.

Baca juga: Mengenal Le Festival du Soleil, Konsep Festival Seni Imajinatif Berbasis AI di Norwegia

Oleh karena itu, mari kita bahas mengenai cedera ACL berikut ini.

Panduan Lengkap Memahami Cedera ACL

Penyebab Utama Cedera ACL

Cedera ACL umumnya dipicu oleh gerakan mendadak, seperti berhenti tiba-tiba atau berbelok arah secara cepat yang memberikan tekanan ekstrem pada ligamen.

Pendaratan yang tidak sempurna usai melompat serta benturan fisik langsung pada area lutut juga menjadi faktor risiko utama.

Selain itu, kurangnya kekuatan dan fleksibilitas otot penopang membuat sendi lutut rentan mengalami cedera saat beraktivitas.

Baca juga: Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen: Semua Setara Riang Bersama

Faktor-faktor ini mengingatkan kamu akan pentingnya melakukan pemanasan sebelum olahraga.

Gejala Khas Cedera ACL

Seseorang yang mengalami cedera ACL biasanya merasakan atau mendengar bunyi "pop" yang khas dari dalam lutut saat ligamen robek.

Gejala ini segera diikuti rasa nyeri hebat, pembengkakan akibat peradangan sendi, serta keterbatasan gerak saat lutut ditekuk atau diluruskan.

Lutut penderita juga kerap terasa goyah dan tidak mampu menopang bobot tubuh dengan stabil.

Baca juga: Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen: Semua Setara Riang Bersama

Tingkat Keparahan Dan Klasifikasi Cedera

Cedera ACL terbagi menjadi tiga tingkatan, mulai dari tingkat ringan di mana ligamen hanya meregang tanpa robekan namun menimbulkan nyeri ringan.

Pada tingkat sedang, terjadi robekan sebagian yang membuat lutut mulai tidak stabil disertai bengkak.

Sementara pada tingkat parah, ligamen mengalami robekan total sehingga lutut kehilangan stabilitas secara signifikan dan membutuhkan penanganan medis lanjutan.

Jika kamu membandingkan antara cedera otot biasa dan cedera ligamen ACL, dampak gangguan pada ACL jauh lebih membatasi mobilitas harian penderitanya.

Ketidakstabilan sendi akibat robeknya ligamen memerlukan proses pemulihan dan rehabilitasi fisik yang disiplin agar fungsi pergerakan kembali optimal.

Dukungan penanganan awal seperti metode pembatasan gerak, kompres es, dan konsultasi ke dokter spesialis ortopedi sangat menentukan kecepatan pemulihan penderita.

Penanganan medis yang tepat sejak dini dapat mencegah terjadinya kerusakan permanen pada struktur tulang rawan di sekitarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Edelweiss.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU